Fanda and Fitness
Seorang wanita yang semangat melakukan fitness demi kesehatan dan pembentukan tubuh!
Categories
abs exercise
(4)
back exercise
(5)
breast exercise
(1)
butts exercise
(4)
cardio exercise
(4)
chest exercise
(4)
fitness diary
(15)
health
(4)
kisah yang tercecer
(7)
legs exercise
(6)
motivasi fitness
(3)
shoulder exercise
(2)
stretching
(2)
thigh exercise
(4)
tips diet
(9)
tips fitness
(18)
triceps exercise
(2)
weight loss
(6)
woman tips
(1)
Followers
Get My Fitness Latest News
Most Popular Posts
Female & Health Blogs
-
-
Halo dunia!3 years ago
-
jasa pembuatan website4 years ago
-
-
Selamat Idul Fitri 1440 H 2019 M7 years ago
-
Nomor Panggilan Darurat Balikpapan8 years ago
-
-
2017 Reading List9 years ago
-
-
Berani Bermimpi12 years ago
-
-
-
-
-
Binahong Daun Ajaib Multi Guna16 years ago
-
FDA Menyetujui Alat Diagnostik HIV16 years ago
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Blog Archive
Showing posts with label fitness diary. Show all posts
Showing posts with label fitness diary. Show all posts
Thursday, November 4, 2010
Fan, Kamu Harus Latihan Shoulder!
3:14 PM | Posted by
Fanda Classiclit |
Edit Post

Itulah amanat terbaru dari teman-merangkap-mantan-instruktur-favorit ku: Koh Yongki. Hiks..hiks.. Hiks pertama karena terharu, meski sudah tidak menjadi instruktur pribadiku, Koh Yongki masih senantiasa memperhatikan perkembangan latihan bebanku. Hiks kedua…karena menurut amanat Koh Yongki, aku harus menambah 2-3 latihan lagi ke dalam jadwal fitness. Oh Nooo!! Padahal selama ini saja sudah pontang-panting aku mengaturnya.
Jadi begini ceritanya, kemarin pas latihan incline bench press untuk otot chest, Koh Yongki ternyata memperhatikan aku berlatih. Terus setelah selesai, dia memanggilku (berasa jadi muridnya deh…). Dia bilang gini nih: Fan, bentuk otot backmu sudah bagus (cihuy!! Asiiiik…gak rugi selama ini rajin berlatih back exercise). Sekarang yang kurang shoulder (otot bahu). Perbanyak ya latihan shoulder *memberi contoh 3 latihan shoulder pake gerakan tangan*. Maka manggut-manggutlah aku, setengah bersyukur dapat wejangan gratis, setengah lagi mengomel dalam hati karena itu berarti jumlah latihanku harus bertambah…
Jadi… perlukah sebenarnya shoulder exercise itu?
Dulu setiap kali mendengar tentang shoulder exercise, aku merasa bahwa itu hanya exercise untuk pria saja. Aku pun tak pernah repot-repot menanyakan fungsi latihan itu. Nah, ternyata otot di bagian lekukan pertemuan antara bahu dan lengan perlu juga dilatih agar bentuknya bagus. Dan otot itu ada di 3 titik, bagian depan, samping, dan belakang. Latihan untuk masing-masing otot ada sendiri-sendiri. Alamak….apa itu berarti aku harus menambah 3 latihan??
Menurut Koh Yongki sih, tinggal otot shoulder aja yang perlu dibenahi. Kalau itu udah OK, maka tubuh kamu pasti sip jadinya! Dooh…kalau udah begini, yang tadinya malas latihan bisa jadi termotivasi karena pujian beliau. Maka, kemarin aku pun segera mencoba mempraktekkan beberapa latihan shoulder. Sempat tanya-tanya ke instruktur gym (bukan Koh Yongki), sudah ada 2 latihan yang bisa aku lakukan sendiri. Dan selanjutnya, hanyak tinggal menyusun ulang jadwal fitnessku. Di posting selanjutnya akan kuposting beberapa shoulder exercise yang baru saja kupelajari. Yang jelas, shoulder exercise ternyata juga salah satu latihan penting untuk membentuk tubuh lebih yahud. Dan bukan hanya untuk pria saja, wanita juga membutuhkan latihan ini agar pundaknya tak nampak seperti sebonggol tulang saja, hehehe….
Jadi begini ceritanya, kemarin pas latihan incline bench press untuk otot chest, Koh Yongki ternyata memperhatikan aku berlatih. Terus setelah selesai, dia memanggilku (berasa jadi muridnya deh…). Dia bilang gini nih: Fan, bentuk otot backmu sudah bagus (cihuy!! Asiiiik…gak rugi selama ini rajin berlatih back exercise). Sekarang yang kurang shoulder (otot bahu). Perbanyak ya latihan shoulder *memberi contoh 3 latihan shoulder pake gerakan tangan*. Maka manggut-manggutlah aku, setengah bersyukur dapat wejangan gratis, setengah lagi mengomel dalam hati karena itu berarti jumlah latihanku harus bertambah…
Jadi… perlukah sebenarnya shoulder exercise itu?
Dulu setiap kali mendengar tentang shoulder exercise, aku merasa bahwa itu hanya exercise untuk pria saja. Aku pun tak pernah repot-repot menanyakan fungsi latihan itu. Nah, ternyata otot di bagian lekukan pertemuan antara bahu dan lengan perlu juga dilatih agar bentuknya bagus. Dan otot itu ada di 3 titik, bagian depan, samping, dan belakang. Latihan untuk masing-masing otot ada sendiri-sendiri. Alamak….apa itu berarti aku harus menambah 3 latihan??
Menurut Koh Yongki sih, tinggal otot shoulder aja yang perlu dibenahi. Kalau itu udah OK, maka tubuh kamu pasti sip jadinya! Dooh…kalau udah begini, yang tadinya malas latihan bisa jadi termotivasi karena pujian beliau. Maka, kemarin aku pun segera mencoba mempraktekkan beberapa latihan shoulder. Sempat tanya-tanya ke instruktur gym (bukan Koh Yongki), sudah ada 2 latihan yang bisa aku lakukan sendiri. Dan selanjutnya, hanyak tinggal menyusun ulang jadwal fitnessku. Di posting selanjutnya akan kuposting beberapa shoulder exercise yang baru saja kupelajari. Yang jelas, shoulder exercise ternyata juga salah satu latihan penting untuk membentuk tubuh lebih yahud. Dan bukan hanya untuk pria saja, wanita juga membutuhkan latihan ini agar pundaknya tak nampak seperti sebonggol tulang saja, hehehe….
Thursday, October 21, 2010
Efek Berhenti Fitness Dalam Waktu Lama
11:45 AM | Posted by
Fanda Classiclit |
Edit Post

Dua minggu terakhir ini aku terpaksa absen fitness. Alasannya, karena aku harus ke luar kota dan ada acara di gereja selama 9 hari berturut-turut sehingga kelelahan pun melanda. Dan akhirnya, baru kemarinlah aku bisa kembali ngegym. Dengan rada malas sebenarnya, seperti biasa kalau sudah bolos agak lama. Tapi demi kesehatan dan kebugaran, aku tetap berangkat.
Begitu bisa jalan cepat di treadmill rasanya enak sekali di tubuh. Maka aku jadi bersemangat buat latihan beban. Udah lama nih gak latihan chest. Maka aku langsung menuju ke mesin Chin Up/Dipping (satu mesin untuk dua jenis latihan). Latihan pun berjalan lancer, dengan beban seperti biasa dan jumlah repetisi seperti biasa. Lalu beralih ke mesin Butterfly. Nah, saat latihan inilah aku mulai merasa tidak seperti biasanya. Pada set yang kedua latihan jadi makin berat bagiku. Pada repetisi ke 12 aku mulai hampir tak sanggup menyelesaikan latihan (meski akhirnya tetap aku paksa). Set ketiga lebih parah lagi, setengah dari repetisi aku lakukan dengan susah payah, padahal biasanya tidak. Apa gerangan yang terjadi?
