Fanda and Fitness

Fanda and Fitness
Seorang wanita yang semangat melakukan fitness demi kesehatan dan pembentukan tubuh!
There was an error in this gadget

Followers

Get My Fitness Latest News

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Most Popular Posts

There was an error in this gadget

My Blog Listing

Blog Directory
Wednesday, October 27, 2010

Manfaat Fun Walk Bagi Kesehatan


Hari Minggu lalu aku (lagi-lagi…) terpaksa bolos fitness karena harus jaga stan bazaar Vixxio (iyaa…jualan buku-bukunya Vixxio.com di club house tempatku biasa ngegym!). Bazar itu dalam rangka acara Fun Walk yang diadakan untuk para member club house. Sambil menjaga stan (yang sayangnya sepi pengunjung, hiks…), aku memperhatikan para peserta yang berangkat untuk fun walk ke sekitar area perumahan mewah itu. Dalam hati aku berpikir, bagus juga ya ide itu. Mengingat aktivitas jalan di pagi hari adalah salah satu bentuk olahraga yang paling simple, namun banyak dikesampingkan orang (mungkin karena saking simpelnya sehingga dianggap tak bermanfaat). Padahal banyak loh manfaatnya. Yuk kita kupas satu persatu…

Menurunkan resiko penyakit jantung, stroke, koroner
Menurut penelitian, orang yang tak pernah olah raga dan tidak fit tubuhnya memiliki resiko dua kali lipat terkena penyakit yang berhubungan dengan jantung. Jalan sehat di pagi hari secara rutin saja sudah bisa menurunkan resiko itu!

Menurunkan resiko patah tulang dan osteoporosis
Kecelakaan bisa terjadi pada siapa saja, baik itu di jalan, di tempat kerja, atau bahkan di rumah saat melakukan pekerjaan rumah tangga sehari-hari. Tulang yang rapuh akan mudah patah atau cedera bila terjadi kecelakaan. Dengan jalan sehat secara teratur, kekuatan tulang-tulangmu akan meningkat, sedangkan resiko osteoporosis akan berkurang.

Meningkatkan elastisitas persendian dan otot
Bila kamu sering jalan sehat, otomatis elastisitas persendian dan otot akan meningkat, sehingga mengurangi resiko keseleo atau otot terkilir.

Menurunkan resiko depresi
Stress dan depresi mungkin sudah jadi makanan sehari-hari sebagian besar warga terutama yang tinggal di kota. Dengan meluangkan waktu beberapa menit di pagi hari, kamu bisa menjalani hari demi hari bebas dari depresi lagi.

Meningkatkan kualitas tidur
Sering mengeluh tak bisa tidur alias insomnia? Coba atasi dengan cara murah-meriah: jalan sehat di pagi hari. Dijamin, tidurmu waktu malam akan lebih nyenyak!

Menurunkan berat badan
Jalan sehat juga meningkatkan metabolism tubuh, sehingga dapat membantu program penurunan berat badan. Tahukah kamu bahwa dengan berjalan-jalan sejauh 1,6 km saja kamu akan membakar energy sebanyak 100kcal. Dan dengan berjalan sejauh 3,2 km tiga kali seminggu, beratmu bisa berkurang kurang lebih 0,5kg tiap tiga minggu. Lumayan kan? Kalau kamu ingin menurunkan lebih banyak berat badanmu, berjalanlah lebih sering!

Tapi…problemnya selalu sama: malaaaas!!

Ini nih kiatnya agar kamu gak malas melakukan jalan sehat:

1. Cari teman atau bentuk grup (tetangga atau keluarga), dan bikin jadwal untuk fun walk pagi hari. Cukup selama 30 menit saja. Tak usah berlari, jalan agak cepat tapi jagalah agar kamu tetap bisa ngobrol dengan temnmu tanpa ngos-ngosan.

2. Kalau kamu punya anjing, kamu bisa ajak si doggy jalan-jalan. Atau buat yang punya baby, kamu berdua bisa menghabiskan waktu bersama demi kesehatan dan kegiatan yang fun!

