Fanda and Fitness
Seorang wanita yang semangat melakukan fitness demi kesehatan dan pembentukan tubuh!
Categories
abs exercise
(4)
back exercise
(5)
breast exercise
(1)
butts exercise
(4)
cardio exercise
(4)
chest exercise
(4)
fitness diary
(15)
health
(4)
kisah yang tercecer
(7)
legs exercise
(6)
motivasi fitness
(3)
shoulder exercise
(2)
stretching
(2)
thigh exercise
(4)
tips diet
(9)
tips fitness
(18)
triceps exercise
(2)
weight loss
(6)
woman tips
(1)
Followers
Get My Fitness Latest News
Most Popular Posts
Female & Health Blogs
-
-
Halo dunia!3 years ago
-
jasa pembuatan website4 years ago
-
-
Selamat Idul Fitri 1440 H 2019 M7 years ago
-
Nomor Panggilan Darurat Balikpapan8 years ago
-
-
2017 Reading List9 years ago
-
-
Berani Bermimpi12 years ago
-
-
-
-
-
Binahong Daun Ajaib Multi Guna16 years ago
-
FDA Menyetujui Alat Diagnostik HIV16 years ago
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Blog Archive
Showing posts with label tips diet. Show all posts
Showing posts with label tips diet. Show all posts
Friday, December 3, 2010
Makan Apa Sesudah Exercise?
2:49 PM | Posted by
Fanda Classiclit |
Edit Post

Maaf teman-teman, beberapa minggu terakhir aku jadi jarang mengupdate blog ini. Bukan karena aku telah berhenti fitness, melainkan karena ada kesibukan yang menyita waktu banget. Soal fitness? Jalan terus dong! Dan sekarang aku mau berbagi sedikit informasi yang berawal dari pengamatanku saat ngegym. Biasa kan, sambil ngegym memperhatikan suasana sekitar?
Nah, beberapa hari lalu saat asyik latihan beban, tiba-tiba tercium bau harum. Bukan harum parfum, tapi harum pisang goreng hangat yang baru keluar dari penggorengan. *tarik napaas…ahhh* Bayangkan, saat itu sore menjelang malam, aku sudah berlatih sekitar 1 jam..tenaga sudah terkuras dan perut mulai keroncongan. Eh…dapat bau harum pula. Langsung kuedarkan pandangan, dan ternyata memang ada 2 mbak-mbak staff gym yang masuk ke ruang gym, salah satunya membawa nampan berisi beberapa pisang goreng bertabur keju dan kue lainnya yang ditata di sebuah piring. Dan mereka menuju ke ruang yoga, terus longak-longok di depan kaca yang membatasi ruang yoga dan ruang gym sambil salah satu mbak itu menunjuk-nunjuk ke dalam. Mungkin ada ibu yang pesan camilan tapi lalu ditinggal latihan?
Lalu aku jadi berpikir, apa bagus yah makan camilan goreng-gorengan begitu sesaat sesudah exercise? Dan sesudah browsing dan membaca di sana-sini, inilah yang kudapat,
Karbohidrat
Setelah exercise, kita kehilangan energy dan… glikogen atau bahan bakarnya otot. Ingat kan, bahwa otot adalah salah satu alat pembakar lemak yang paling ampuh di tubuhmu? Nah, untuk mengganti glikogen yang hilang saat latihan, kita membutuhkan karbohidrat.
Protein
Setelah latihan beban, otot kita bisa diumpamakan rusak. Untuk memperbaiki kerusakan ini kita butuh protein.
Lalu berapa banyak yang kita butuhkan?
Perbandingannya adalah 4:1, 4 untuk karbohidrat dan 1 untuk protein. Mengkonsumsi protein terlalu banyak akan memperlambat rehidrasi dan perbaikan glikogen.
Jadi, untuk kamu yang sengaja gak mau makan nasi setelah exercise, sekarang kamu tahu bahwa makan setelah exercise itu penting banget. Bukan hanya makan ala kadarnya saja, tapi konsumsilah karbohidrat dan protein yang sehat. Aku ingat temanku yang pernah terheran-heran mendengar bahwa aku makan nasi sepulang fitness. Dia : “Trus buat apa kamu susah-susah latihan kalo abis itu diisi makanan lagi?“. Itu pandangan yang sangat keliru.
Lalu kapan harus makan? Usahakan dalam waktu 2 jam setelah selesai exercise kamu sudah mengisi perut.
Lalu gimana dengan cemilan pisang goreng yang menggoda tadi? Sebenarnya tidak berbahaya sih makan camilan gorengan itu, tapi kalau kamu care terhadap kesehatan dan/atau pembentukan tubuh, lebih baik langsung aja pulang ke rumah sehabis fitness, dan makan nasi beserta lauk yang pasti mengandung karbohidrat + protein dan menyehatkan. Setuju?
Nah, beberapa hari lalu saat asyik latihan beban, tiba-tiba tercium bau harum. Bukan harum parfum, tapi harum pisang goreng hangat yang baru keluar dari penggorengan. *tarik napaas…ahhh* Bayangkan, saat itu sore menjelang malam, aku sudah berlatih sekitar 1 jam..tenaga sudah terkuras dan perut mulai keroncongan. Eh…dapat bau harum pula. Langsung kuedarkan pandangan, dan ternyata memang ada 2 mbak-mbak staff gym yang masuk ke ruang gym, salah satunya membawa nampan berisi beberapa pisang goreng bertabur keju dan kue lainnya yang ditata di sebuah piring. Dan mereka menuju ke ruang yoga, terus longak-longok di depan kaca yang membatasi ruang yoga dan ruang gym sambil salah satu mbak itu menunjuk-nunjuk ke dalam. Mungkin ada ibu yang pesan camilan tapi lalu ditinggal latihan?
Lalu aku jadi berpikir, apa bagus yah makan camilan goreng-gorengan begitu sesaat sesudah exercise? Dan sesudah browsing dan membaca di sana-sini, inilah yang kudapat,
Karbohidrat
Setelah exercise, kita kehilangan energy dan… glikogen atau bahan bakarnya otot. Ingat kan, bahwa otot adalah salah satu alat pembakar lemak yang paling ampuh di tubuhmu? Nah, untuk mengganti glikogen yang hilang saat latihan, kita membutuhkan karbohidrat.
Protein
Setelah latihan beban, otot kita bisa diumpamakan rusak. Untuk memperbaiki kerusakan ini kita butuh protein.