Nah, inilah yang sebenarnya terjadi…
Saat berlatih pertama kalinya setelah hiatus agak lama (2 minggu lebih), kita memang akan mendapati latihan yang dulu biasanya kita lakukan, akan menjadi beraaat banget. Kondisinya sama seperti saat kamu berdiri di dasar gunung Kelud dan memandang ke puncak. Bisa membayangkan rasanya kan? *Duuh…tinggi amat… bisa gak ya aku sampe ke puncak?*
Satu-satunya cara untuk menghadapi gejala ini, adalah dengan TETAP berlatih. Itulah kuncinya. Tetaplah berlatih, mungkin kali pertama ‘come back’ kamu bisa berlatih lebih sedikit dari yang biasa. Contoh:
Biasanya kamu berlatih 3 set @ 15 repetisi,
Lagipula, berhenti fitness juga mendatangkan rasa pegal dan kaku di seluruh otot tubuhmu. Rasa pegal itu seharusnya jadi alarm yang mengingatkanmu untuk segera kembali fitness. Ingat juga bahwa selama kamu rajin fitness, metabolismemu akan terjaga. Tapi kalau kamu berhenti terlalu lama, mesin metabolism tubuhmu juga akan berhenti, dan saat start lagi keadaan akan balik seperti saat kamu belum fitness dulu. Setelah beberapa minggu atau bulan barulah semuanya berjalan normal.
Jadi…jangan sampai berhenti fitness terlalu lama ya? Kalau kamu mengalami kebosanan, pakailah cara-cara mengatasi kebosanan fitness ini!
Begitu bisa jalan cepat di treadmill rasanya enak sekali di tubuh. Maka aku jadi bersemangat buat latihan beban. Udah lama nih gak latihan chest. Maka aku langsung menuju ke mesin Chin Up/Dipping (satu mesin untuk dua jenis latihan). Latihan pun berjalan lancer, dengan beban seperti biasa dan jumlah repetisi seperti biasa. Lalu beralih ke mesin Butterfly. Nah, saat latihan inilah aku mulai merasa tidak seperti biasanya. Pada set yang kedua latihan jadi makin berat bagiku. Pada repetisi ke 12 aku mulai hampir tak sanggup menyelesaikan latihan (meski akhirnya tetap aku paksa). Set ketiga lebih parah lagi, setengah dari repetisi aku lakukan dengan susah payah, padahal biasanya tidak. Apa gerangan yang terjadi?
Nah, inilah yang sebenarnya terjadi…
Saat berlatih pertama kalinya setelah hiatus agak lama (2 minggu lebih), kita memang akan mendapati latihan yang dulu biasanya kita lakukan, akan menjadi beraaat banget. Kondisinya sama seperti saat kamu berdiri di dasar gunung Kelud dan memandang ke puncak. Bisa membayangkan rasanya kan? *Duuh…tinggi amat… bisa gak ya aku sampe ke puncak?*
Satu-satunya cara untuk menghadapi gejala ini, adalah dengan TETAP berlatih. Itulah kuncinya. Tetaplah berlatih, mungkin kali pertama ‘come back’ kamu bisa berlatih lebih sedikit dari yang biasa. Contoh:
Biasanya kamu berlatih 3 set @ 15 repetisi,
- Pangkaslah jadi: set-1 = 12 repetisi, set-2 = 10 repetisi, set-3 = 8 repetisi.
- Pada latihan berikutnya, tingkatkan jadi: set-1 = 15 repetisi, set-2 = 12 repetisi, set-3 = 10 repetisi.
- Dan seterusnya hingga staminamu sudah kembali normal, dan kamu sudah merasa enjoy dengan porsi latihanmu.
Lagipula, berhenti fitness juga mendatangkan rasa pegal dan kaku di seluruh otot tubuhmu. Rasa pegal itu seharusnya jadi alarm yang mengingatkanmu untuk segera kembali fitness. Ingat juga bahwa selama kamu rajin fitness, metabolismemu akan terjaga. Tapi kalau kamu berhenti terlalu lama, mesin metabolism tubuhmu juga akan berhenti, dan saat start lagi keadaan akan balik seperti saat kamu belum fitness dulu. Setelah beberapa minggu atau bulan barulah semuanya berjalan normal.
Jadi…jangan sampai berhenti fitness terlalu lama ya? Kalau kamu mengalami kebosanan, pakailah cara-cara mengatasi kebosanan fitness ini!
Sunday, September 26, 2010
Fitness Dan Award
12:49 PM | Posted by
Fanda Classiclit |
Edit Post
Hari ini fitnessku berjalan dengan lancar. Aku melakukan chest exercise ditambah dengan triceps exercise. Masih ingat kan? Latihan-latihan seperti Chest Press dan Dumbbell Pullover? Aku juga berlatih Dipping, Butterfly dan Triceps Kick Back. Ditutup dengan latihan pinggang dan pantat.
Sebenarnya aku ingin mencoba sebuah latihan baru, menggunakan mesin multifungsi. Mesin multifungsi adalah satu mesin yang bisa digunakan untuk berbagai latihan. Salah satu yang ingin kucoba adalah Bench Press. Biasanya latihan ini aku lakukan benar-benar di bench dan menggunakan dua dumbbells. Kali ini aku pengen mencoba dengan pakai mesin. Tapi sayangnya, kabel-kabel untuk menarik beban di mesin itu lepas berseliweran sehingga mesinnya tak bisa dipakai.
Aku melihat kanan-kiri, mencari sosok instruktur gym yang biasanya berjaga kalau ada member yang membutuhkan bantuan, tapi tak nampak sosoknya. Padahal waktu aku pertama kali datang, aku melihat si instruktur sedang ngendon di ruang aerobik, pasti deh sedang ngobrol di handphone-nya! Aku jadi heran sendiri, lalu apa dong fungsinya instruktur, kalau saat member butuh bantuan dia malah ngeloyor pergi? Selain itu, harusnya menjadi tanggung jawab dia juga untuk memeriksa dan merapikan alat-alat yang ada kan? Kalau ada alat yang gak bisa dipake karena kabelnya copot, kan dia bisa memperbaikinya. Kecuali kalau treadmill yang elektroniknya rusak, itu jelas harus menunggu teknisi.
Begitulah fenomena yang sering aku lihat di gym. Hanya sekali aku menemui instruktur yang benar-benar berdedikasi pada tugasnya. Dia selalu ada di sekitar gym, sambil menyapa member-member lama, juga mendekati member baru, menanyakan dengan ramah si member mau latihan apa, dsb. Setiap kali ada member yang tampak kesulitan dengan alat, dia akan cepat-cepat menghampiri serta menawarkan bantuan dengan cekatan dan ringan tangan. Tak seperti instruktur lainnya, yang tetap membantu member tapi dengan wajah merengut! Atau kalaupun tetap tersenyum ramah, mereka baru datang kalau kuminta, padahal mereka melihat bahwa aku sedang kerepotan menurunkan bench yang hendak kupakai.
Itulah sekilas fitnessku hari ini. Dan sekarang aku mau memajang award. Ini award pertama bagi blog Fanda and Fitness ini. Aku mendapatnya dari Joanna, yang selama ini sering memberikan ide bagi posting-postingku, kali ini ia memberikan sebuah award: Trully Blogger From Indonesia. Makasih ya Jo....

Sebenarnya award ini adalah award ber-backlink. Tapi untuk saat ini aku hanya akan membagikan award ini ke 6 orang lainnya saja ya. Kalau ada yang mau mengerjakan tugas backlink-nya, silakan intip di blognya Joanna aja. Dan yang mendapat 6 award ini adalah...
Fanny (pengunjung paling setia blog ini..)
Mbak Reni (agar semangatnya untuk ngeblog yang sempat hilang itu kembali)
Blog Female Stuff (yang beberapa kali memberiku award, gantian sekarang aku yang kasih award ya..)
Blog Keluarga (yang juga giat fitness sehingga kita bisa sharing di sini...)
Triz (yang lagi mati ide - asal gak mati gaya aja ya..)
Mas Putu - Blog Puskel (satu-satunya cowok nih yang kebagian award...yang lain sabar yaa..)
Caranya gampang kok. Pajang aja awardnya di blog kalian kalau berkenan, dan sebarkan awardnya kepada 6 kawan blogger lainnya.
Sunday, September 19, 2010
Optimalkan Latihan Di Treadmill
1:41 PM | Posted by
Fanda Classiclit |
Edit Post
Akhirnyaaa…pagi tadi aku bisa kembali fitness, setelah hari Minggu kemarin terpaksa bolos, bukan karena malas tapi karena sakit. Dan karena hari Minggu lalu jadwalku untuk latihan back, maka latihan itu kupindah ke hari ini.
