Fanda and Fitness

Fanda and Fitness
Seorang wanita yang semangat melakukan fitness demi kesehatan dan pembentukan tubuh!

Followers

Get My Fitness Latest News

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Most Popular Posts

Female & Health Blogs

My Blog Listing

Blog Directory
My BlogCatalog BlogRank
Blog Directory & Search engine
Health Blogs - Blog Rankings
Health blogs
Showing posts with label weight loss. Show all posts
Showing posts with label weight loss. Show all posts
Monday, October 11, 2010

Weight Loss = Diet + Fitness



Ada banyak cara untuk menjalankan program weight-loss atau penurunan berat badan. Tapi kebanyakan orang (terutama wanita) hanya menjalankan salah satu cara saja: DIET. Seperti yang pernah kutulis tentang bisakah kita kurus dengan diet, diet memang bisa menghasilkan penurunan berat badan yang signifikan pada saat-saat awal (terutama kalau kamu memang mengalami obesitas). Tapi setelah itu biasanya orang mengendorkan dietnya karena merasa toh berat badan sudah berkurang, bolehlah ‘cuti diet’ sejenak, lalu nanti kamu akan melanjutkan lagi dietmu. Apakah strategi ini akan berhasil? Jawabnya: TIDAK!

Diet saja tanpa fitness akan menurunkan metabolisme dan membuat tubuhmu menjadi tidak energik, stamina menurun, bahkan membuat tubuhmu berada dalam posisi defensive. Dalam kondisi itu, tubuhmu akan memproduksi lebih banyak hormon dan enzim penyimpan lemak. Hal ini berarti, begitu anda lalai untuk diet, berat badan anda akan merangkak naik lagi.

Ada juga beberapa temanku yang, ketika kuajak untuk fitness bareng di gym karena dia mengeluh sudah diet tapi tetap gemuk, menjawab begini: “Aku gak mau olahraga, karena kalau suatu hari aku berhenti olahraga, berat badanku malah akan makin naik.” Dan ketika aku mengatakan bahwa dengan fitness, otot kita akan menjadi lebih kencang, seorang teman cewek menjawab: “Aku dulu pernah fitness, tapi begitu aku berhenti ototku malah kendur, jadi sekarang aku gak mau fitness lagi”.

Dalam hati aku hanya tertawa saja, karena aku teringat apa yang pernah kubaca di buku “Fat-Loss Not Weight-Loss” karangan dr. Phaidon L. Toruan. Dia juga mendapat pertanyaan senada dari salah satu muridnya, dan ini aku kutip jawaban beliau di buku itu: [quote]Kalau begitu, Anda tidak usah mandi. Nanti akan bau lagi. Mengapa kita harus mandi? Karena secara alamiah tubuh akan memproses energy, mengeluarkan keringat, belum lagi ditambah dengan asap kendaraan bermotor, sehingga kita akan bau kembali. Demikian juga dengan tubuh, setiap hari menimbun makanan dan mengalami proses penuaan. Apabila energy tersebut tidak dibakar maka dengan sendirinya akan tertimbun lagi, dan Anda pun akan gemuk lagi.[unquote]

Lalu bagaimana dengan iklan-iklan yang member janji “Berat badan turun dalam sekian minggu atau bulan”? Apakah setelah sekian minggu itu terlewati lalu anda bisa kembali pada kebiasaan anda sebelumnya? Jangan lupa, program penurunan berat badan tidak sama dengan mengecat mobil. Saat pengecatan sudah selesai, mobil anda jadi kinclong, lalu…ya sudah. Anda tak perlu melakukan apapun lagi. Diet yang sehat dan fitness tetap perlu dilakukan SEPANJANG HIDUP mu! Kalau tidak, sia-sia penurunan berat badan yang kamu perjuangkan itu, karena tak lama lagi beratmu pasti akan kembali kalau kamu melepaskan diet sehat dan fitnessmu. Tubuh perlu dijaga dan dikontrol. Aturannya tetaplah sama: jangan sampai kalori yang dikonsumsi lebih banyak dari yang dibuang. Jadi solusinya? Diet sehat DAN fitness atau olahraga lainnya.