Lalu berapa banyak yang kita butuhkan?
Perbandingannya adalah 4:1, 4 untuk karbohidrat dan 1 untuk protein. Mengkonsumsi protein terlalu banyak akan memperlambat rehidrasi dan perbaikan glikogen.
Jadi, untuk kamu yang sengaja gak mau makan nasi setelah exercise, sekarang kamu tahu bahwa makan setelah exercise itu penting banget. Bukan hanya makan ala kadarnya saja, tapi konsumsilah karbohidrat dan protein yang sehat. Aku ingat temanku yang pernah terheran-heran mendengar bahwa aku makan nasi sepulang fitness. Dia : “Trus buat apa kamu susah-susah latihan kalo abis itu diisi makanan lagi?“. Itu pandangan yang sangat keliru.
Lalu kapan harus makan? Usahakan dalam waktu 2 jam setelah selesai exercise kamu sudah mengisi perut.
Lalu gimana dengan cemilan pisang goreng yang menggoda tadi? Sebenarnya tidak berbahaya sih makan camilan gorengan itu, tapi kalau kamu care terhadap kesehatan dan/atau pembentukan tubuh, lebih baik langsung aja pulang ke rumah sehabis fitness, dan makan nasi beserta lauk yang pasti mengandung karbohidrat + protein dan menyehatkan. Setuju?
Monday, October 11, 2010
Weight Loss = Diet + Fitness
8:22 AM | Posted by
Fanda Classiclit |
Edit Post

Ada banyak cara untuk menjalankan program weight-loss atau penurunan berat badan. Tapi kebanyakan orang (terutama wanita) hanya menjalankan salah satu cara saja: DIET. Seperti yang pernah kutulis tentang bisakah kita kurus dengan diet, diet memang bisa menghasilkan penurunan berat badan yang signifikan pada saat-saat awal (terutama kalau kamu memang mengalami obesitas). Tapi setelah itu biasanya orang mengendorkan dietnya karena merasa toh berat badan sudah berkurang, bolehlah ‘cuti diet’ sejenak, lalu nanti kamu akan melanjutkan lagi dietmu. Apakah strategi ini akan berhasil? Jawabnya: TIDAK!
Diet saja tanpa fitness akan menurunkan metabolisme dan membuat tubuhmu menjadi tidak energik, stamina menurun, bahkan membuat tubuhmu berada dalam posisi defensive. Dalam kondisi itu, tubuhmu akan memproduksi lebih banyak hormon dan enzim penyimpan lemak. Hal ini berarti, begitu anda lalai untuk diet, berat badan anda akan merangkak naik lagi.
Ada juga beberapa temanku yang, ketika kuajak untuk fitness bareng di gym karena dia mengeluh sudah diet tapi tetap gemuk, menjawab begini: “Aku gak mau olahraga, karena kalau suatu hari aku berhenti olahraga, berat badanku malah akan makin naik.” Dan ketika aku mengatakan bahwa dengan fitness, otot kita akan menjadi lebih kencang, seorang teman cewek menjawab: “Aku dulu pernah fitness, tapi begitu aku berhenti ototku malah kendur, jadi sekarang aku gak mau fitness lagi”.
Dalam hati aku hanya tertawa saja, karena aku teringat apa yang pernah kubaca di buku “Fat-Loss Not Weight-Loss” karangan dr. Phaidon L. Toruan. Dia juga mendapat pertanyaan senada dari salah satu muridnya, dan ini aku kutip jawaban beliau di buku itu: [quote]Kalau begitu, Anda tidak usah mandi. Nanti akan bau lagi. Mengapa kita harus mandi? Karena secara alamiah tubuh akan memproses energy, mengeluarkan keringat, belum lagi ditambah dengan asap kendaraan bermotor, sehingga kita akan bau kembali. Demikian juga dengan tubuh, setiap hari menimbun makanan dan mengalami proses penuaan. Apabila energy tersebut tidak dibakar maka dengan sendirinya akan tertimbun lagi, dan Anda pun akan gemuk lagi.[unquote]
Lalu bagaimana dengan iklan-iklan yang member janji “Berat badan turun dalam sekian minggu atau bulan”? Apakah setelah sekian minggu itu terlewati lalu anda bisa kembali pada kebiasaan anda sebelumnya? Jangan lupa, program penurunan berat badan tidak sama dengan mengecat mobil. Saat pengecatan sudah selesai, mobil anda jadi kinclong, lalu…ya sudah. Anda tak perlu melakukan apapun lagi. Diet yang sehat dan fitness tetap perlu dilakukan SEPANJANG HIDUP mu! Kalau tidak, sia-sia penurunan berat badan yang kamu perjuangkan itu, karena tak lama lagi beratmu pasti akan kembali kalau kamu melepaskan diet sehat dan fitnessmu. Tubuh perlu dijaga dan dikontrol. Aturannya tetaplah sama: jangan sampai kalori yang dikonsumsi lebih banyak dari yang dibuang. Jadi solusinya? Diet sehat DAN fitness atau olahraga lainnya.
Kalau mungkin tambahkan latihan beban karena latihan itu dapat menumbuhkan otot yang akan mengoptimalkan pembakaran lemak dalam tubuh, dan bonusnya: bentuk tubuh yang lebih kencang.
Wednesday, September 15, 2010
Mengatasi Godaan Makan Di Luar Selama Diet
2:10 PM | Posted by
Fanda Classiclit |
Edit Post

Tahu gak, godaan yang mungkin paling berat bagi orang yang lagi menjalani program diet? Makan di luar. Makan di luar bukan hanya ketika kamu pengen jajan atau wisata kuliner saja. Makan di luar termasuk juga acara lunch atau dinner yang diadakan oleh tempat kerjamu, acara pesta ultah, kawin dsb, acara seminar yang (pasti) ada makanannya, acara reuni (yang sekarang menjamur) yang biasanya diadakan juga di tempat makan atau cafe. Dan yang terakhir adalah di tempat kerja.
Kita tak mungkin menghindar dari acara-acara social gathering semacam itu. Lalu bagaimana kalau makanan yang dihidangkan tidak sesuai dan sejalan dengan diet yang sedang kita jalankan? Jangan putus asa, ada beberapa kiat yang bisa kamu ikuti.