Hmm…tapi kayaknya kamu semua bakal mati kebosanan deh kalo aku lagi-lagi cerita tentang back exercises, hehehe… Jadi, kali ini aku gak akan cerita tentang latihan back yang aku jalani (coz latihannya juga itu-itu aja), tapi aku akan cerita tentang treadmill.
Treadmill.
Kayaknya latihan yang biasa-biasa saja ya. Hanya jalan aja kan mengikuti kecepatan yang kita masukkan di mesin? Sepertinya sih memang begitu. Aku pernah melihat cowok yang latihan lari di treadmill dengan suara ‘gedebug-gedebug-gedebug’. Apa-apaan pikirku? Ternyata, ..wow…dia lari kueencaaaang banget (jadi teringat larinya Jason Bourne di sekuel film Bourne Identity), pokoknya aku gak pernah melihat dengan mata kepala sendiri orang yang lari sekencang itu (kalo jadi maling pasti gak bakal ketangkep tuh, hehehe…). Aku jadi berpikir-pikir sendiri, apa tujuannya ya dia latihan lari sekencang itu?1. Memang atlet yang lagi latihan? Kok gak latihan di arena atletik aja?
2. Membakar lemak sebanyak mungkin? Dengan asumsi makin cepat lari makin banyak lemak terbakar?
3. Mau pamer aja kalo dia bisa lari cepat?
4. Mau audisi pemeran Jason Bourne di sekuel selanjutnya? (Hush..yang ini ngawur!!)
Kalau dia berpikir tentang poin 2, dia salah besar. Karena cara lari dengan menambah kecepatan dan (secara otomatis) mengecilkan jarak antar langkah beresiko dapat membebani lutut dan punggung bawah. Lari yang benar adalah mengambil jarak antar langkah yang lebih panjang sehingga terasa ringan di kaki tapi menyebabkan kamu bergerak maju lebih cepat (contoh atlet lari jarak jauh).
Ketika berlatih lari di treadmill, berlarilah dengan cara yang sama. Lalu kamu bisa coba set reclining (tanjakan) sebesar 1%. Lari di treadmill lebih mudah daripada lari di area terbuka. Dengan menambah tanjakan 1%, bisa disamakan dengan medan di area terbuka.
Tak kuat lari? (sama deh..) Kamu bisa memilih jalan cepat saja di treadmill. Jalan cepat di treadmill juga salah satu cara membantu membakar lemak dan menyehatkan jantung, pernapasan dan aliran pembuluh darah loh! (treadmill termasuk cardio exercise). Banyak orang mengira jalan di treadmill adalah sama dengan jalan-jalan biasa, yaitu sekedar meletakkan tumit dan jari kaki di lintasan. Cobalah untuk meletakkan tumit dulu di lintasan, lalu menapakkan seluruh telapak kaki dari belakang ke depan hingga berujung di jari kakimu. Dengan begitu jalanmu akan lebih bertenaga (sehingga membakar kalori lebih banyak).
Selain itu, gerakkan juga tanganmu. Jangan hanya melambai saja mengikuti badan, tapi tekuk sikumu membentuk sudut 90 derajat dan gerakkan seolah kamu meninju ke depan dan menyikut ke belakang searah dengan jalanmu. Dengan begitu akan menambah power jalanmu dan hasilnya akan lebih optimal/lebih berat.
Masih kurang optimal latihannya? Karena treadmill kan bisa dipakai umumnya 20-30 menit di gym, jadi yuk nambah kombinasi latihannya…
Lambatkan lari/jalan cepatmu, tapi set reclining atau tanjakan lebih tinggi. Sekarang kamu dalam gerakan seolah memanjat gunung kan? Dengan demikian kamu bisa membantu mengencangkan pantatmu dengan treadmill. Caranya kontraksikan otot pantatmu tiap kamu mengambil langkah menanjak. Ingat! Dalam hal ini jangan fokus di kecepatan, tapi lebih ke kontraksi otot pantat. Tambahkan saja 15 menit latihan ini setiap kali treadmill.<== Gambar di samping adalah contoh treadmill yang diset reclining (mode tanjakan) Gimana..? Udah capek treadmill? Turun aja yaa…kalo kelamaan di mesin treadmill, kamu bisa seperti temanku, si Miss Treadmill loh! Hihihi…
Saturday, September 11, 2010
Latih Paha Luarmu Tanpa Mesin
2:39 PM | Posted by
Fanda Classiclit |
Edit Post
Hari Rabu yang lalu aku ngegym. Karena hari kerja adalah jadwalnya legs exercise, aku pun seperti biasa melakukan empat latihan kaki yang menggunakan mesin. Bedanya, kali ini aku menambah beban untuk beberapa latihan. Di antaranya adalah Abductors. Masih ingat postingku yang lalu? Abductors adalah mesin untuk mengencangkan sekaligus memangkas lemak di area paha luar. Kalau dulunya aku pake beban 80 lbs, sekarang aku naikin jadi 100 lbs. Hasilnya? wow...hampir kram rasanya paha luarku karena ototnya tegang. But that's OK, itu berarti latihannya sesuai dengan tujuan, yaitu memecah otot agar menjadi kencang.
Dan latihan ini ternyata bisa juga loh dilakukan di rumah, dengan sedikit improvisasi.
Abductors With Resistance Band
Untuk latihan ini, kamu membutuhkan sebuah resistance band yang bisa kamu beli di toko peralatan olahraga.

1. Berbaringlah di matras, lalu selipkan bagian tengah resistance band di kedua telapak kakimu.
2. Silangkan kedua pegangan resistance band itu sehingga yang melilit kaki kiri dipegang tangan kanan dan sebaliknya.
3. Naikkan kedua kakimu lurus ke atas, telapak kaki menghadap ke atap dalam keadaan berdempetan telapak kiri dan kanan. Rasakan resistance band-nya sudah 'tegang' kan?
4. Letakkan ke
dua lengan atasmu menempel di matras, dan pegang erat-erat kedua handle resistance band.5. Perlahan buka kedua telapak kakimu ke arah luar hingga selebar bahumu. Ingat, tumpukan kekuatan pada otot paha luarmu, tanganmu hanya mengikuti gerakan resistance band!
6. Karena resistance band 'menghalangi' gerakanmu, maka kamu akan merasakan otot paha luarmu hingga pinggulmu menegang.
7. Perlahan pula tutup kedua pergelangan kaki ke posisi semula.
8. Ulangi gerakan hingga 15 kali, dan setelah break ulangi dalam 2 set lagi.
9. Tarik napas saat kembali ke posisi semula, dan hembuskan napas saat membuka kedua pergelangan kaki.
Gimana....lumayan terasa sakit kan paha luarmu? Latihlah dengan rutin, paling tidak 2 kali seminggu. Hasilnya baru akan kamu lihat setelah paling tidak 3 bulan. Jangan lupa, selalu terapkan juga diet yang sehat untuk dapatkan hasil yang optimal.
Kedua gambar diambil dari health[dot]howstuffworks[dot]com
Sunday, September 5, 2010
Selingan Fitness Itu Perlu
11:45 AM | Posted by
Fanda Classiclit |
Edit Post
Seperti sudah pernah aku bicarakan dalam posting tentang membangun motivasi untuk fitness, seringkali faktor rutinitas dan kebosanan menjadi penghalang paling kuat pada motivasi kita. Itu karena kita menganggap fitness sebagai sebuah beban. Dan memang, hal yang sudah rutin dilakukan suatu saat bisa jadi tak menantang lagi.
Pada saat-saat seperti ini perlu adanya selingan fitness. Apa maksudnya?
Hari ini a
ku kembali mengajak mamaku untuk fitness berdua. Itu adalah salah satu bentuk selingan. Ajaklah seorang teman untuk pergi fitness bersama. Meski latihan yang kalian jalankan berbeda, toh di setiap break kalian bisa sambil ngobrol, atau mungkin bahkan sambil saling mendukung latihan masing-masing. Misalnya, kamu biasanya malu kalau harus pake mesin yang berada di area yang banyak cowoknya. Dengan adanya teman, kamu bisa lebih pede, dan bisa mencoba mesin yang sebelumnya tak pernah kau sentuh.Karena masih dalam periode datang bulan, hari ini aku tidak men-set diriku untuk melakukan intensitas fitness seperti biasanya. Khusus hari ini: aku mau fitness dengan santai, melakukan gerakan-gerakan yang aku suka (bukan karena terpaksa). Sesekali berlatihlah dengan santai, tinggalkan sejenak jadwal fitnessmu, dan lakukan fitness yang fun dan enjoyable. Contohnya, kalau biasanya aku melakukan chest exercise dengan 15 repetisi selama 3 set, hari ini hanya 10 repetisi dan set-nya terserah, kalo aku merasa capek ya berhenti. Tak ada beban.