3. Kalau kamu terpaksa jalan sendirian, pasanglah musik di HP atau I-Pad kamu untuk menemanimu sepanjang jalan. Maka 1-2 km akan terlewati tanpa kamu sadari.

4. Janjikan dirimu sendiri hadiah apabila kamu sanggup secara konsisten jalan pagi selama sekian hari atau sebulan, dsb. Mungkin sesuatu yang sudah kamu incar lama? Dengan begitu, kamu melakukan jalan sehat itu demi sebuah tujuan, dan itu akan meningkatkan motivasimu. Eh, kalau kamu pengen buku yang bagus sebagai hadiah, cari aja di Vixxio ya… (*numpangpromo*).

Jadi…sudahkah kamu mulai fitness? Share dong kebiasaan-kebiasaanmu demi menjaga kesehatan dengan ikutan giveaway buku. Tinggal 4 hari lagi loh deadline untuk bisa mendapat HADIAH BUKU GRATIS!!


Thursday, October 21, 2010

Efek Berhenti Fitness Dalam Waktu Lama


Dua minggu terakhir ini aku terpaksa absen fitness. Alasannya, karena aku harus ke luar kota dan ada acara di gereja selama 9 hari berturut-turut sehingga kelelahan pun melanda. Dan akhirnya, baru kemarinlah aku bisa kembali ngegym. Dengan rada malas sebenarnya, seperti biasa kalau sudah bolos agak lama. Tapi demi kesehatan dan kebugaran, aku tetap berangkat.

Begitu bisa jalan cepat di treadmill rasanya enak sekali di tubuh. Maka aku jadi bersemangat buat latihan beban. Udah lama nih gak latihan chest. Maka aku langsung menuju ke mesin Chin Up/Dipping (satu mesin untuk dua jenis latihan). Latihan pun berjalan lancer, dengan beban seperti biasa dan jumlah repetisi seperti biasa. Lalu beralih ke mesin Butterfly. Nah, saat latihan inilah aku mulai merasa tidak seperti biasanya. Pada set yang kedua latihan jadi makin berat bagiku. Pada repetisi ke 12 aku mulai hampir tak sanggup menyelesaikan latihan (meski akhirnya tetap aku paksa). Set ketiga lebih parah lagi, setengah dari repetisi aku lakukan dengan susah payah, padahal biasanya tidak. Apa gerangan yang terjadi?

Nah, inilah yang sebenarnya terjadi…

Saat berlatih pertama kalinya setelah hiatus agak lama (2 minggu lebih), kita memang akan mendapati latihan yang dulu biasanya kita lakukan, akan menjadi beraaat banget. Kondisinya sama seperti saat kamu berdiri di dasar gunung Kelud dan memandang ke puncak. Bisa membayangkan rasanya kan? *Duuh…tinggi amat… bisa gak ya aku sampe ke puncak?*

Satu-satunya cara untuk menghadapi gejala ini, adalah dengan TETAP berlatih. Itulah kuncinya. Tetaplah berlatih, mungkin kali pertama ‘come back’ kamu bisa berlatih lebih sedikit dari yang biasa. Contoh:

Biasanya kamu berlatih 3 set @ 15 repetisi,
  • Pangkaslah jadi: set-1 = 12 repetisi, set-2 = 10 repetisi, set-3 = 8 repetisi.
  • Pada latihan berikutnya, tingkatkan jadi: set-1 = 15 repetisi, set-2 = 12 repetisi, set-3 = 10 repetisi.
  • Dan seterusnya hingga staminamu sudah kembali normal, dan kamu sudah merasa enjoy dengan porsi latihanmu.
Kesimpulannya, usahakan untuk tidak menghentikan fitness kalau tidak ada hal yang sangat penting. Jangan hanya karena teman fitness cuti fitness lalu kamu ikutan cuti. Atau karena kamu malas dan ada acara-acara lain yang lebih menggiurkan. Toh fitness kan bisa hari apa saja dan jam berapa saja, yang penting tetaplah latihan, apakah itu hanya cardio saja atau latihan beban ringan.