Batasi acara sosial
Kalau menghindar tak mungkin, coba untuk membatasi acara-acara sosial kamu yang melibatkan acara makan-makan. Atau kalau tak mungkin, makanlah dulu di rumah lalu datang terlambat di acara itu saat semua orang sudah makan. Kau bisa mengelak dari tawaran makan dengan alasan sudah makan.
Rencanakan fitness dan diet
Undangan acara sosial biasanya beberapa hari di depan. Sebelum hari H kamu bisa merencanakan perlakuan khusus sebelum menyantap makanan tinggi kalori/lemak yang akan disajikan di acara itu. Tambah waktu fitness kamu, dan selama 2 hari sebelum hari H, santaplah makanan yang 'ringan' dan 'sehat'. Benar-benar hindari lemak dan kalori agar kamu tak kelebihan kalori sekaligus bisa menikmati saat-saat menyenangkan di acara sosialmu.
Jangan habiskan makanan sisa
Pada acara-acara tertentu, si tuan rumah sudah menghidangkan makanan dalam porsi tertentu di piring. Sebelum makan, periksalah dahulu apakah porsi itu sesuai porsi anda. Bila tidak, pisahkan porsi anda dan habiskan porsi itu. Tinggalkan sisanya di piring, jangan habiskan hanya karena sungkan. Anda bisa segera memberikan piring kepada pelayan atau membawanya sendiri ke dapur/tempat menumpuk piring kotor. Dengan begitu, diet anda pun tetap selamat dan anda tetap menghormati si tuan rumah.
Ketika makan di restoran dan porsinya terlalu besar, makanlah sesuai porsimu dan minta pelayan untuk membungkus sisanya untuk kau bawa pulang kalau kamu tak mau ada sisa di piringmu. Sisa itu bisa kau berikan pada hewan peliharaanmu di rumah, jangan kau makan sendiri setibanya di rumah loh!!
Cicipi makanan 'jahat', pilih makanan 'baik' di pesta prasmanan
Saat seb
uah pesta keluarga atau reuni menghidangkan makanan prasmanan, anda boleh memilih makanan yang berkalori atau lemak tinggi sedikit saja, hanya untuk mencicipi (kadang-kadang tuan rumah punya masakan spesial dan akan tersinggung kalau kamu gak mau mencicipi). Untuk makanan utama, puaskan rasa lapar anda dengan makanan yang sehat yang sesuai diet anda. Dan yang pasti, fokuslah pada teman-teman atau keluarga yang jarang anda temui itu. Jangan pergi ke acara sosial karena makanannya!Peganglah kendali di restoran
Saat ada acara keluarga atau bersama rekan kerja di restoran, seringkali kita tak bisa memilih restoran tertentu yang sesuai dengan diet kita. Jangan menolak, tapi kamu harus jeli dalam memilih hidangan yang hendak dipesan. Telitilah apakah ada makanan yang 'ringan' dan sehat yang sesuai diet anda baik dalam hal kandungan maupun porsinya. Atau, kalau tak ada, pesanlah dua makanan pembuka (misalnya salad dan sup). Mintalah agar bahan tambahan (saus, mentega, krim asam dll) ditempatkan terpisah. Kalau tak mungkin, mintalah porsi bahan tambahan dikurangi khusus untukmu.
Pertimbangkan perbedaan makan di rumah
Rumahmu juga bisa menjadi pusat godaan diet yang berbahaya. Itu kalau kebiasaan anggota keluarga lain di rumah itu berbeda dengan dietmu. Alih-alih minta mereka mengikuti dietmu (kalau mereka mau oke aja sih, tapi 90% pasti tak mau!) atau menyerah dan mengikuti cara makan mereka, aturlah sedemikian rupa agar makanan yang sesuai dietmu lebih mudah kau lihat dan kau raih. Pisahkan makanan yang tak sesuai dietmu dan cari penyimpanan yang tak mudah kau jangkau. Bila kamu memasak makanan untuk orang lain yang tak sesuai dietmu, pisahkan masakan untuk dirimu sendiri yang sesuai dietmu.
Bawa camilan sendiri ke kantor
Ada kantor yang punya kantin atau kafetaria, ada juga yang dekat dengan penjual makanan. Tapi belum tentu makanan yang tersedia sesuai dengan dietmu. Cara paling ampuh untuk mencegahmu kelaparan dan terpaksa membeli makanan tak sehat, rencanakan dan bawalah sendiri camilan dari rumah.
Belilah camilan yang sehat dan rendah kalori (tapi jangan saat kau lapar) untuk simpanan di rumah. Siapkan dalam wadah-wadah kecil yang sesuai porsi dietmu untuk kau bawa ke tempat kerja. Hal yang sama berlaku untuk di rumah. Dengan membatasi porsi, takkan ada resiko kamu nyemil terlalu banyak tanpa terasa (sambil asyik ngobrol misalnya..).
Semoga dengan cara-cara di atas, kamu tetap bisa mengontrol dietmu dengan baik, sambil tetap memelihara hubungan sosial yang baik dengan teman, rekan kerja, dan keluarga. Bagaimana pun juga, sehat lahir dan batin adalah kesehatan yang paling ideal buat kita kan? Selamat berdiet!
Labels:
tips diet
|
7
comments
Sunday, September 12, 2010
Menurunkan Berat Badan Tanpa Makanan Hambar
3:28 PM | Posted by
Fanda Classiclit |
Edit Post

Melihat budaya diet untuk menurunkan berat badan pada beberapa wanita, membuat kita berpikir bahwa diet itu adalah sebuah perjuangan, sebuah perlawanan, pemberontakan melawan rezim-rezim makanan lezat tinggi kalori dan lemak (akuilah..hampir semua makanan enak itu pasti tinggi kalori dan lemak). Para wanita ini begitu sibuk memikirkan tentang makanan yang harus dimakan, yang tidak boleh dimakan, dan bagaimana mereka ternyata menyukai makanan itu walaupun terasa hambar. Dalam hati aku bertanya, benarkah mereka tiba-tiba jadi penyuka makanan yang rasanya hambar, atau itu hanya sugesti untuk menunjukkan bahwa mereka 'sedang dalam masa perjuangan?' sehingga mereka harus menipu diri sendiri?
Sebenarnya menurunkan badan itu merupakan sebuah proses, bukan suatu tindakan dengan hasil instan. Jadi kalau ada iklan obat yang berbunyi "menurunkan berat badan dalam 4 minggu", jangan lagi tertipu. Karena bagaimanapun tubuh manusia itu perlu waktu untuk beradaptasi. Begitu juga dengan program diet. Diet juga merupakan proses perubahan pola makan seseorang.