Dengan begitu mungkin kita bahkan bisa coba-coba melakukan gerakan yang gak pernah kita lakukan sebelumnya karena kita udah kecapekan dengan latihan kita sendiri. Saat inilah kamu bisa coba-coba mesin-mesin yang lain yang ada di gym. Atau kamu suka tenis meja atau renang? Atau kamu pengen sauna? Pakailah semua fasilitas yang ditawarkan gym.
Karena ini hanya latihan selingan, kamu bahkan bisa mencoba pakaian atau aksesoris fitness yang selama ini hanya tersimpan di lemari selama ini. Boleh kan bergaya dikit di gym?? Penampilan baru juga bisa menjadi selingan yang manis saat kamu fitness. Misalnya selama ini kamu terpaksa harus pake sepatu olahraga khusus buat lari atau aerobic. Nah, kalo suatu kali kamu ingin berlatih beban saja, tanpa treadmill atau aerobic, kamu bisa pake sepatu sport biasa yang keren warnanya yang mungkin pernah kamu beli.
Kalo kamu pergi fitness berdua, kamu bahkan bisa mengajak temanmu untuk pergi bareng ke tempat lain setelah fitness bersama. Kayak aku dan mamaku yang tadi rencananya mau mampir ke toko batik dekat rumahku (blus batiknya murah-murah loh apalagi kalo lagi diskon). Sayangnya toko itu tutup, jadi, hiks...gak jadi belanja batik deh... Merancang acara yang fun setelah fitness bisa juga menambah semangat kamu selama fitness.
Atau k
amu bisa juga mencoba fitness bareng temanmu di tempat lain. Mungkin di rumahmu, atau di rumah temanmu? Bisa aja loh...Atau mau coba outdoor fitness, di halaman rumahmu di pagi hari ketika angin semilir bertiup? Mmm...Perubahan tempat juga bisa menjadi selingan fitness yang baik.<==fitness berdua di teras rumah kayak gini enak juga ya kayaknya...(asal pagi-pagi banget saat belum banyak orang lewat depan rumahmu).
Makanya, jangan putus asa. Ketika fitness mulai menjadi acara yang membebani kamu, carilah selingan fitness yang kamu sukai dan membuat kamu bisa menikmati acara fitness itu. Jangan menyerah ya, ayo semangat!!
Friday, September 3, 2010
Fitness Dan Bra
2:38 PM | Posted by
Fanda Classiclit |
Edit Post
Apa hubungan antara fitness dan bra? Erat sekali, karena bra yang dipakai wanita ketika melakukan fitness berbeda dengan bra sehari-hari. Dan karena perbedaan itu, tiap kali fitness aku selalu membawa bra fitness bersama dengan pakaian fitness serta handuk dll (terutama kalau aku berangkat fitness langsung dari kantor, aku bisa ganti pakaian dulu di kantor sebelum berangkat). Nah, kemarin pikunku kumat lagi. Kali ini aku lupa membawa bra fitnessku! Dan ketahuannya baru sore ketika aku mau ganti pakaian. Yah…terpaksalah aku harus pulang ke rumah dulu baru ke tempat fitness. Menyebalkan bukan? Kenapa aku gak pake bra yang kupakai ke kantor aja sekali itu, daripada harus pulang dulu? Nah, ini sebabnya…
Ketika melakukan aktifitas fitness, tubuh kita terutama di bagian atas (upper torso) pasti bergerak. Ada yang gerakannya berguncang-guncang (jogging, aerobic, tennis, dsb) atau hanya bergerak naik-turun seperti pada latihan beban. Bra biasa yang dipakai wanita sehari-hari tak mampu meredam gerakan-gerakan ini. Kenapa harus diredam?
Pada gerakan lari dan loncat, payudara yang berguncang-guncang akan menyebabkan:

1. Rasa sakit
2. Rasa tak nyaman
3. Tak pede/tak sopan karena akan jadi perhatian orang
Khususnya bagi mereka yang ukuran payudaranya cukup besar, harus mengenakan bra khusus yang dirancang menahan goncangan. Namanya sports bra. Sports bra biasanya memiliki penahan di bawah payudara yang cukup lebar dan kuat untuk menopang payudara sehingga mengurangi bahkan meredam goncangan. Gambar sports bra diambil dari sini.
Namun bagi yang tidak suka lari atau aerobic, dan hanya latihan beban saja, bisa saja memakai bra biasa, tapi harus memenuhi beberapa syarat:
1. Punya pen
ahan yang cukup kuat di bawah payudara (pilih yang underwire atau pake kawat). Waktu mengepas, coba gerakkan tanganmu ke atas dan lakukan stretching dengan mengangkat tangan ke atas. Rasakan apakah bra ikut naik ketika kamu melakukan gerakan ini. Pilih bra yang tetap di tempatnya walaupun kamu mengangkat tangan tinggi-tinggi.2. Bra biasa pada umumnya memiliki tali (bra strap) yang melintang di bahu. Padahal untuk gerakan-gerakan angkat beban, bahu harus dibebaskan dari gangguan atau tekanan apapun. Solusinya, gunakan tali bra yang disilangkan di belakang. Untuk itu, kamu harus mencari bra yang strapless sehingga talinya bisa dimodifikasi silang belakang itu. Dengan disilang ke belakang, tali bra hanya akan menekan di area dekat leher saja sedangkan area bahu bebas. Gambar diambil dari sini.
Jadi sebelum melakukan fitness, tentukan dulu aktivitas seperti apa yang akan banyak kamu lakukan. Setelah itu baru kamu bisa menentukan jenis bra yang akan kamu beli. Yang terpenting adalah kamu tetap bisa fitness dengan nyaman. Bukan saja tubuh kamu, tapi juga kamu gak akan merasa malu atau minder.
Sunday, August 29, 2010
Latihan Demi Pantat Lebih Kencang
7:43 PM | Posted by
Fanda Classiclit |
Edit Post
Tak seperti biasanya, hari ini aku gak ngegym pagi-pagi karena harus mengantar mamaku ke dokter dulu. Pk. 11:30 baru aku tiba di gym. Karena sudah terlalu siang, aku memutuskan aku akan skip latihan treadmill, dan langsung saja latihan beban.
Hari ini latihan back alias latihan otot punggung adalah jadwal latihanku. Seperti back exercise terakhir, aku mulai dengan Chin Up, lalu dilanjutkan berturut-turut dengan Pectoral Fly, Lat Pull Down dan Rowing. Semuanya menggunakan beban yang sama.
Lalu aku latihan untuk perut. Biasanya, aku akan mengakhiri fitnessku dengan latihan pinggang. Tapi beberapa hari ini aku kok merasa pantatku jadi kurang kencang ya... Jadi, aku ganti latihan pinggang yang memakai dumbbell dengan latihan pantat. Kalau aku pernah membahas tentang Squat untuk mengencangkan paha sekaligus pantat, ada sebuah latihan sederhana yang ditujukan khusus untuk mengencangkan otot pantat. Dan latihan ini hanya membutuhkan selembar matras. Yuk simak latihannya...
Butts Exercise (aku gak tahu persis apa namanya)
1. Berbaring di atas matras dengan kedua lengan di samping tubuh.

2. Tekuk lutut ke atas dan telapak kaki menapak di matras.
Kedua kaki kira-kira selebar bahu.
3. Angkat tubuh bagian bawahmu sementara bahu dan kepala tetap berada di matras.
4. Tahan posisi itu sambil mengontraksikan pantat selama 4-6 detik, seolah-olah ada sesuatu yang akan menggigit pantatmu dari bawah dan kau harus mengangkatnya setinggi mungkin (hehehe...).
5. Kembali ke posisi semula dan ulangi gerakan ini hingga 10 kali.
Ketika sudah mulai terbiasa, ulang hingga 3 set @10 kali.