Kalau mungkin tambahkan latihan beban karena latihan itu dapat menumbuhkan otot yang akan mengoptimalkan pembakaran lemak dalam tubuh, dan bonusnya: bentuk tubuh yang lebih kencang.


Tuesday, September 21, 2010

7 Cara Perbaiki Metabolismemu


Program penurunan berat badan atau weight loss amat bergantung pada yang namanya metabolisme tubuh. Kamu pasti sudah paham bahwa tingkat metabolisme tiap manusia itu berbeda. Ada orang yang udah makannya porsi besar, sering, tapi tetap saja kurus. Sebaliknya ada juga yang makannya udah dikurang-kurangi (kadang hingga menahan lapar) tapi masih saja gemuk (fenomena yang sering bikin iri ya?). Nah, aku ingin share 7 cara terbaik yang dapat kamu lakukan untuk memperbaiki metabolismemu. Meski cara-cara ini bukanlah sihir yang akan bikin beratmu tiba-tiba hilang, paling tidak metabolisme yang lebih baik dapat menurunkan berat badan lebih cepat menuju ke berat idealmu. Yuk kita lihat sama-sama...

1. Tidur yang cukup

Sebuah penelitian telah mengungkap bahwa wanita yang setiap hari tidur rata-rata 7 jam beratnya sekitar 5,5 pounds lebih ringan daripada mereka yang tidurnya hanya 5 jam atau malah kurang. Kurang tidur akan memperlambat metabolisme sehingga kemampuan tubuh untuk mengolah makanan sebagai energi berkurang, dan akibatnya makanan akan disimpan sebagai lemak. Hayoo..siapa yang masih suka memangkas jam tidur?

2. Hindarkan stress

Memang susah-susah gampang tips satu ini. Tapi, stress memang dapat membuat orang tidur lebih sedikit dan cenderung makan lebih banyak (untuk mendapat tambahan energi). Hal itu mengganggu proses kelenjar tiroid dalam menghasilkan hormon yang mengatur metabolisme. Akibatnya...berat badan naik, depresi dan kelelahan.

3. Selalu sarapan

Meninggalkan sarapan di pagi hari dapat memperlambat metabolisme. Usahakan untuk selalu sarapan, tapi pilih makanan yang mengandung protein. Kamu bisa melahap misalnya omelet dengan sayuran.

4. Banyak bergerak

Ini memang yang bikin makin banyak orang mengaku kegemukan. Kayaknya internet dan televisi serta teknologi canggih banyak menyumbangkan pengaruh membuat orang makin malas bergerak. Coba untuk mengurangi duduk. Saat menerima telepon, berjalan-jalanlah. Saat harus naik/turun beberapa lantai, pakailah tangga, bukan lift. Meski ada office boy di kantor atau asisten rumah tangga di rumah, berjalanlah sendiri ke dapur untuk mengambil minuman, misalnya.

5. Jauhilah junk food

Seperti kita tahu juga, junk food mengandung banyak gula, kayak kalori dan lemak jahat. Namun sebuah penelitian akhir-akhir ini mengungkapkan bahwa ada junk food dapat menstimulasi suatu gen dalam tubuh kita yang akan mendorong tubuh menyimpan kelebihan lemak sehingga menyebabkan kegemukan. Ingin makan sesuatu di luar jam makan? Pilihlah buah yang manis, jangan donat J.Co!!

6. Cek ulang diet dan fitnessmu

Setelah turun beberapa kg dari target, kamu merasa beratmu gak bisa turun lagi hingga mencapai target? Seolah program weight loss-mu nyangkut di satu titik? Itu karena dengan beratmu yang semakin ringan, kebutuhanmu akan kalori harusnya semakin kecil (karena tenaga yang kamu butuhkan turun). Cek ulang dietmu, mungkin kamu perlu makan lebih sehat lagi, dan cek juga latihanmu agar kamu dapat membakar kalori lebih banyak (kalau dulu kamu lebih banyak latihan cardio, sekarang perbanyaklah latihan beban).