Apakah diet itu berarti harus 'rela makan yang tidak enak' demi kesehatan? Sama sekali tidak! Justru ketika diet kita membutuhkan suasana hati dan suasana lingkungan yang nyaman agar program itu berhasil.
Dipaksa makan makanan yang hambar justru akan membuat kita merasa terbeban dan tersiksa saat ingin diet. Kita melakukannya dengan perasaan tertekan. Lalu bagaimana dengan kenyataan bahwa makanan enak itu biasanya mengandung kalori dan lemak yang ingin kita pangkas?
Well, kita bisa mencari pengganti rasa yang sedap pada makanan, alih-alih menghilangkannya.
Sebagai contoh, lemak yang menghasilkan rasa paling enak adalah lemak hewani. Bayangkan satu sendok makan mentega atau minyak yang akan kita pake menumis sayuran mengandung 100 hingga 125 kalori. Tapi itu bukan berarti kamu harus makan sayuran hambar. Kamu bisa berimprovisasi dengan membuat kaldu yang dihilangkan sebagian besar lemaknya (diamkan di lemari es hingga lemaknya menjadi padat di permukaan kaldu, lalu tinggal dibuang) untuk menumis sayuran sebagai ganti minyak atau mentega. Kamu juga bisa menambahkan kecap, kecap Inggris, air jeruk atau bahkan Tabasco pada masakan sayurmu. Nah, rasa jauh lebih penting daripada lemak kan?
Ada banyak cara untuk menghindari lemak tanpa harus mengorbankan rasa. Memang untuk itu kamu harus banyak berimprovisasi dan melakukan percobaan hingga ketemu rasa yang sesuai seleramu. Karena itu, program diet bukan menyiksa selera makanmu dengan makanan hambar tiap hari dengan harapan berat badanmu turun drastis dalam sekian minggu. Diet adalah proses adaptasi terhadap pola makan yang baru. Nikmati setiap prosesnya, dan jangan terlalu terpaku pada waktu. Ketika kamu sudah merasa nyaman dengan dietmu, dan diet itu sudah menjadi bagian dari gaya hidupmu, maka penurunan berat badan akan datang dengan sendirinya.
Dan jangan lupa untuk selalu berolah raga secara teratur. Karena diet saja tak dapat menurunkan berat badan. Imbangi dengan fitness ya!
Sebenarnya menurunkan badan itu merupakan sebuah proses, bukan suatu tindakan dengan hasil instan. Jadi kalau ada iklan obat yang berbunyi "menurunkan berat badan dalam 4 minggu", jangan lagi tertipu. Karena bagaimanapun tubuh manusia itu perlu waktu untuk beradaptasi. Begitu juga dengan program diet. Diet juga merupakan proses perubahan pola makan seseorang.
Apakah diet itu berarti harus 'rela makan yang tidak enak' demi kesehatan? Sama sekali tidak! Justru ketika diet kita membutuhkan suasana hati dan suasana lingkungan yang nyaman agar program itu berhasil.
Dipaksa makan makanan yang hambar justru akan membuat kita merasa terbeban dan tersiksa saat ingin diet. Kita melakukannya dengan perasaan tertekan. Lalu bagaimana dengan kenyataan bahwa makanan enak itu biasanya mengandung kalori dan lemak yang ingin kita pangkas?
Well, kita bisa mencari pengganti rasa yang sedap pada makanan, alih-alih menghilangkannya.
Sebagai contoh, lemak yang menghasilkan rasa paling enak adalah lemak hewani. Bayangkan satu sendok makan mentega atau minyak yang akan kita pake menumis sayuran mengandung 100 hingga 125 kalori. Tapi itu bukan berarti kamu harus makan sayuran hambar. Kamu bisa berimprovisasi dengan membuat kaldu yang dihilangkan sebagian besar lemaknya (diamkan di lemari es hingga lemaknya menjadi padat di permukaan kaldu, lalu tinggal dibuang) untuk menumis sayuran sebagai ganti minyak atau mentega. Kamu juga bisa menambahkan kecap, kecap Inggris, air jeruk atau bahkan Tabasco pada masakan sayurmu. Nah, rasa jauh lebih penting daripada lemak kan?
Ada banyak cara untuk menghindari lemak tanpa harus mengorbankan rasa. Memang untuk itu kamu harus banyak berimprovisasi dan melakukan percobaan hingga ketemu rasa yang sesuai seleramu. Karena itu, program diet bukan menyiksa selera makanmu dengan makanan hambar tiap hari dengan harapan berat badanmu turun drastis dalam sekian minggu. Diet adalah proses adaptasi terhadap pola makan yang baru. Nikmati setiap prosesnya, dan jangan terlalu terpaku pada waktu. Ketika kamu sudah merasa nyaman dengan dietmu, dan diet itu sudah menjadi bagian dari gaya hidupmu, maka penurunan berat badan akan datang dengan sendirinya.
Dan jangan lupa untuk selalu berolah raga secara teratur. Karena diet saja tak dapat menurunkan berat badan. Imbangi dengan fitness ya!
Friday, September 10, 2010
Coklat, Kudapan Untuk Diet
3:01 PM | Posted by
Fanda Classiclit |
Edit Post

Masih banyak wanita yang menghindari makanan yang bernama ‘coklat’. Menganggap coklat ‘makanan terlarang’, yang bisa bikin tubuh makin melar. Akhirnya mereka hanya bisa ngiler tiap kali melihat sebatang coklat, atau kalaupun sampai tak tahan untuk menikmati coklat, mereka akan merasa sangat bersalah sesudahnya. Apa kamu pernah mengalaminya juga?
Jangan timpakan kesalahan pada coklat, timpakan kesalahan pada pengetahuan anda yang masih kurang tentang makanan ‘cinta’ ini! Kali ini yuk kita mengubek-ubek sebatang coklat, untuk menemukan bahwa coklat bukan makanan yang ‘jahat’. Bahkan kalau anda sedang diet, coklat disarankan untuk menjadi kudapan sehari-hari yang gak bakal bikin gemuk. Gimana bisa? Yuk terusin bacanya…
Coklat adalah makanan yang padat energi. Tapi apakah coklat bikin tubuh kita gemuk? Tidak, asal kita mengkonsumsinya dalam proporsi yang baik secara teratur. Tiap haripun boleh kalo gak bosan, asal…
1. Jumlah cokla
t yang kamu makan sehari maksimal 50 gram.