Setelah melakukan gerakan sederhana ini, otot pantatmu pasti terasa tegang dan sedikit sakit deh. Tapi jangan khawatir karena itu berarti latihan ini berhasil.
Begitulah latihan hari ini. Ayo, siapa yang mau ikutan berlatih latihan ini? Kita latihan sama-sama yuk!
Friday, August 27, 2010
Gangguan Saat Finess
2:44 PM | Posted by
Fanda Classiclit |
Edit Post

Kemarin sore sepulang kantor, seperti biasa aku, dengan semangat 45 berangkat ke gym untuk fitness. Gym lumayan ramai sore itu, aku pun ketemu beberapa teman. Baik yang teman beneran maupun orang-orang yang sering fitness bareng tapi jarang saling menyapa (lah gimana mau menyapa, kalau mereka gak noleh kanan-kiri langsung saja menuju treadmill dan lalu asyik sendiri lari di situ sambil nonton TV?).
Koh Yongki ada di sana sedang melatih dua orang cowok (yang ini selalu menyapa dengan lambaian tangan dan suara keras memanggil namaku). Ada juga Miss Treadmill, tumben banget aku melihatnya sedang duduk di mesin Rowing (salah satu alat untuk back exercise). Tapi hanya sebentar, kemudian dia segera menuju alat kesayangannya, treadmill tentunya. Aku pun treadmill di samping dia. Dan ketika ia berjalan ke arahku dan aku mengarahkan pandangan ke arahnya mencoba untuk sekedar tersenyum menyapa, ternyata dia dengan raut juteknya berjalan tanpa lirak-lirik kanan-kiri dan langsung naik ke treadmill. Huh..ya udah.. sosialisasi aja sama treadmill-treadmill kesayanganmu itu!! Padahal kan aku hanya ingin berinteraksi sedikit aja, hanya senyumanpun cukup, coz kalo dia doyan ngobrol susah juga sedangkan aku niat berlatih serius. Tap[I sekali lagi…mereka terlalu cuek!
Setelah selesai treadmill, aku pun mulai latihan pengencangan paha dan pantat seperti yang biasa aku lakukan. Leg Press, Leg Curls, Abductors dan Adductors sukses aku lalui dengan beban stabil. Lalu aku mulai melakukan peregangan sebelum latihan untuk pinggang. Eh..peregangan itu perlu loh sebelum melakukan fitness agar otot tidak sakit kaget saat dipaksa kerja keras. Aku akan bicarakan ini lain kali deh.
Balik lagi ke fitnessku. Saat latihan pinggang, aku mulai merasa kepalaku kok jadi ringan ya… Itu salah satu tanda tekanan darahku drop. Dan saat menggerakkan kepala agak cepat, rasanya agak berputar deh. Wah, bayaha nih. Aku pun harus menunggu sejenak hingga rasa pusingnya selesai, baru melanjutkan set ke 2 dan 3 latihan pinggangku. Tapi ketika usai, dan sebenarnya ingin melanjutkan ke latihan perut, aku jadi khawatir deh. Karena latihan perut itu mengharuskan aku berbaring di bench, dan sering bangun, baring dan bangun lagi. Gimana kalo kepalaku jadi makin parah berputarnya?
Jadi…akhirnya kuputuskan untuk mengakhiri fitness tanpa latihan perut kali ini. Saat bertemu koh Yongki saat kita mau keluar ruang gym, dia bilang pasti itu karena aku kurang tidur. Kurang tidur bisa menyebabkan tekanan darah langsung drop. Apalagi bagi aku yang memang punya kecenderungan tekanan darah rendah. Dia menyarankan aku minum kopi. Tapi..eits..kan aku punya sakit maag? Dia usul lagi untuk makan daging kambing. Naah…kalo yang ini bisa deh dilaksanakan, hehehe… Maka aku pun janjian tuk makan sate kambing di sebuah rumah makan sore nanti sepulang kantor.
Eh, ada satu hal lagi yang aku ceritakan tentang perilaku cuek di gym. Ada seorang pria asing dari ras Asia (entah Taiwan atau Jepang atau apalah) yang sering ngegym bareng. Pernah ketika aku akan berlatih pinggang dengan dumbbell, aku letakkan dumbbell di lantai dekat kakiku. Lalu aku melakukan stretching. Eh, tanpa ba-bi-bu si Pria Asia langsung aja nyelonong mengambil dumbbell itu. Padahal kalo aku menemukan dumbbell dekat seseorang, aku pasti akan bertanya dengan sopan, “Masih dipake ya?” meski sudah cukup jelas kalau ia sudah gak memerlukan lagi karena ia sudah mulai latihan lainnya.
Waktu itu aku diemin aja si Pria Asia karena percuma mau protes juga males mikir cara ngomongnya dalam bahasa Inggris (itu juga kalo dia bisa berbahasa Inggris). Kemarin yang jadi korbannya muridnya koh Yongki. Mereka berdua sedang ngobrol di tengah break, dan dumbbell ukuran 6kg yang dicari si Pria Asia terletak di sebelah kaki si murid. Eh kayak dulu, si Pria Asia seenaknya saja membungkuk dan membawa dumbbell itu. Koh Yongki dan muridnya sejenak mungkin terpana karena kekurangajaran itu (atau mereka expect si Pria Asia akan minta permisi, yang nyatanya tidak). Akhirnya koh Yongki bersuara: “One more, one more!”. Maksudnya mereka mau pake dumbbell itu kurang sekali lagi kok. Si Pria Asia pun langsung ngacir…
Dan yang aku salut, si muridnya koh Yongki begitu selesai latihan langsung mendatangi si Pria Asia yang kini sedang latihan sit up (lha bisa gitu loh latihan lainnya dulu sambil nunggu antrian pake dumbbell !), lalu meletakkan dumbbell itu di sebelah si Pria Asia sambil berkata dengan ramah, “Thank you..”. Itulah ciri khas orang Indonesia sejati: selalu ramah pada siapa aja, betul kan? Jangan contoh si Miss Treadmill (boleh contoh hobby fitnessnya tapi jangan juteknya ya!).
*ini blog fitness tapi kok isinya ngegosipin orang yaa? Biarin ah..suka-suka yang nulis*
Sunday, August 22, 2010
'Teman-Teman' Fitness Hari Ini
12:57 PM | Posted by
Fanda Classiclit |
Edit Post

Duh, tak terasa ya, hari Minggu sudah datang lagi. Berarti saatnya aku mengemasi 'persenjataan' untuk fitness (kayak mau perang aja..), dan dengan semangat 45 aku pun meluncur ke gym. Aku tiba pk 09:45 dan menemukan hanya ada satu orang di dalam ruang fitness. Tebak siapa! Yup...siapa lagi penguasa mesin treadmill di hari Minggu, kalau bukan Miss Treadmill. Hehehe... Maka aku pun latihan treadmill di 2 mesin di sebelahnya. Ia sempat menoleh saat aku naik ke mesin treadmill. Mungkin dalam hati berpikir, "Ah ini temanku fitness yang latihan treadmill-nya hanya 12 menit, lalu angkat-angkat dumbbell berat sampe sejam. Latihan macam apa itu?" Nah, semua orang kan pasti berpikir orang lain itu aneh, karena mereka tidak seperti dirinya kan? Barangkali juga ia malah punya nama julukan bagiku ya...(apa ya kira-kira?!)
Setelah latihan treadmill dan stretching ringan, aku mulai latihan beban. Menu hari ini adalah latihan chest (dada) dan triceps (lengan bagian belakang). Tentu saja disertai latihan perut dan pinggang. Inilah sekilas latihan yang kujalani...
Dimulai dengan mesin Dipping, yang fungsinya untuk melatih dada bawah dan triceps. Beban yang kupakai 63,6 lbs (weks..berat amat?? Jangan heran, coz itu hanya beban di mesin, gak seluruhnya aku angkat sendirian bagai Popeye kok!).
Lalu lanjut dengan mesin Butterfly, untuk dada juga. Bebannya 2 kg (paling ringan tuh, meski tetap tidak seringan kupu-kupu alias butterfly, hehe..).