Lagipula, berhenti fitness juga mendatangkan rasa pegal dan kaku di seluruh otot tubuhmu. Rasa pegal itu seharusnya jadi alarm yang mengingatkanmu untuk segera kembali fitness. Ingat juga bahwa selama kamu rajin fitness, metabolismemu akan terjaga. Tapi kalau kamu berhenti terlalu lama, mesin metabolism tubuhmu juga akan berhenti, dan saat start lagi keadaan akan balik seperti saat kamu belum fitness dulu. Setelah beberapa minggu atau bulan barulah semuanya berjalan normal.

Jadi…jangan sampai berhenti fitness terlalu lama ya? Kalau kamu mengalami kebosanan, pakailah cara-cara mengatasi kebosanan fitness ini!


Monday, October 18, 2010

4 Cara Hindari Malas Fitness


Malas fitness adalah keluhan umum di antara kita yang ingin meningkatkan kesehatan, tapi selalu memiliki alasan bagus untuk menunda dan menunda. Padahal olahraga adalah salah satu hal terpenting dalam hidup kita. Seringkali kita tak dapat menghindari yang namanya penyakit. Apakah itu karena genetika, karena lingkungan hidup kita yang tak sehat, karena gaya hidup yang harus kita jalani, atau karena virus yang ada di sekitar kita. Tapi sebenarnya ada 1 hal yang bisa kita lakukan untuk menghindari atau meminimalkan penyakit, yaitu dengan olahraga!

Masalahnya, olahraga sering kita pandang sebagai beban, bukan kesenangan. Tak heran, kita malas melakukannya. Yuk intip 4 cara efektif untuk mengusir rasa malas dalam melakukan fitness

1. Tak ada waktu buat ngegym
Aku sendiri sering mengalami ‘dikejar-kejar’ oleh waktu. Lalu bagaimana cara menyiasati kalau kita ga ada waktu lagi untuk menyempatkan pergi ke gym?

Lakukan fitness di rumah!
Kalau lingkungan perumahanmu aman, kamu bisa melakukan jogging selama 20 menit saja, lalu lanjutkan dengan latihan beban. Ada banyak latihan yang bisa dilakukan di rumah loh. Misalnya abs exercise (latihan perut), legs exercise, chest exercise serta back exercise. Hanya dengan alat-alat yang relative tidak mahal, kamu bisa berlatih 30 menit 3 kali seminggu di rumah.

2. Terlalu lelah untuk fitness
Setelah seharian bekerja ditambah dengan lembur, atau bagi ibu rumah tangga (yang kerjaannya tak pernah habis) ditambah dengan mengurus anak, seringkali energy sudah tak ada lagi untuk fitness. Rasa lelah sudah melanda, dan yang pengen kamu lakukan hanya tidur.

Fitness justru akan bikin tubuh kamu lebih segar!
Aku juga sering merasa terlalu lelah untuk berangkat ke gym untuk fitness. Tapi pernah aku memaksa diriku sendiri (waktu itu sih karena aku gak mau voucherku mubazir karena masa berlakunya hampir habis). Tapi…ternyata setelah aku mulai melakukan fitness, rasa lelah itu tiba-tiba menguap. Aku menjalani semua latihan seperti biasa, dan…. Tahu gak? Setelah itu aku justru merasa tubuhku makin segar dan fit daripada sebelum fitness, dan stress yang kudapat dari pekerjaanku juga lenyap. Tapi, ingat selalu untuk tidak over-fitness ya, karena latihan yang terlalu berat juga akan menyebabkan tubuhmu mengalami stress.

3. Frustrasi karena fitness tak membuahkan hasil
Sudah capek-capek fitness, sudah menghamburkan duit buat beli alat atau buat bayar keanggotaan gym, kok rasanya tubuh ini begini-begini saja. Tak ada perbedaan signifikan yang tampak. Mungkin pikiran itu pernah terlintas di benakmu yang mungkin membuatmu malas untuk fitness lagi?