2. Pilih coklat batangan yang tanpa campuran biscuit, susu dsb (dark chocolate yang paling baik).
3. Pilih yang terbagi menjadi beberapa segmen (sehingga kamu bisa mematahkan bagian-bagiannya).
4. Kalau udah makan coklat sebagai kudapan, JANGAN ngemil lainnya lagi.
5. Kalau kamu pengen makanan penutup yang lain, kurangi coklat menjadi hanya 1-2 segmen saja.
Tapi kenapa sih kok harus memilih coklat sebagai kudapan hidangan penutup? (Selain karena coklat rasanya enak ya!).
Dibandingkan dengan hidangan penutup lain yang berupa kue-kue dari bahan karbohidrat, coklat memang lebih aman untuk diet. Karbohidrat memacu produksi insulin dalam tubuh kita, yang akhirnya meningkatkan nafsu makan kita. Jadi jangan heran kalau setelah menghabiskan sepotong kue kecil, kamu tiba-tiba pengen nambah lagi hingga akhirnya bisa menghabiskan 2-3 potong. Sedang kalau kamu makan coklat, makan 2 segmen coklat batangan aja akan sudah membuatmu puas. Jadi kalau kamu mengganti kudapan kuemu dengan coklat, kamu akan makan relatif lebih sedikit.
Selain itu, lemak yang ada dalam kokoa (bahan dasar coklat) berasal dari tanaman, dan mengandung asam oleat yang terdapat juga pada minyak zaitun. Minyak zaitun berkhasiat untuk mengurangi resiko kanker payudara berkat kandungan asam oleatnya itu. Jadi…selain nikmat dan gak bikin kamu gemuk, coklat ternyata menyehatkan juga loh!
Jadi…jangan kuatir lagi untuk makan coklat meski sedang diet. Asal coklat itu tetap berupa coklat (bukan dalam kue coklat atau tart coklat atau minuman krim coklat ya!), dan jumlahnya kamu batasi. Selamat berburu coklat deh!! *Jangan lupa bagi-bagi kesini yah…*
Dan jangan lupa juga, selain menjaga asupan makanan, rajin-rajinlah berlatih beban untuk membakar kalori dalam tubuhmu.
Jangan timpakan kesalahan pada coklat, timpakan kesalahan pada pengetahuan anda yang masih kurang tentang makanan ‘cinta’ ini! Kali ini yuk kita mengubek-ubek sebatang coklat, untuk menemukan bahwa coklat bukan makanan yang ‘jahat’. Bahkan kalau anda sedang diet, coklat disarankan untuk menjadi kudapan sehari-hari yang gak bakal bikin gemuk. Gimana bisa? Yuk terusin bacanya…
Coklat adalah makanan yang padat energi. Tapi apakah coklat bikin tubuh kita gemuk? Tidak, asal kita mengkonsumsinya dalam proporsi yang baik secara teratur. Tiap haripun boleh kalo gak bosan, asal…
1. Jumlah cokla
t yang kamu makan sehari maksimal 50 gram.2. Pilih coklat batangan yang tanpa campuran biscuit, susu dsb (dark chocolate yang paling baik).
3. Pilih yang terbagi menjadi beberapa segmen (sehingga kamu bisa mematahkan bagian-bagiannya).
4. Kalau udah makan coklat sebagai kudapan, JANGAN ngemil lainnya lagi.
5. Kalau kamu pengen makanan penutup yang lain, kurangi coklat menjadi hanya 1-2 segmen saja.
Tapi kenapa sih kok harus memilih coklat sebagai kudapan hidangan penutup? (Selain karena coklat rasanya enak ya!).
Dibandingkan dengan hidangan penutup lain yang berupa kue-kue dari bahan karbohidrat, coklat memang lebih aman untuk diet. Karbohidrat memacu produksi insulin dalam tubuh kita, yang akhirnya meningkatkan nafsu makan kita. Jadi jangan heran kalau setelah menghabiskan sepotong kue kecil, kamu tiba-tiba pengen nambah lagi hingga akhirnya bisa menghabiskan 2-3 potong. Sedang kalau kamu makan coklat, makan 2 segmen coklat batangan aja akan sudah membuatmu puas. Jadi kalau kamu mengganti kudapan kuemu dengan coklat, kamu akan makan relatif lebih sedikit.
Selain itu, lemak yang ada dalam kokoa (bahan dasar coklat) berasal dari tanaman, dan mengandung asam oleat yang terdapat juga pada minyak zaitun. Minyak zaitun berkhasiat untuk mengurangi resiko kanker payudara berkat kandungan asam oleatnya itu. Jadi…selain nikmat dan gak bikin kamu gemuk, coklat ternyata menyehatkan juga loh!
Jadi…jangan kuatir lagi untuk makan coklat meski sedang diet. Asal coklat itu tetap berupa coklat (bukan dalam kue coklat atau tart coklat atau minuman krim coklat ya!), dan jumlahnya kamu batasi. Selamat berburu coklat deh!! *Jangan lupa bagi-bagi kesini yah…*
Dan jangan lupa juga, selain menjaga asupan makanan, rajin-rajinlah berlatih beban untuk membakar kalori dalam tubuhmu.
Labels:
tips diet
|
5
comments
Wednesday, August 25, 2010
Mau Sukses Diet Sehat?
3:23 PM | Posted by
Fanda Classiclit |
Edit Post

Mau menurunkan berat badan tapi gagal melulu?
Mau mengurangi makan tapi gak sanggup hadapi godaannya?
Yuk terusin baca buat dapatkan rahasianya sukses berdiet dengan sehat…
Banyak yang menganggap diet itu = mengurangi makan a.k.a. menahan lapar.
SALAH besar! Kamu gak bisa memaksa tubuhmu seenaknya aja. Tubuhmu itu dibuat oleh Sang Pencipta dengan mekanisme sendiri. Ibaratnya mobil, kamu gak bisa paksa mobil untuk jalan terus ketika bensinnya abis (kecuali kalo mobilmu mobil jaman Flinstone yang mesinnya pake kaki ya, hehehe…). Tubuh manusia membutuhkan energi, dan energi didapat dari makanan. Saat tubuh telah menghabiskan cadangan energi dari apa yang kamu makan terakhir kali, ia akan memberi tanda pada otakmu, yaitu dengan yang namanya rasa lapar.