Latihan ketiga masih menggunakan mesin, yaitu Chest Press dengan beban 2 kg jua (beban paling ringan tapi...bikin aku ngos-ngosan). Saat aku berlatih di mesin ini, datanglah seorang pria yang aku sebut Mr. Sipit. Coz matanya emang sipit banget (hihihi..), padahal tubuhnya lumayan tinggi dan kekar. Si Mr. Sipit ini juga sering berlatih bersamaku di hari Minggu. Kami suka berebutan pake bench. Sehingga saat salah seorang datang dan melihat yang lain, ia pasti cepat-cepat menggunakan bench itu untuk latihan. Dia biasa pake buat Bench Press, aku buat latihan perut. Sudah ngerti selera masing-masing nih sehingga tercipta toleransi. Gak boleh rebutan yaa!!...
Selanjutnya aku menggunakan dumbbell, masih untuk otot dada. Pertama untuk latihan Bench Press, pakai 2 dumbbell masing-masing 5 lbs. Apaan sih lbs itu? Itu satuan berat selain kg. 1 kg = sekitar 2,5 lbs (kalo tak salah ingat loh).
Terakhir aku berlatih untuk triceps dengan 1 dumbbell ukuran 4 kg. Gerakannya bernama Triceps Kick Back.
Kapan-kapan pasti posting deh masing-masing latihan itu.
O ya, saat aku hampir selesai, masuklah Koh Gembul dengan langkah beratnya. Rupanya hari Minggu juga waktu dia untuk latihan treadmill demi memangkas lemak yang menimbun di perutnya (Huss..ambil kesimpulan seenaknya!). Dan saat aku akhirnya selesai latihan, di pintu ruang gym aku bertemu dengan seorang sesama gymers yang suka latihan hari Minggu. Kusebut aja dia Mr. Serius. Soalnya tampangnya begitu seriusnya, sampe-sampe walau kita sering fitness barengan, dia selalu melengos kalo bertemu denganku (karena sebel atau minder ya? Hihihi...)
Tak lupa aku latihan pinggang, ehm..kali ini dengan beban lebih ringan, coz setelah berlatih dengan gerakan yang benar, kok beban yang semula 6kg terasa berat ya? Sekarang aku turunin jadi 4kg deh..
Begitulah kisah yang tercecer di fitnessku hari Minggu ini. Ikuti terus tips-tips fitnes, diet dan weight loss (penurunan berat badan) di blog ini ya!...
Wednesday, August 18, 2010
Oops! Salah Gerakan..
1:56 PM | Posted by
Fanda Classiclit |
Edit Post
Setelah sekian lama, ada kira-kira hampir 2 tahun aku melakukan gerakan untuk latihan pinggang menggunakan dumbbell. Awalnya pake dumbbell yang 4 kg, lalu akhirnya meningkat dan sekarang konstan pake yang 6 kg. Gerakan itu diajarkan oleh seorang instruktur di gym di mana aku menjadi member sebelum di gym yang sekarang. Entah instrukturnya kurang jelas saat menjelaskan, atau aku dan temanku yang saat itu lagi telmi. Ternyata, gerakan itu terbalik, alias saltot (salah total!)Dan aku sadarnya baru kemarin, saat aku fitness bareng mamaku. Ceritanya, kemarin kebetulan mantan instrukturku yang baik hati, koh Yongki sedang mengajar salah seorang muridnya (eh, kalo penyewa instruktur itu namanya apa ya? Mosok murid sih? Hihi..kayak sekolah aja…). Ketika itu aku sedang melakukan gerakan latihan pinggang dengan dumbbell. Gerakannya kayak gini nih…

Panah yang disilang merah menunjukkan arah gerakan yang selama ini aku lakukan
Jadi kita berdiri dengan kaki membuka selebar bahu. Tangan kanan lurus ke bawah sambil memegang dumbbell, tangan kiri letakkan di samping kepala. Lalu..nah, disinilah kesalahanku. Kupikir karena dumbbell itu sebagai beban di sisi kanan, maka tubuh bagian atas harus mengayun ke samping kiri. Dengan begitu otot pinggang bagian kanan akan kontraksi karena ada beban. Ternyata..aku salah besar! Ketika koh Yongki melihatku melakukan gerakan ini, dia mendekatiku sambil ngomong pelan (untunglah pelan, jadi gak malu-maluin kalo kedengeran orang lain!!): “Fan, kamu terbalik. Harusnya gerakannya justru ke arah dumbbell alias ke dalam”.
Waduuuhh… *untung dumbbellnya gak jatuh ke atas telapak kakiku saking kaget dan malunya*. Jadi selama ini aku salah latihan? Oops…
Akhirnya aku mencoba berlatih dengan benar. Saat dumbbell sedang di tangan kanan, tubuh diayunkan ke samping ke arah kanan juga. Jadi saat aku mengayun tubuh ke kanan, otot pinggang kirilah yang tertarik (lihat panah warna biru pada gambar, memperlihatkan arah yang benar, dan 2 garis lengkung warna biru menunjukkan otot yang dilatih).
Koh Yongki langsung bersuara: “Nah, gitu yang benar. Rasanya lain kan di pinggang?” Busyet…benar juga! Ternyata latihan dengan cara yang benar membuat makin luas area otot di pinggang yang tertarik (kontraksi). Kalau pake cara yang salah hanya 1 titik aja, kalo pake cara benar, yang tertarik mulai pinggang agak atas sampai bawah. Pantesan dulu kok pinggangku tak pernah terasa sakit setelah latihan. Padahal harusnya begitu pertama kali latihan, atau pertama kali menambah beban, otot akan terasa sakit keesokan harinya. Dari sana kita bisa tahu apakah latihan kita benar atau tidak, yakni dari letak otot yang sakit itu sesuai dengan daerah yang mau kita latih atau tidak.
Dan memang benar saja, pagi ini kedua sisi pinggangku terasa sakit begitu aku bangun pagi-pagi. Ya ampuun…kok aku baru menyadari kesalahnku setelah sekian lama ya?? Tapi untunglah ada koh Yongki yang baik hati. Yang, meski aku tak lagi jadi muridnya, masih tetap memperhatikan latihanku dan mau mengkoreksi atau memberi tips-tips yang berharga buatku.
Tuesday, August 17, 2010
Asyiknya Fitness Berdua
1:01 PM | Posted by
Fanda Classiclit |
Edit Post
Akhirnya...si bintang tamu yang kusebut-sebut beberapa hari ini jadi juga fitness bersamaku. Siapa dia? Dia..tak lain dan tak bukan...adalah...mamaku. Hehehe... Kirain siapa hayoo? Dari dulu mamaku selalu pengen tahu apa saja sih yang ada di sebuah gym? Dan terutama, latihan yang kayak apa sih yang dijalani anak semata wayangnya ini? Tapi lebih dari itu, mamaku memang disuruh oleh dokter untuk berolah raga.Herannya, suatu hari pas aku secara bergurau saja mengajak mamaku buat fitness bareng, eh...beliau-nya setuju. Padahal mamaku tuh tipe orang yang susah banget mencoba hal-hal baru. Tapi aku menenangkan mamaku dengan alasan, kan mama gak sendirian, ada anaknya yang akan memberitahu cara menggunakan alat-alat di gym. Memang sih, saat kita baru pertama kali masuk gym, rada kikuk juga coz kita gak mengerti cara pakai alat-alatnya. Kan malu juga kalo pakenya keliru gitu...
Selama ini mama menggunakan alat Free Style Glyder yang pernah aku belikan. Pernah lihat gak? Iu loh..yang iklannya suka ada di TV, bintang iklannya waktu itu Indy Barends. Mamaku biasa berlatih hingga sekitar 12 menit dengan gerakan kayak orang jalan gitu. Nah, aku menyarankan mamaku untuk melakukannya di treadmill saat kita fitness bareng. 12 menit saja tak apa, yang penting tetap berolah raga.
Jadi, tadi begitu tiba di gym, aku memberi petunjuk singkat ke mamaku. Ini tombol start, ini tombol stop, terus yang ini untuk mengatur kecepatan (menambah atau mengurangi). Awalnya lucu juga melihat gaya mamaku saat berjalan di treadmill, kaku banget. Tapi lama kelamaan kayaknya mamaku udah nyaman juga. Buktinya bisa ngobrol denganku yang memakai treadmill persis di sebelah kirinya. Saat ia sudah berlatih kira-kira 8 menit aku mulai khawatir kalo mamaku, yang usianya sudah mendekati 70 tahun dan punya sejarah stroke ringan, sehingga gak boleh memaksakan diri bercapek-capek ria.