Keluarlah sejenak dari rutinitas!
Latihan rutin yang sama terus polanya bisa bikin kamu frustrasi, padahal sebenarnya mungkin perubahan itu ada tapi memang bertahap, tidak instan. Coba ubah pola fitnessmu. Kalo kamu biasa menggunakan dumbbell, cobalah untuk menggunakan mesin (minta arahan dari instruktur ya!). Atau kalau kamu selama ini bergantung pada mesin, gunakanlah dumbbell untuk selingan. Bosan pada treadmill yang monoton gerakannya? Coba elliptical machine untuk variasi.

4. Bosan dengan rutinitas
Awal melakukan fitness sih kita biasanya enjoy. Manusia suka pada hal-hal baru, dan itu membuat mereka bergairah. Tapi ketika hal itu telah jadi kebiasaan, rasa bosan akan datang. Bosan fitness? Bukan hal baru. Yang kamu butuhkan adalah sebuah selingan fitness!

Buat target dan tantangan!
Mungkin kamu perlu menetapkan lagi targetmu yang dulu sudah pernah kamu bikin. Atau, ciptakan sebuah tantangan bagi dirimu sendiri. Tantangan akan memacu dirimu untuk lebih fokus pada apa yang kamu lakukan. Kalau kamu suka aerobik dan gym-mu mengadakan lomba, ikutlah. Atau kamu bisa membuat tantangan untuk meningkatkan beban latihan dalam sebulan, misalnya. Tapi ingat, jangan sampai memforsir diri ya. Yang penting adalah menata fokus pada fitness.

Semoga info ini bermanfaat buat mengerek kembali motivasi kamu untuk kembali melakukan fitness ya!


Tuesday, October 12, 2010

Produk Susu Dan Kanker Payudara


Baru saja mendapat e-mail yang memberikan pencerahan sekaligus kekhawatiran, yang diforward oleh seorang teman. E-mail aslinya berbahasa Inggris dan terlalu panjang, jadi akan aku ambil isinya yang penting bagi kesehatan kita saja ya…

Seorang peneliti wanita bernama Prof. Jane menerita kanker payudara, telah merelakan satu payudaranya diangkat, dan tengah berusaha menunda kematian dengan kemoterapi dan radioterapi. Tak mau menyerah, Jane berusaha meneliti banyak hal tentang kanker payudara. Salah satu fakta yang ia temukan adalah:

Wanita di China sangat sedikit yang menderita kanker payudara.

Pertanyaannya: Mengapa?

Menurut penelitian, memang jumlah wanita yang tinggal di negeri China amat sedikit yang meninggal akibat kanker payudara, dibandingkan dengan Amerika dan Eropa, yaitu 1 dari 10.000. Penelitian Prof. Jane membawanya pada sebuah kesimpulan yang mengejutkan:

Penduduk China tidak mengkonsumsi produk SUSU!

Dalam beberapa kesempatan Prof. Jane menjamu tamu-tamunya yang berasal dari China dengan produk yang mengandung susu, krim atau keju (yang merupakan produk turunan susu). Ternyata mereka dengan halus menolak. Penduduk China memang menganggap yang minum susu adalah bayi saja, dan itupun yang dikonsumsi adalah ASI, bukan produk susu sapi.

Prof. Jane, yang selama itu rajin makan yogurt organic setiap hari, demi menemukan fakta baru ini, lalu memutuskan untuk menghentikan sama sekali konsumsi susu dan semua produk turunannya. Seminggu setelah ia menghapus susu dari dietnya, ia menemukan benkolan yang ada di lehernya mengempis dan melunak. Dan kira-kira enam minggu sesuah tak-mengkonsumsi-susu, Jane memeriksakan diri ke dokter spesialis kankernya, dan membuat si dokter ternganga karena ia tak dapat menemukan benjolan itu lagi!

Menarik kan? Padahal selama ini kita diajar semenjak kecil mengenai 4 Sehat 5 Sempurna ya? Kalau menurutku sih, susu tetap memiliki manfaat kalsium bagi tubuh kita. Tapi, mungkin sebaiknya kita mulai berusaha mengurangi makanan/minuman lain yang mengandung produk turunan susu. Misalnya kalau ke cafe, mungkin kita sebaiknya memilih minuman yang tak mengandung susu. Jus buah atau mocktail lebih menyegarkan dan menghilangkan haus daripada iced chocolate loh!