Pencernaan manusia juga punya kapasitas sendiri dalam mengolah makanan menjadi energi. Itu sebabnya kita gak boleh makan hingga kenyang, apalagi kekenyangan. Makan yang sehat adalah hingga 75-80% kenyang. Wah, gimana ngitungnya yah? Berdasarkan pengalaman aja. Kalo kamu makan 8 sendok, kamu akan kekenyangan, misalnya. Berarti coba dikurangi jadi 6 sendok. Kalo setelah 6 sendok kamu udah gak merasa lapar lagi, cobalah berhenti.
Selain itu, diet yang baik dan sehat adalah:
Makan dalam porsi kecil tapi sering
Diet model makan 6 kali sehari dalam porsi kecil ini akan justru membuat penurunan berat badan semakin cepat. Ada dua alasan:
1. Pembakaran kalori
Kalau kita sering makan, berarti pencernaan kita akan sering bekerja. Proses pencernaan membutuhkan kalori. Artinya, tiap kali makan, kita juga akan membakar kalori. Belum lagi kalori yang dibakar saat aktivitas lainnya. Jadi makin banyak frekuensi makan = makin banyak kalori yang dibakar. Hasilnya: gak ada atau sedikit sekali kalori yang disimpan sebagai lemak di tubuh (tubuh bebas lemak).
2. Gak sempat lapar
Kalau kita makan tiap katakanlah 2-3 jam sekali, kita gak akan sempat kelaparan. Lha baru aja merasa dikit lapar, eh..memang udah waktunya makan. Coba kalo kamu makan hanya 2x sehari, saat kelaparan setengah mati menunggu saat makan berikut, bisa-bisa malah kamu akan makan dalam porsi besar. Pencernaanmu gak sanggup mencerna semuanya, dan akhirnya sisa kalori itu akan disimpan sebagai lemak di tubuh. Akibatnya: “Aku sudah makan 2x sehari aja, tapi kok malah makin gemuk ya?” Tuh…kamu dah tahu kan sekarang sebabnya…
Aku share sedikit tentang apa aja yang aku makan dalam sehari ya,
05:15 Minum setengah gelas air diberi sesendok makan madu (buat menyegarkan badan)
06:30 Makan nasi 3 sendok + seporsi kecil lauk
08:30 Makan yogurt (sebagai pengganti susu karena aku intolerance terhadap susu)
10:00 Makan selembar roti tawar yang diisi selai buah atau gula aren
12:00 Makan sepiring nasi + lauk + sayur
14:00 Makan sebutir apel
15:00 Makan sepotong biscuit coklat (kalau udah laper, terutama kalo repot banget di kantor)
16:30 Makan selembar roti tawar lagi
18:00 Makan sepotong biscuit/kue
19:00 Makan nasi (porsi kecil) + lauk + sayur
21:00 Makan sepotong biscuit
Itu hanya contoh aja, karena kadang ada selingan makanan lain, sehingga mungkin ada menu yang dihilangkan. Dengan begitu, praktis aku gak akan merasa kelaparan banget (kan makannya sering).
Pokoknya, JANGAN makan kalau tidak merasa lapar! Kalau barusan makan tapi tiba-tiba terasa lapar, cobalah minum air putih. Kadang-kadang otak keliru menterjemahkan rasa haus itu ke dalam rasa lapar. Kalau habis minum air putih masih aja lapar, makan sepotong biscuit atau makanan lain yang rendah lemak. Manis tak apa tapi jangan yang kaya lemak kayak kue tart misalnya.
Teruskan kebiasaan ini meski beratmu udah berhasil turun, dan tambah dengan fitness, maka tubuhmu akan makin bugar dan sehat. Ribet banget ya? Emang iya, tapi kalo udah kebiasaan, semuanya OK aja kok! Yuk..mulai dengan diet yang sehat sejak hari ini!!
Saturday, August 21, 2010
Kurus vs Langsing
7:21 PM | Posted by
Fanda Classiclit |
Edit Post
Nah, bukannya langsing itu sama dengan kurus?
Kurus biasanya identik dengan turunnya berat badan, jadi ukuran kurus berhubungan erat dengan angka yang ditunjukkan timbangan. Sedang langsing atau ramping adalah postur tubuh yang bebas lemak. Loh..kalo lemaknya hilang, kan berarti berat badan akan turun juga?
Aku dulu juga berpikir begitu. Tapi setelah pengalamanku melakukan fitness sekitar 5 tahun lalu, sekarang aku tahu di mana letak perbedaannya.
Sebelumnya aku pengen cerita dulu alasanku mulai fitness. Itu karena aku merasa tubuhku mulai agak berat, gak selincah dulu. Timbunan kecil lemak pun mulai bertebaran di sana-sini, dan ukuran pinggang dan pangkal lengan kok makin besar ya? Puncaknya adalah ketika penjahit langgananku mengomeli aku karena ukuran lingkar pinggangku terus bertambah (padahal kan aku bayar dia buat menjahit pakaian sesuai ukuran badanku ya, kok jadi dia yang sewot karena aku makin gemuk??). Namun itu akhirnya membuatku sadar bahwa aku harus melakukan sesuatu untuk menyetop pertambahan ukuran tubuh plus berat badan. Maka aku pun lalu menjadi member sebuah gym.
Ini
foto sebelum aku fitness, fotoku yang paling gemuk. Memang dengan model baju itu gak terlihat perut dan pinggang yang membesar (kan justru baju itu aku pilih biar menutupi kegendutanku!). Tapi coba perhatikan pangkal lenganku yang ‘berisi’ itu (yee..berisinya berisi lemak!). Kalau tak salah waktu itu berat badanku sekitar 45,5 hingga 46 kg.
Saat menjalani fitness, aku tiap kali latihan di gym selalu naik ke timbangan. Memeriksa, udah berapa kg yang hilang. Setelah sekitar dua bulan latihan, lumayanlah turun 0,5 kg. Saat itu aku diberitahu untuk tidak terlalu fokus pada angka di timbangan. “Fokuslah pada pembentukan ototnya”, begitu tiap kali koh Yongki, instrukturku kala itu sering berkata.