Aku menoleh ke kanan, "Ma, gimana...udah capek belum? Mau berhenti sekarang?"
Mama: "Nanti saja, sekalian sampai 12 menit. Nih baru mulai 'menggos-menggos' (apa tuh bahasa Indonesianya, coba?)"
Maka akhirnya aku biarin aja mama terus latihan hingga 12 menit. Sebelumnya aku sudah mengingatkan mama agar menunggu dulu beberapa saat setelah treadmill berhenti. Jangan langsung turun dari mesin, coz saat pertama kali treadmill dulu kepalaku rasanya berputar saat treadmill berhenti. Dan untungnya mama ingat, dan setelah berdiam diri beberapa detik, barulah melangkah turun dari treadmill.
Begitu aku selesai dengan latihan treadmillku, kutanya apa mama mau istirahat sebentar. Eh...gak taunya mama langsung minta latihan sepeda statis. OK kubilang, tapi jangan cepat-cepat mengayuh sepedanya. Dan begitulah, sementara aku latihan dengan mesin beban, mamaku asyik bersepeda santai. Yang membuat suasana lebih nyaman adalah karena sepeda itu menghadap ke halaman luas dengan rumput hijau yang terpangkas rapi dan beberapa pepohonan, yang terbentang di sebelah luar sebuah dinding kaca yang lebar. Aku sering banget memperhatikan burung-burung gereja yang sering beterbangan dan mencari makan di antara rerumputan.
Sedangkan aku juga latihan yang ringan-ringan coz aku sudah latihan berat hari Minggu yang lalu. Kali ini ada 4 latihan dengan alat, khusus untuk kaki ,yang aku jalani. Maaf belum bisa mendeskripsikan masing-masing, coz aku lupa nama mesinnya. Mungkin akan aku beberkan di posting-posting yang akan datang. Selain itu, seperti biasa aku latihan perut dan pinggang juga. Sementara itu, setelah mulai capek dengan sepeda statis, mamaku duduk-duduk saja memperhatikan aku dan beberapa orang yang berlatih di situ.
That's all for today. Eh..tapi masih ada kisah lain tentang fitness hari ini loh! Tunggu postingku besok ya!!
Labels:
fitness diary
|
9
comments
Sunday, August 15, 2010
Akhirnya Fitness Sendirian..
8:21 PM | Posted by
Fanda Classiclit |
Edit Post
Seperti yang aku katakan 2 hari lalu, rencananya akan ada seseorang yang join fitness bareng di gym bersamaku. Namun ternyata di menit-menit terakhir orang itu membatalkan janjinya coz badannya sedang tidak fit. Sehingga akhirnya hari ini aku pergi ngegym sendirian (lagi) kayak biasanya. Sedang seseorang itu berjanji akan join pada kesempatan lain. OK, kita wait and see saja apakah ia akan benar-benar memenuhi janjinya ya...Nah, meski aku pergi fitness sendirian, tentu saja selalu ada orang lain di gym. Saat aku pertama kali masuk ke ruang gym, memang tak nampak seorang pun di sana. Namun beberapa saat kemudian, ada seorang pria yang aku namakan saja Koh Gembul, soalnya engkoh ini ciri khasnya adalah berperut gendut. Baru 2 kali ini aku fitness barengan dia. Dan biasanya dia suka banget lari-lari di treadmill (persis deh kayak Miss Treadmill). Mulai dari awal dia mulai fitness sampai saat aku pulang (yang kira-kira makan waktu sejam lebih) dia masih saja setia di mesin treadmill. Tapi kok perutnya tetap gembul ya? Hihihi...
Lalu setelah itu datang orang kedua. Yang ini aku hampir selalu ketemu tiap kali fitness hari Minggu. Kuberi dia nama Sandal Jepit. Habis, siapa suruh dia ngegym pake sandal jepit? Biasanya kan pada pake sepatu olahraga, atau paling tidak sandal bepergian gitu. Masak ngegym sandal jepit-an? Padahal si Sandal Jepit ini lumayan sukses juga latihan angkat bebannya. Badannya tinggi kurus, namun tampak kekar kedua lengan atasnya. Lumayanlah...sehingga tidak keliatan tinggi menjulang kayak menara. Tapi...plis deh...ganti dong sandal jepitnya dengan sepatu olahraga gitu loh!!
Cukup ah ngomongin orang, sekarang aku mau membahas tentang latihanku hari ini.
Hari ini waktunya melatih otot punggung atau back. Maka kronologis latihanku kayak gini...
Pemanasan: Treadmill selama 12 menit, dengan kecepatan 5,0
Setelah stretching-stretching sedikit, lanjut dengan latihan beban:
Chin Up, dengan beban 63 kg (sama bobotnya dengan latihan Dipping)
Pectoral Fly, dengan beban 20 lbs
Lat Pull Down, dengan beban 4 (kg?)
Rowing, dengan beban 30 lbs
Semua latihan itu sukses aku lakukan dalam 3 set, 15 repetisi masing-masing set.
Setelah itu aku lanjutkan dengan latihan perut-maha-berat seperti biasa, dan ditutup dengan latihan pinggang dengan beban 6 kg seperti biasa.
Dan aku mengakhiri fitness hari ini dengan tubuh yang lebih segar dan ringan. Pada posting-posting yang akan datang akan aku jelaskan fungsi masing-masing latihan yang aku jalani itu ya...
Sunday, August 8, 2010
Hampir Lupa Bawa Celana Fitness!
1:15 PM | Posted by
Fanda Classiclit |
Edit Post
Minggu pagi ini seperti biasanya, sepulang dari misa di Gereja, dan setelah melahap sarapan berupa:
1. Semangkuk bubur ayam (ayamnya disisihkan, gak dimakan coz aku alergi ayam)
2. Sebatang coklat Top (yang gak full coklat, tapi ada wafer dan rice crispies-nya)
Kira-kira setengah jam setelah selesai makan, barulah aku bersiap-siap untuk ngegym. Karena kalo aku tiba di gym terlalu dekat waktunya dengan waktu makan, perut bisa sakit saat terguncang-guncang. Jadi...demi pencernaan, aku menunggu sebentar. Saat menunggu itu aku menyiapkan tas olahragaku. Sambil dalam otak mengisi cek-list:
Handuk fitness - checked
(handuk ini buat mengelap keringat plus buat melapisi bench agar tidak terkena keringatku saat aku berbaring di bench)
Handuk cuci muka - checked
(ini khusus buat mengeringkan wajah setelah cuci muka pasca fitness)
Air minum kemasan - checked
(wajib dibawa kalo gak mau dehidrasi!)
Sarung tangan fitness - checked
(ini sarung tangan khusus buat latihan beban)
Tissue - checked
(buat jaga-jaga kalo mata gatal, karena mengucek mata dengan tangan yang habis memegang alat-alat fitnes itu bahaya, bisa sakit mata! Maka kalo mau mengucek mata harus pake tissue bersih)
Voucher gym - checked
Dompet + KTP - checked
(KTP dibutuhkan untuk meminjam kunci loker)
Terakhir...HP - checked
Setelah barang bawaan aman, akupun ganti baju fitness. Bra khusus buat fitness, tank top, celana fitness, baju untuk luaran dan rok bawahan untuk menutupi celana fitness yang pendek, sepatu kets dan kaos kaki. Sambil berganti pakaian aku ngobrol dengan mamaku. Dan seperti biasa...saat ngobrol konsentrasi kita terbagi, maka akibatnya ada yang ketinggalan.
Kali ini yang ketinggalan justru celana fitness! Alamak!!...
Itu gara-gara aku biasanya pake rok luaran dulu, baru memakai celana fitness terakhir saat hendak pakai sepatu. Nah, karena lagi diajak ngobrol, setelah pake rok luaran, aku langsung aja pake sepatu, habis itu menenteng tas dan langsung aja berangkat. Padahal si celana fitness masih berbaring pasrah di tempat tidurku.
Terpaksa deh, setelah kira-kira 100 meter mobilku keluar dari rumah, harus putar balik. Aku langsung lari masuk ke kamar, dan kupakailah celana fitness itu, dan baru berangkat ngegym. Nyaris! Gimana ya kalo seandainya aku tetap lupa dan sampe di kamar ganti aku lalu dengan cueknya melepas rok luaran? Hehehe...