Dan jangan lupakan juga untuk melakukan olahraga. Info ini berguna bukan saja bagi wanita tapi juga pria, karena pria juga bisa kena kanker payudara loh… Bagaimanapun juga, olahraga tetaplah senjata paling ampuh menghindarkan kita dari segala macam penyakit. Buat yang sudah lama tidak ngegym, ayo dong back to gym! Atau yang suka jogging, jangan biarkan musim hujan jadi halanganmu buat berolahraga….


Monday, October 11, 2010

Weight Loss = Diet + Fitness



Ada banyak cara untuk menjalankan program weight-loss atau penurunan berat badan. Tapi kebanyakan orang (terutama wanita) hanya menjalankan salah satu cara saja: DIET. Seperti yang pernah kutulis tentang bisakah kita kurus dengan diet, diet memang bisa menghasilkan penurunan berat badan yang signifikan pada saat-saat awal (terutama kalau kamu memang mengalami obesitas). Tapi setelah itu biasanya orang mengendorkan dietnya karena merasa toh berat badan sudah berkurang, bolehlah ‘cuti diet’ sejenak, lalu nanti kamu akan melanjutkan lagi dietmu. Apakah strategi ini akan berhasil? Jawabnya: TIDAK!

Diet saja tanpa fitness akan menurunkan metabolisme dan membuat tubuhmu menjadi tidak energik, stamina menurun, bahkan membuat tubuhmu berada dalam posisi defensive. Dalam kondisi itu, tubuhmu akan memproduksi lebih banyak hormon dan enzim penyimpan lemak. Hal ini berarti, begitu anda lalai untuk diet, berat badan anda akan merangkak naik lagi.

Ada juga beberapa temanku yang, ketika kuajak untuk fitness bareng di gym karena dia mengeluh sudah diet tapi tetap gemuk, menjawab begini: “Aku gak mau olahraga, karena kalau suatu hari aku berhenti olahraga, berat badanku malah akan makin naik.” Dan ketika aku mengatakan bahwa dengan fitness, otot kita akan menjadi lebih kencang, seorang teman cewek menjawab: “Aku dulu pernah fitness, tapi begitu aku berhenti ototku malah kendur, jadi sekarang aku gak mau fitness lagi”.

Dalam hati aku hanya tertawa saja, karena aku teringat apa yang pernah kubaca di buku “Fat-Loss Not Weight-Loss” karangan dr. Phaidon L. Toruan. Dia juga mendapat pertanyaan senada dari salah satu muridnya, dan ini aku kutip jawaban beliau di buku itu: [quote]Kalau begitu, Anda tidak usah mandi. Nanti akan bau lagi. Mengapa kita harus mandi? Karena secara alamiah tubuh akan memproses energy, mengeluarkan keringat, belum lagi ditambah dengan asap kendaraan bermotor, sehingga kita akan bau kembali. Demikian juga dengan tubuh, setiap hari menimbun makanan dan mengalami proses penuaan. Apabila energy tersebut tidak dibakar maka dengan sendirinya akan tertimbun lagi, dan Anda pun akan gemuk lagi.[unquote]

Lalu bagaimana dengan iklan-iklan yang member janji “Berat badan turun dalam sekian minggu atau bulan”? Apakah setelah sekian minggu itu terlewati lalu anda bisa kembali pada kebiasaan anda sebelumnya? Jangan lupa, program penurunan berat badan tidak sama dengan mengecat mobil. Saat pengecatan sudah selesai, mobil anda jadi kinclong, lalu…ya sudah. Anda tak perlu melakukan apapun lagi. Diet yang sehat dan fitness tetap perlu dilakukan SEPANJANG HIDUP mu! Kalau tidak, sia-sia penurunan berat badan yang kamu perjuangkan itu, karena tak lama lagi beratmu pasti akan kembali kalau kamu melepaskan diet sehat dan fitnessmu. Tubuh perlu dijaga dan dikontrol. Aturannya tetaplah sama: jangan sampai kalori yang dikonsumsi lebih banyak dari yang dibuang. Jadi solusinya? Diet sehat DAN fitness atau olahraga lainnya.

