Fanda and Fitness

Fanda and Fitness
Seorang wanita yang semangat melakukan fitness demi kesehatan dan pembentukan tubuh!
There was an error in this gadget

Followers

Get My Fitness Latest News

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Most Popular Posts

There was an error in this gadget

My Blog Listing

Blog Directory
Sunday, September 12, 2010

Menurunkan Berat Badan Tanpa Makanan Hambar


Melihat budaya diet untuk menurunkan berat badan pada beberapa wanita, membuat kita berpikir bahwa diet itu adalah sebuah perjuangan, sebuah perlawanan, pemberontakan melawan rezim-rezim makanan lezat tinggi kalori dan lemak (akuilah..hampir semua makanan enak itu pasti tinggi kalori dan lemak). Para wanita ini begitu sibuk memikirkan tentang makanan yang harus dimakan, yang tidak boleh dimakan, dan bagaimana mereka ternyata menyukai makanan itu walaupun terasa hambar. Dalam hati aku bertanya, benarkah mereka tiba-tiba jadi penyuka makanan yang rasanya hambar, atau itu hanya sugesti untuk menunjukkan bahwa mereka 'sedang dalam masa perjuangan?' sehingga mereka harus menipu diri sendiri?

Sebenarnya menurunkan badan itu merupakan sebuah proses, bukan suatu tindakan dengan hasil instan. Jadi kalau ada iklan obat yang berbunyi "menurunkan berat badan dalam 4 minggu", jangan lagi tertipu. Karena bagaimanapun tubuh manusia itu perlu waktu untuk beradaptasi. Begitu juga dengan program diet. Diet juga merupakan proses perubahan pola makan seseorang.

Apakah diet itu berarti harus 'rela makan yang tidak enak' demi kesehatan? Sama sekali tidak! Justru ketika diet kita membutuhkan suasana hati dan suasana lingkungan yang nyaman agar program itu berhasil.

Dipaksa makan makanan yang hambar justru akan membuat kita merasa terbeban dan tersiksa saat ingin diet. Kita melakukannya dengan perasaan tertekan. Lalu bagaimana dengan kenyataan bahwa makanan enak itu biasanya mengandung kalori dan lemak yang ingin kita pangkas?

Well, kita bisa mencari pengganti rasa yang sedap pada makanan, alih-alih menghilangkannya.

Sebagai contoh, lemak yang menghasilkan rasa paling enak adalah lemak hewani. Bayangkan satu sendok makan mentega atau minyak yang akan kita pake menumis sayuran mengandung 100 hingga 125 kalori. Tapi itu bukan berarti kamu harus makan sayuran hambar. Kamu bisa berimprovisasi dengan membuat kaldu yang dihilangkan sebagian besar lemaknya (diamkan di lemari es hingga lemaknya menjadi padat di permukaan kaldu, lalu tinggal dibuang) untuk menumis sayuran sebagai ganti minyak atau mentega. Kamu juga bisa menambahkan kecap, kecap Inggris, air jeruk atau bahkan Tabasco pada masakan sayurmu. Nah, rasa jauh lebih penting daripada lemak kan?

Ada banyak cara untuk menghindari lemak tanpa harus mengorbankan rasa. Memang untuk itu kamu harus banyak berimprovisasi dan melakukan percobaan hingga ketemu rasa yang sesuai seleramu. Karena itu, program diet bukan menyiksa selera makanmu dengan makanan hambar tiap hari dengan harapan berat badanmu turun drastis dalam sekian minggu. Diet adalah proses adaptasi terhadap pola makan yang baru. Nikmati setiap prosesnya, dan jangan terlalu terpaku pada waktu. Ketika kamu sudah merasa nyaman dengan dietmu, dan diet itu sudah menjadi bagian dari gaya hidupmu, maka penurunan berat badan akan datang dengan sendirinya.

Dan jangan lupa untuk selalu berolah raga secara teratur. Karena diet saja tak dapat menurunkan berat badan. Imbangi dengan fitness ya!


Related Posts by Categories



Widget by Hoctro | Jack Book

10 comments:

triz said...

Benar sekali mbak, olahraga itu penting banget disamping diet, aku pernah lo minum obat penurun berat badan, emang berhasil tapi setelah obatnya habis, nafsu makanku seperti balas dendam, akhirnya gembrot lagi, akupun menurunkannya dengan olah raga mbak...

Fanda said...

@triz: hehehe...memang kunci turunkan berat badan itu kontrol makanan dan olahraga. Dah itu aja, tinggal kita mau disiplin jalanin atau gak

Teras Info said...

thanks atas tipsnya....saya coba deh nanti kalau saya tiba-tiba kegemukan..he..he.he..

salam kenal....

Fanda said...

@Teras Info: Salam kenal juga, makasih udah mampir. Wah, moga2 aja gak sampai kegemukan. Makan yg teratur dan banyak olahraga mulai sekarang deh!

~Serendipity~ said...

Makananlah yang jadi pokok masalah utamaku untuk diet, mbak..xixixi...
Aku penggemar berat daging dan produk susu. Susah banget menahan keinginan makan nya. Apalagi suami juga masuk dalam kategori tukang makan. Akhirnya, habislah benteng pertahananku.. Hahaha..
Risma

Fanda said...

@Serendipity: wah payah nih mbak. Kalo gak menekan selera, bisa naik terus timbangannya. Memang diet itu yg paling berat adalah motivasinya ya!

joanna said...

hmm..betul..betul..betul *gaya upin ipin*..apa dengan diet + fitness gini kita ga lemes ya mbak..soalnya kdng2 berkunang2 apalg yg punya darah rendah spt diriku..heyy..baca blog mbak fanda, aku jd termotivasi fitness lagi..oh ya mbak, kpn2 share ttg perbedaan manfaat aerobik dan fitness ya..krn aku biasanya ikut aerobik. Makasih.

joanna said...

hmm..betul..betul..betul *gaya upin ipin*..apa dengan diet + fitness gini kita ga lemes ya mbak..soalnya kdng2 berkunang2 apalg yg punya darah rendah spt diriku..heyy..baca blog mbak fanda, aku jd termotivasi fitness lagi..oh ya mbak, kpn2 share ttg perbedaan manfaat aerobik dan fitness ya..krn aku biasanya ikut aerobik. Makasih.

Sang Cerpenis bercerita said...

wah, mesti dibaca sama pacarku nih artikelnya biar bisa diet. hehee

Fanda said...

@joanna: dietnya harus diet yg sehat, bukan mengurangi makan jd 2x sehari misalnya.
OK, kapan2 aku akan tulis ttg aerobik vs latihan beban yah, biar kamu makin semangat buat fitness!

@Fanny: yup! suruh doi kesini dong!!...