So, hari ini aku latihan chest untuk otot besar.
Diawali dengan dipping - beban: 63 (lbs?)
Chest Press - tanpa beban coz alatnya aja udah full besi yang berat-berat
Butterfly - bebannya yang paling ringan
Bench Press - beban 2 dummbell @ 3 kg
Lalu aku menambah latihan khusus utuk triceps: Dumbbell kickback - beban 4 kg
Habis itu aku latihan perut di bench. Latihannya 3 set, dan maha berat sehingga latihan dengan repetisi yang sama dari jaman aku dilatih oleh koh Yongki hingga kini, aku masih tetap merasakan otot-otot perutku menegang tiap kali latihan. Alhasil hingga sekarang latihannya tetap aja, gak pernah nambah...
Terakhir aku latihan pinggang dengan dumbbell beban 6 kg.
Huff...lumayan deh untuk hari ini. Benar-benar 1,5 jam yang bermanfaat, lalu aku pulang dengan tubuh segar!
That's all for today. Tungguin laporanku selanjutnya yah...
1. Semangkuk bubur ayam (ayamnya disisihkan, gak dimakan coz aku alergi ayam)
2. Sebatang coklat Top (yang gak full coklat, tapi ada wafer dan rice crispies-nya)
Kira-kira setengah jam setelah selesai makan, barulah aku bersiap-siap untuk ngegym. Karena kalo aku tiba di gym terlalu dekat waktunya dengan waktu makan, perut bisa sakit saat terguncang-guncang. Jadi...demi pencernaan, aku menunggu sebentar. Saat menunggu itu aku menyiapkan tas olahragaku. Sambil dalam otak mengisi cek-list:
Handuk fitness - checked
(handuk ini buat mengelap keringat plus buat melapisi bench agar tidak terkena keringatku saat aku berbaring di bench)
Handuk cuci muka - checked
(ini khusus buat mengeringkan wajah setelah cuci muka pasca fitness)
Air minum kemasan - checked
(wajib dibawa kalo gak mau dehidrasi!)
Sarung tangan fitness - checked
(ini sarung tangan khusus buat latihan beban)
Tissue - checked
(buat jaga-jaga kalo mata gatal, karena mengucek mata dengan tangan yang habis memegang alat-alat fitnes itu bahaya, bisa sakit mata! Maka kalo mau mengucek mata harus pake tissue bersih)
Voucher gym - checked
Dompet + KTP - checked
(KTP dibutuhkan untuk meminjam kunci loker)
Terakhir...HP - checked
Setelah barang bawaan aman, akupun ganti baju fitness. Bra khusus buat fitness, tank top, celana fitness, baju untuk luaran dan rok bawahan untuk menutupi celana fitness yang pendek, sepatu kets dan kaos kaki. Sambil berganti pakaian aku ngobrol dengan mamaku. Dan seperti biasa...saat ngobrol konsentrasi kita terbagi, maka akibatnya ada yang ketinggalan.
Kali ini yang ketinggalan justru celana fitness! Alamak!!...
Itu gara-gara aku biasanya pake rok luaran dulu, baru memakai celana fitness terakhir saat hendak pakai sepatu. Nah, karena lagi diajak ngobrol, setelah pake rok luaran, aku langsung aja pake sepatu, habis itu menenteng tas dan langsung aja berangkat. Padahal si celana fitness masih berbaring pasrah di tempat tidurku.
Terpaksa deh, setelah kira-kira 100 meter mobilku keluar dari rumah, harus putar balik. Aku langsung lari masuk ke kamar, dan kupakailah celana fitness itu, dan baru berangkat ngegym. Nyaris! Gimana ya kalo seandainya aku tetap lupa dan sampe di kamar ganti aku lalu dengan cueknya melepas rok luaran? Hehehe...
So, hari ini aku latihan chest untuk otot besar.
Diawali dengan dipping - beban: 63 (lbs?)
Chest Press - tanpa beban coz alatnya aja udah full besi yang berat-berat
Butterfly - bebannya yang paling ringan
Bench Press - beban 2 dummbell @ 3 kg
Lalu aku menambah latihan khusus utuk triceps: Dumbbell kickback - beban 4 kg
Habis itu aku latihan perut di bench. Latihannya 3 set, dan maha berat sehingga latihan dengan repetisi yang sama dari jaman aku dilatih oleh koh Yongki hingga kini, aku masih tetap merasakan otot-otot perutku menegang tiap kali latihan. Alhasil hingga sekarang latihannya tetap aja, gak pernah nambah...
Terakhir aku latihan pinggang dengan dumbbell beban 6 kg.
Huff...lumayan deh untuk hari ini. Benar-benar 1,5 jam yang bermanfaat, lalu aku pulang dengan tubuh segar!
That's all for today. Tungguin laporanku selanjutnya yah...
Labels:
fitness diary
|
3
comments
Yuk Semangat Berolahraga!
12:35 PM | Posted by
Fanda Classiclit |
Edit Post
Hai, selamat datang di blog Fanda dan Fitness. Ini blog yang kupakai untuk mencatat semua kegiatanku untuk menjaga kesehatanku dan menjaga bentuk tubuhku tetap ideal. Aku suka banget nge-gym sebagai olahragaku. Sejak 2005 aku udah mulai ngegym, meski awalnya hanya mencoba-coba mesin-mesin pembentukan otot yang ada, dan yang paling aktif hanya menggunakan treadmill aja. Coz treadmill adalah mesin paling gampang digunakan di gym. Tinggal pencet tombol 'Start', trus kita tinggal jalan aja di ban berjalan itu sesuai kecepatan yang kita mau. Kalo udah capek, tinggal tekan tombol 'Stop' aja. Beres.
Tapi seiring berjalannya waktu, aku lalu menemukan seorang instruktur yang asyik. Maksudnya asyik di sini, bukan tampangnya yang kayak aktor Hollywood gitu (meski kalo diliat-liat, koh Yongki instrukturku itu rada-rada mirip Sylvester Stalone juga...). Asyik itu maksudnya ia orangnya sabar, dan benar-benar ingin membimbing 'anak buah'nya (mm...apa ya sebutan orang yang dilatih oleh instruktur? Koh Yongki sih biasa menyebut kami 'anak buah'...) mampu berlatih sendiri sesuai kapasitas dan kebutuhan kami. Sehingga setelah beberapa bulan, kami diharapkan bisa berlatih sendiri tanpa bantuan instruktur lagi.
Maka sejak sekitar 3 tahun terakhir ini aku mampu berlatih sendiri tanpa bantuan instruktur. Saat ini aku biasa berlatih 2 kali seminggu, tiap hari Kamis sore sesudah pulang kerja, dan Minggu pagi sesudah pulang Gereja.
Blog ini akan berisi tentang semua yang tercecer dari usahaku untuk menjaga kesehatan plus membentuk tubuh menuju FITNESS! Jangan lupa 'tuk sering mampir yaa!!
Tapi seiring berjalannya waktu, aku lalu menemukan seorang instruktur yang asyik. Maksudnya asyik di sini, bukan tampangnya yang kayak aktor Hollywood gitu (meski kalo diliat-liat, koh Yongki instrukturku itu rada-rada mirip Sylvester Stalone juga...). Asyik itu maksudnya ia orangnya sabar, dan benar-benar ingin membimbing 'anak buah'nya (mm...apa ya sebutan orang yang dilatih oleh instruktur? Koh Yongki sih biasa menyebut kami 'anak buah'...) mampu berlatih sendiri sesuai kapasitas dan kebutuhan kami. Sehingga setelah beberapa bulan, kami diharapkan bisa berlatih sendiri tanpa bantuan instruktur lagi.
Maka sejak sekitar 3 tahun terakhir ini aku mampu berlatih sendiri tanpa bantuan instruktur. Saat ini aku biasa berlatih 2 kali seminggu, tiap hari Kamis sore sesudah pulang kerja, dan Minggu pagi sesudah pulang Gereja.
Blog ini akan berisi tentang semua yang tercecer dari usahaku untuk menjaga kesehatan plus membentuk tubuh menuju FITNESS! Jangan lupa 'tuk sering mampir yaa!!
Labels:
fitness diary
|
2
comments
Subscribe to:
Posts (Atom)