Dan memang, pada akhirnya beratku mentok di kisaran 44,5 kg. Jadi kalau dihitung-hitung hanya 1 kg yang hilang dari beratku semula. Tapi anehnya…banyak kawan yang sudah lama tak melihatku selalu berseru kepadaku: “Hah..kamu kok kurus sekarang?”. Aku selalu saja sewot dan membalas: “Memangnya dulu aku gendutnya kayak apa sih?”. Bahkan ada seorang teman cowok yang bilang bahwa paling tidak aku lebih kurus sekitar 3 kg.
Mengapa begitu?
Di bawah ini fotoku setelah fitness. Coba perhatikan bentuk tanganku yang lebih terlihat padat (sebenarnya bagian tubuh lainnya juga, bukan hanya lengan. Pinggang, perut, pantat dan paha). Apa yang terjadi sebenarnya?

Latihan beban yang kulakukan selama fitness berfungsi untuk membangun otot. Dan dengan bertambahnya massa otot, massa lemak pun berkurang karena pembentukan otot itu membutuhkan lemak sebagai bahan bakar. Jadi pembentukan otot = pembakaran lemak. Tempat di tubuhku yang tadinya diisi lemak, sekarang digantikan oleh otot. Nah, karena massa otot memakan tempat lebih sedikit dari massa lemak, maka dengan sendirinya, dengan berat badan yang sama, bentuk tubuh akan menjadi lebih langsing atau ramping.
Jadi….jangan hanya meributkan jarum timbangan saja mulai sekarang! Kalau kamu mau fitness dan berlatih beban, maka tubuhmu akan terlihat lebih langsing dan padat, gak peduli berapa angka yang ditunjukkan timbanganmu. Alhasil, semua orang bakal nyeletuk: “Kamu sekarang kurusan ya?” Padahal dalam hati kau akan tertawa kalo mengingat sebenarnya timbanganmu gak beda-beda amat dengan sebelumnya… Makanya mulailah fitness biar tubuhmu makin langsing, bukan makin kurus ya!
Kurus biasanya identik dengan turunnya berat badan, jadi ukuran kurus berhubungan erat dengan angka yang ditunjukkan timbangan. Sedang langsing atau ramping adalah postur tubuh yang bebas lemak. Loh..kalo lemaknya hilang, kan berarti berat badan akan turun juga?
Aku dulu juga berpikir begitu. Tapi setelah pengalamanku melakukan fitness sekitar 5 tahun lalu, sekarang aku tahu di mana letak perbedaannya.
Sebelumnya aku pengen cerita dulu alasanku mulai fitness. Itu karena aku merasa tubuhku mulai agak berat, gak selincah dulu. Timbunan kecil lemak pun mulai bertebaran di sana-sini, dan ukuran pinggang dan pangkal lengan kok makin besar ya? Puncaknya adalah ketika penjahit langgananku mengomeli aku karena ukuran lingkar pinggangku terus bertambah (padahal kan aku bayar dia buat menjahit pakaian sesuai ukuran badanku ya, kok jadi dia yang sewot karena aku makin gemuk??). Namun itu akhirnya membuatku sadar bahwa aku harus melakukan sesuatu untuk menyetop pertambahan ukuran tubuh plus berat badan. Maka aku pun lalu menjadi member sebuah gym.
Ini
foto sebelum aku fitness, fotoku yang paling gemuk. Memang dengan model baju itu gak terlihat perut dan pinggang yang membesar (kan justru baju itu aku pilih biar menutupi kegendutanku!). Tapi coba perhatikan pangkal lenganku yang ‘berisi’ itu (yee..berisinya berisi lemak!). Kalau tak salah waktu itu berat badanku sekitar 45,5 hingga 46 kg.Saat menjalani fitness, aku tiap kali latihan di gym selalu naik ke timbangan. Memeriksa, udah berapa kg yang hilang. Setelah sekitar dua bulan latihan, lumayanlah turun 0,5 kg. Saat itu aku diberitahu untuk tidak terlalu fokus pada angka di timbangan. “Fokuslah pada pembentukan ototnya”, begitu tiap kali koh Yongki, instrukturku kala itu sering berkata.
Dan memang, pada akhirnya beratku mentok di kisaran 44,5 kg. Jadi kalau dihitung-hitung hanya 1 kg yang hilang dari beratku semula. Tapi anehnya…banyak kawan yang sudah lama tak melihatku selalu berseru kepadaku: “Hah..kamu kok kurus sekarang?”. Aku selalu saja sewot dan membalas: “Memangnya dulu aku gendutnya kayak apa sih?”. Bahkan ada seorang teman cowok yang bilang bahwa paling tidak aku lebih kurus sekitar 3 kg.
Mengapa begitu?
Di bawah ini fotoku setelah fitness. Coba perhatikan bentuk tanganku yang lebih terlihat padat (sebenarnya bagian tubuh lainnya juga, bukan hanya lengan. Pinggang, perut, pantat dan paha). Apa yang terjadi sebenarnya?

Latihan beban yang kulakukan selama fitness berfungsi untuk membangun otot. Dan dengan bertambahnya massa otot, massa lemak pun berkurang karena pembentukan otot itu membutuhkan lemak sebagai bahan bakar. Jadi pembentukan otot = pembakaran lemak. Tempat di tubuhku yang tadinya diisi lemak, sekarang digantikan oleh otot. Nah, karena massa otot memakan tempat lebih sedikit dari massa lemak, maka dengan sendirinya, dengan berat badan yang sama, bentuk tubuh akan menjadi lebih langsing atau ramping.
Jadi….jangan hanya meributkan jarum timbangan saja mulai sekarang! Kalau kamu mau fitness dan berlatih beban, maka tubuhmu akan terlihat lebih langsing dan padat, gak peduli berapa angka yang ditunjukkan timbanganmu. Alhasil, semua orang bakal nyeletuk: “Kamu sekarang kurusan ya?” Padahal dalam hati kau akan tertawa kalo mengingat sebenarnya timbanganmu gak beda-beda amat dengan sebelumnya… Makanya mulailah fitness biar tubuhmu makin langsing, bukan makin kurus ya!
Friday, August 20, 2010
Bisakah Kurus Dengan Diet?
1:12 PM | Posted by
Fanda Classiclit |
Edit Post

Apakah kalimat-kalimat semacam ini pernah dilontarkan oleh teman-temanmu? Atau bahkan kau pun pernah mengeluhkan hal yang sama?
“Heran, aku udah ngurangin makan nasi. Malah malem aku gak makan apa-apa. Kok masih gak bisa kurus ya?”