7. Angatlah beban!

Jangan takut berlatih angkat beban. Latihan beban membakar lebih banyak kalori daripada latihan cardio dan aerobik manapun. Saat aerobik kamu hanya membakar lemak saat latihan. Tapi dengan membangun otot pada latihan beban, pembakaran kalori terjadi jauh setelah latihan usai. Bahkan saat kamu tidur sekalipun!

Jadi...tunggu apalagi, praktekkan tips di atas kalo kamu mau beratmu segera turun!


Sunday, September 12, 2010

Menurunkan Berat Badan Tanpa Makanan Hambar


Melihat budaya diet untuk menurunkan berat badan pada beberapa wanita, membuat kita berpikir bahwa diet itu adalah sebuah perjuangan, sebuah perlawanan, pemberontakan melawan rezim-rezim makanan lezat tinggi kalori dan lemak (akuilah..hampir semua makanan enak itu pasti tinggi kalori dan lemak). Para wanita ini begitu sibuk memikirkan tentang makanan yang harus dimakan, yang tidak boleh dimakan, dan bagaimana mereka ternyata menyukai makanan itu walaupun terasa hambar. Dalam hati aku bertanya, benarkah mereka tiba-tiba jadi penyuka makanan yang rasanya hambar, atau itu hanya sugesti untuk menunjukkan bahwa mereka 'sedang dalam masa perjuangan?' sehingga mereka harus menipu diri sendiri?

Sebenarnya menurunkan badan itu merupakan sebuah proses, bukan suatu tindakan dengan hasil instan. Jadi kalau ada iklan obat yang berbunyi "menurunkan berat badan dalam 4 minggu", jangan lagi tertipu. Karena bagaimanapun tubuh manusia itu perlu waktu untuk beradaptasi. Begitu juga dengan program diet. Diet juga merupakan proses perubahan pola makan seseorang.

Apakah diet itu berarti harus 'rela makan yang tidak enak' demi kesehatan? Sama sekali tidak! Justru ketika diet kita membutuhkan suasana hati dan suasana lingkungan yang nyaman agar program itu berhasil.

Dipaksa makan makanan yang hambar justru akan membuat kita merasa terbeban dan tersiksa saat ingin diet. Kita melakukannya dengan perasaan tertekan. Lalu bagaimana dengan kenyataan bahwa makanan enak itu biasanya mengandung kalori dan lemak yang ingin kita pangkas?

Well, kita bisa mencari pengganti rasa yang sedap pada makanan, alih-alih menghilangkannya.

Sebagai contoh, lemak yang menghasilkan rasa paling enak adalah lemak hewani. Bayangkan satu sendok makan mentega atau minyak yang akan kita pake menumis sayuran mengandung 100 hingga 125 kalori. Tapi itu bukan berarti kamu harus makan sayuran hambar. Kamu bisa berimprovisasi dengan membuat kaldu yang dihilangkan sebagian besar lemaknya (diamkan di lemari es hingga lemaknya menjadi padat di permukaan kaldu, lalu tinggal dibuang) untuk menumis sayuran sebagai ganti minyak atau mentega. Kamu juga bisa menambahkan kecap, kecap Inggris, air jeruk atau bahkan Tabasco pada masakan sayurmu. Nah, rasa jauh lebih penting daripada lemak kan?

Ada banyak cara untuk menghindari lemak tanpa harus mengorbankan rasa. Memang untuk itu kamu harus banyak berimprovisasi dan melakukan percobaan hingga ketemu rasa yang sesuai seleramu. Karena itu, program diet bukan menyiksa selera makanmu dengan makanan hambar tiap hari dengan harapan berat badanmu turun drastis dalam sekian minggu. Diet adalah proses adaptasi terhadap pola makan yang baru. Nikmati setiap prosesnya, dan jangan terlalu terpaku pada waktu. Ketika kamu sudah merasa nyaman dengan dietmu, dan diet itu sudah menjadi bagian dari gaya hidupmu, maka penurunan berat badan akan datang dengan sendirinya.