Kalau mungkin tambahkan latihan beban karena latihan itu dapat menumbuhkan otot yang akan mengoptimalkan pembakaran lemak dalam tubuh, dan bonusnya: bentuk tubuh yang lebih kencang.


Monday, October 4, 2010

Teknik Pernafasan Saat Latihan Beban


Ada beberapa teman yang berkomentar bahwa instruksi untuk latihan-latihan di blog ini sangat detail. Memang sengaja aku buat begitu, agar kalian yang tak pernah berlatih sebelumnya tidak melakukannya dengan cara yang keliru. Terutama sekali untuk latihan angkat beban. Mungkin kamu juga memperhatikan, bahwa di setiap latihan aku selalu menyisipkan instruksi untuk menarik napas atau menghembuskan napas pada gerakan-gerakan tertentu (kalau gak ada instruksi itu berarti aku lagi lupa nyelipin deh..!!).

Nah, mengapa bernapas aja sampai harus diatur pada gerakan tertentu? Memangnya gak boleh bernapas biasa saja?

Pada latihan yang menggunakan beban, cara kita bernapas akan sangat berpengaruh pada keseluruhan latihan. Yuk kita lihat apa saja pengaruh pernapasan dengan latihan beban, dan teknik pernapasan yang kayak gimana yang mengoptimalkan latihanmu.

Kebutuhan oksigen
Teknik pernapasan yang benar saat latihan adalah agar tubuh mendapat suplai oksigen yang cukup untuk memberikan energy bagi tubuh guna menyelesaikan latihan.

Membantu angkatan
Teknik pernapasan dalam latihan beban yang benar adalah:

* Menarik napas saat beban lebih ringan.
* Menghembuskan napas saat beban lebih berat.

Contohnya saat melakukan latihan Chin Up. Saat beban lebih berat adalah saat kamu mengangkat tubuhmu, sedang beban lebih ringan tentu saja kebalikannya, yaitu saat kamu turun ke posisi semula. Berarti kamu harus menghembuskan napas saat mengangkat tubuh, dan menarik napas saat turun.

Contoh lagi pada latihan Triceps Kickback. Beban akan lebih berat terasa pada gerakan kickback, yaitu saat mendorong dumbbell ke belakang. Jadi pada saat itulah kamu harus menghembuskan napas, dan menghirup napas pada gerakan sebaliknya.

Dengan berpatokan pada 2 instruksi itu, kamu akan mengingat lebih cepat, kapan harus menarik napas dan kapan harus menghembuskan napas.

Dengan menghembuskan napas saat beban lebih berat, kamu akan dapat lebih mudah mengangkat beban itu. Coba saja kamu balik…tarik napas saat beban lebih berat, pasti kekuatanmu tak akan menyamai saat kamu menghembuskan napas.

Mencegah hernia dan tekanan darah tinggi
Kalau kamu menahan napas saat melakukan angkat beban, itu bisa berakibat fatal, seperti hernia atau tekanan darah melonjak tinggi. Menahan napas juga bisa membuat suplai darah ke otak berkurang, dan meningkatkan tekanan pada daerah dadamu.

Mengoptimalkan pembakaran lemak
Melakukan teknik pernapasan yang benar saat latihan beban akan mengoptimalkan pembakaran lemak setelah latihan. Setelah latihan, tubuhmu akan membutuhkan oksigen untuk kembali ke kondisi seperti sebelum latihan. Konsumsi oksigen ini akan meningkatkan metabolismemu dan pembakaran lemak di tubuhmu.

Jadi… mulai sekarang, jangan hanya angkat dan turunkan beban saja. Mulailah berlatih melakukan teknik pernapasan yang benar ya.

Gak sulit kok mengingatnya:

* Tarik napas saat beban ringan.
* Hembuskan napas saat beban berat.