Dan jangan lupa untuk selalu berolah raga secara teratur. Karena diet saja tak dapat menurunkan berat badan. Imbangi dengan fitness ya!


Wednesday, August 25, 2010

Mau Sukses Diet Sehat?


Mau menurunkan berat badan tapi gagal melulu?

Mau mengurangi makan tapi gak sanggup hadapi godaannya?

Yuk terusin baca buat dapatkan rahasianya sukses berdiet dengan sehat…

Banyak yang menganggap diet itu = mengurangi makan a.k.a. menahan lapar.

SALAH besar! Kamu gak bisa memaksa tubuhmu seenaknya aja. Tubuhmu itu dibuat oleh Sang Pencipta dengan mekanisme sendiri. Ibaratnya mobil, kamu gak bisa paksa mobil untuk jalan terus ketika bensinnya abis (kecuali kalo mobilmu mobil jaman Flinstone yang mesinnya pake kaki ya, hehehe…). Tubuh manusia membutuhkan energi, dan energi didapat dari makanan. Saat tubuh telah menghabiskan cadangan energi dari apa yang kamu makan terakhir kali, ia akan memberi tanda pada otakmu, yaitu dengan yang namanya rasa lapar.

Pencernaan manusia juga punya kapasitas sendiri dalam mengolah makanan menjadi energi. Itu sebabnya kita gak boleh makan hingga kenyang, apalagi kekenyangan. Makan yang sehat adalah hingga 75-80% kenyang. Wah, gimana ngitungnya yah? Berdasarkan pengalaman aja. Kalo kamu makan 8 sendok, kamu akan kekenyangan, misalnya. Berarti coba dikurangi jadi 6 sendok. Kalo setelah 6 sendok kamu udah gak merasa lapar lagi, cobalah berhenti.

Selain itu, diet yang baik dan sehat adalah:

Makan dalam porsi kecil tapi sering

Diet model makan 6 kali sehari dalam porsi kecil ini akan justru membuat penurunan berat badan semakin cepat. Ada dua alasan:

1. Pembakaran kalori

Kalau kita sering makan, berarti pencernaan kita akan sering bekerja. Proses pencernaan membutuhkan kalori. Artinya, tiap kali makan, kita juga akan membakar kalori. Belum lagi kalori yang dibakar saat aktivitas lainnya. Jadi makin banyak frekuensi makan = makin banyak kalori yang dibakar. Hasilnya: gak ada atau sedikit sekali kalori yang disimpan sebagai lemak di tubuh (tubuh bebas lemak).

2. Gak sempat lapar

Kalau kita makan tiap katakanlah 2-3 jam sekali, kita gak akan sempat kelaparan. Lha baru aja merasa dikit lapar, eh..memang udah waktunya makan. Coba kalo kamu makan hanya 2x sehari, saat kelaparan setengah mati menunggu saat makan berikut, bisa-bisa malah kamu akan makan dalam porsi besar. Pencernaanmu gak sanggup mencerna semuanya, dan akhirnya sisa kalori itu akan disimpan sebagai lemak di tubuh. Akibatnya: “Aku sudah makan 2x sehari aja, tapi kok malah makin gemuk ya?” Tuh…kamu dah tahu kan sekarang sebabnya…

Aku share sedikit tentang apa aja yang aku makan dalam sehari ya,

05:15 Minum setengah gelas air diberi sesendok makan madu (buat menyegarkan badan)
06:30 Makan nasi 3 sendok + seporsi kecil lauk
08:30 Makan yogurt (sebagai pengganti susu karena aku intolerance terhadap susu)
10:00 Makan selembar roti tawar yang diisi selai buah atau gula aren
12:00 Makan sepiring nasi + lauk + sayur
14:00 Makan sebutir apel
15:00 Makan sepotong biscuit coklat (kalau udah laper, terutama kalo repot banget di kantor)
16:30 Makan selembar roti tawar lagi
18:00 Makan sepotong biscuit/kue
19:00 Makan nasi (porsi kecil) + lauk + sayur
21:00 Makan sepotong biscuit

Itu hanya contoh aja, karena kadang ada selingan makanan lain, sehingga mungkin ada menu yang dihilangkan. Dengan begitu, praktis aku gak akan merasa kelaparan banget (kan makannya sering).

Pokoknya, JANGAN makan kalau tidak merasa lapar! Kalau barusan makan tapi tiba-tiba terasa lapar, cobalah minum air putih. Kadang-kadang otak keliru menterjemahkan rasa haus itu ke dalam rasa lapar. Kalau habis minum air putih masih aja lapar, makan sepotong biscuit atau makanan lain yang rendah lemak. Manis tak apa tapi jangan yang kaya lemak kayak kue tart misalnya.

Teruskan kebiasaan ini meski beratmu udah berhasil turun, dan tambah dengan fitness, maka tubuhmu akan makin bugar dan sehat. Ribet banget ya? Emang iya, tapi kalo udah kebiasaan, semuanya OK aja kok! Yuk..mulai dengan diet yang sehat sejak hari ini!!


Saturday, August 21, 2010

Kurus vs Langsing

Nah, bukannya langsing itu sama dengan kurus?

Kurus biasanya identik dengan turunnya berat badan, jadi ukuran kurus berhubungan erat dengan angka yang ditunjukkan timbangan. Sedang langsing atau ramping adalah postur tubuh yang bebas lemak. Loh..kalo lemaknya hilang, kan berarti berat badan akan turun juga?

Aku dulu juga berpikir begitu. Tapi setelah pengalamanku melakukan fitness sekitar 5 tahun lalu, sekarang aku tahu di mana letak perbedaannya.

Sebelumnya aku pengen cerita dulu alasanku mulai fitness. Itu karena aku merasa tubuhku mulai agak berat, gak selincah dulu. Timbunan kecil lemak pun mulai bertebaran di sana-sini, dan ukuran pinggang dan pangkal lengan kok makin besar ya? Puncaknya adalah ketika penjahit langgananku mengomeli aku karena ukuran lingkar pinggangku terus bertambah (padahal kan aku bayar dia buat menjahit pakaian sesuai ukuran badanku ya, kok jadi dia yang sewot karena aku makin gemuk??). Namun itu akhirnya membuatku sadar bahwa aku harus melakukan sesuatu untuk menyetop pertambahan ukuran tubuh plus berat badan. Maka aku pun lalu menjadi member sebuah gym.

Ini foto sebelum aku fitness, fotoku yang paling gemuk. Memang dengan model baju itu gak terlihat perut dan pinggang yang membesar (kan justru baju itu aku pilih biar menutupi kegendutanku!). Tapi coba perhatikan pangkal lenganku yang ‘berisi’ itu (yee..berisinya berisi lemak!). Kalau tak salah waktu itu berat badanku sekitar 45,5 hingga 46 kg.

Saat menjalani fitness, aku tiap kali latihan di gym selalu naik ke timbangan. Memeriksa, udah berapa kg yang hilang. Setelah sekitar dua bulan latihan, lumayanlah turun 0,5 kg. Saat itu aku diberitahu untuk tidak terlalu fokus pada angka di timbangan. “Fokuslah pada pembentukan ototnya”, begitu tiap kali koh Yongki, instrukturku kala itu sering berkata.

Dan memang, pada akhirnya beratku mentok di kisaran 44,5 kg. Jadi kalau dihitung-hitung hanya 1 kg yang hilang dari beratku semula. Tapi anehnya…banyak kawan yang sudah lama tak melihatku selalu berseru kepadaku: “Hah..kamu kok kurus sekarang?”. Aku selalu saja sewot dan membalas: “Memangnya dulu aku gendutnya kayak apa sih?”. Bahkan ada seorang teman cowok yang bilang bahwa paling tidak aku lebih kurus sekitar 3 kg.

Mengapa begitu?

Di bawah ini fotoku setelah fitness. Coba perhatikan bentuk tanganku yang lebih terlihat padat (sebenarnya bagian tubuh lainnya juga, bukan hanya lengan. Pinggang, perut, pantat dan paha). Apa yang terjadi sebenarnya?


Latihan beban yang kulakukan selama fitness berfungsi untuk membangun otot. Dan dengan bertambahnya massa otot, massa lemak pun berkurang karena pembentukan otot itu membutuhkan lemak sebagai bahan bakar. Jadi pembentukan otot = pembakaran lemak. Tempat di tubuhku yang tadinya diisi lemak, sekarang digantikan oleh otot. Nah, karena massa otot memakan tempat lebih sedikit dari massa lemak, maka dengan sendirinya, dengan berat badan yang sama, bentuk tubuh akan menjadi lebih langsing atau ramping.

Jadi….jangan hanya meributkan jarum timbangan saja mulai sekarang! Kalau kamu mau fitness dan berlatih beban, maka tubuhmu akan terlihat lebih langsing dan padat, gak peduli berapa angka yang ditunjukkan timbanganmu. Alhasil, semua orang bakal nyeletuk: “Kamu sekarang kurusan ya?” Padahal dalam hati kau akan tertawa kalo mengingat sebenarnya timbanganmu gak beda-beda amat dengan sebelumnya… Makanya mulailah fitness biar tubuhmu makin langsing, bukan makin kurus ya!


Friday, August 20, 2010

Bisakah Kurus Dengan Diet?


Apakah kalimat-kalimat semacam ini pernah dilontarkan oleh teman-temanmu? Atau bahkan kau pun pernah mengeluhkan hal yang sama?

“Heran, aku udah ngurangin makan nasi. Malah malem aku gak makan apa-apa. Kok masih gak bisa kurus ya?”

“Ah percuma! Aku udah diet tapi malah beratku naik. Sekarang…balik lagi deh makan kayak biasa..”

Lalu kita jadi bertanya-tanya, apakah semua artikel yang pernah kita baca di majalah wanita dan iklan-iklan obat diet yang bertebaran di mana-mana itu hanya hoax semata? Logikanya kan makan itu bikin gemuk (buktinya kalo anak kecil dikasih makanan yang bergizi, badannya jadi montok, sebailknya anak yang kurang gizi jadi kurus). Jadi, kalo makan dikurangi kan logikanya berat badan harusnya turun?

Seringkali kita merasa udah pake logika, apa daya ternyata logika yang dipake salah.

Diet memang dapat memangkas kalori dan lemak yang masuk ke tubuh kita. Kalau kamu giat melakukan diet rendah lemak rendah kalori selama katakanlah sebulan, memang berat badanmu akan turun. Tapi kan tak selamanya orang bisa menahan nafsu makan. Gimana kalo ada pesta dan kamu tak tahan untuk menyantap makanan yang full kalori? Berat badanmu pasti akan naik lagi. Kalaupun kamu tetap berdisiplin, akhirnya saat kamu merasa kelaparan dan tidak fit, kamu akan cenderung makan lebih banyak dari seharusnya. Maka beratmu pun akan nambah lagi.

Nah, kalau mau penurunan berat badan itu konstan hingga waktu lama, kombinasikan dietmu dengan melakukan fitness, terutama latihan beban yang membangun otot. Karena pembentukan otot itu membutuhkan kalori, dan proses pembakaran ini tetap berlangsung meski kamu sedang tidur. Karena itulah berat badanmu dijamin akan seimbang asal kamu tetap mempertahankan diet yang sehat dan fitness yang seimbang.

Jadi, dalam jangka panjang, kalau kamu disuruh memilih: mengurangi makan secara konsisten atau menambah porsi fitness secara konsisten, fitness lah yang akan memberikan hasil penurunan berat badan yang terbaik. Kesimpulannya: diet bisa menurunkan berat badan, tapi hanya fitness yang bisa menjaga berat badanmu itu stabil. Gimana? sudah siap untuk melakukan fitness??

Mungkin anda akan balik bertanya: “Tapi aku sudah mencoba fitness selama sekian bulan, kok beratku tetap aja ya?”. Nah…tunggu jawabannya di posting lain di blog ini ya!