“Ah percuma! Aku udah diet tapi malah beratku naik. Sekarang…balik lagi deh makan kayak biasa..”
Lalu kita jadi bertanya-tanya, apakah semua artikel yang pernah kita baca di majalah wanita dan iklan-iklan obat diet yang bertebaran di mana-mana itu hanya hoax semata? Logikanya kan makan itu bikin gemuk (buktinya kalo anak kecil dikasih makanan yang bergizi, badannya jadi montok, sebailknya anak yang kurang gizi jadi kurus). Jadi, kalo makan dikurangi kan logikanya berat badan harusnya turun?
Seringkali kita merasa udah pake logika, apa daya ternyata logika yang dipake salah.
Diet memang dapat memangkas kalori dan lemak yang masuk ke tubuh kita. Kalau kamu giat melakukan diet rendah lemak rendah kalori selama katakanlah sebulan, memang berat badanmu akan turun. Tapi kan tak selamanya orang bisa menahan nafsu makan. Gimana kalo ada pesta dan kamu tak tahan untuk menyantap makanan yang full kalori? Berat badanmu pasti akan naik lagi. Kalaupun kamu tetap berdisiplin, akhirnya saat kamu merasa kelaparan dan tidak fit, kamu akan cenderung makan lebih banyak dari seharusnya. Maka beratmu pun akan nambah lagi.
Nah, kalau mau penurunan berat badan itu konstan hingga waktu lama, kombinasikan dietmu dengan melakukan fitness, terutama latihan beban yang membangun otot. Karena pembentukan otot itu membutuhkan kalori, dan proses pembakaran ini tetap berlangsung meski kamu sedang tidur. Karena itulah berat badanmu dijamin akan seimbang asal kamu tetap mempertahankan diet yang sehat dan fitness yang seimbang.
Jadi, dalam jangka panjang, kalau kamu disuruh memilih: mengurangi makan secara konsisten atau menambah porsi fitness secara konsisten, fitness lah yang akan memberikan hasil penurunan berat badan yang terbaik. Kesimpulannya: diet bisa menurunkan berat badan, tapi hanya fitness yang bisa menjaga berat badanmu itu stabil. Gimana? sudah siap untuk melakukan fitness??
Mungkin anda akan balik bertanya: “Tapi aku sudah mencoba fitness selama sekian bulan, kok beratku tetap aja ya?”. Nah…tunggu jawabannya di posting lain di blog ini ya!
“Heran, aku udah ngurangin makan nasi. Malah malem aku gak makan apa-apa. Kok masih gak bisa kurus ya?”
“Ah percuma! Aku udah diet tapi malah beratku naik. Sekarang…balik lagi deh makan kayak biasa..”
Lalu kita jadi bertanya-tanya, apakah semua artikel yang pernah kita baca di majalah wanita dan iklan-iklan obat diet yang bertebaran di mana-mana itu hanya hoax semata? Logikanya kan makan itu bikin gemuk (buktinya kalo anak kecil dikasih makanan yang bergizi, badannya jadi montok, sebailknya anak yang kurang gizi jadi kurus). Jadi, kalo makan dikurangi kan logikanya berat badan harusnya turun?
Seringkali kita merasa udah pake logika, apa daya ternyata logika yang dipake salah.
Diet memang dapat memangkas kalori dan lemak yang masuk ke tubuh kita. Kalau kamu giat melakukan diet rendah lemak rendah kalori selama katakanlah sebulan, memang berat badanmu akan turun. Tapi kan tak selamanya orang bisa menahan nafsu makan. Gimana kalo ada pesta dan kamu tak tahan untuk menyantap makanan yang full kalori? Berat badanmu pasti akan naik lagi. Kalaupun kamu tetap berdisiplin, akhirnya saat kamu merasa kelaparan dan tidak fit, kamu akan cenderung makan lebih banyak dari seharusnya. Maka beratmu pun akan nambah lagi.
Nah, kalau mau penurunan berat badan itu konstan hingga waktu lama, kombinasikan dietmu dengan melakukan fitness, terutama latihan beban yang membangun otot. Karena pembentukan otot itu membutuhkan kalori, dan proses pembakaran ini tetap berlangsung meski kamu sedang tidur. Karena itulah berat badanmu dijamin akan seimbang asal kamu tetap mempertahankan diet yang sehat dan fitness yang seimbang.
Jadi, dalam jangka panjang, kalau kamu disuruh memilih: mengurangi makan secara konsisten atau menambah porsi fitness secara konsisten, fitness lah yang akan memberikan hasil penurunan berat badan yang terbaik. Kesimpulannya: diet bisa menurunkan berat badan, tapi hanya fitness yang bisa menjaga berat badanmu itu stabil. Gimana? sudah siap untuk melakukan fitness??
Mungkin anda akan balik bertanya: “Tapi aku sudah mencoba fitness selama sekian bulan, kok beratku tetap aja ya?”. Nah…tunggu jawabannya di posting lain di blog ini ya!
Thursday, August 12, 2010
Nafsu Makan Setelah Fitness
9:11 AM | Posted by
Fanda Classiclit |
Edit Post
Aku kenal beberapa orang yang mengeluh bahwa setelah olahraga, mereka akan kelaparan berat dan akhirnya makan banyak, dan itu mereka salahkan sebagai penyebab berat badan mereka bukannya turun tapi malah naik. Setelah berolahraga berat badan malah naik? Nah…pasti ada yang salah tuh!Aku membaca di internet hari ini, bahwa kelaparan setelah fitness adalah mitos yang gak benar. Dan aku sendiri sudah membuktikan hal itu. Awalnya aku gak menyadarinya. Tapi setelah pulang fitness, aku merasa tubuhku segar, dan karena sudah lewat waktu makan malam, maka aku bersemangat untuk cepat-cepat makan. Tapi…setelah makan beberapa suap…kok rasanya sudah kenyang ya? Padahal porsi makanan seperti biasanya.
Setelah hal ini berulang, aku baru sadar bahwa tiap kali aku pulang fitness, aku tidak mampu makan dengan porsi seperti biasanya, alias porsinya menjadi lebih sedikit. Jadi, apa yang dikatakan di internet itu memang benar. Latihan yang kita lakukan justru mengurangi tingkat ‘kelaparan’ kita, bukannya menambah.
Tapi…gimana dengan para wanita yang mengeluh bahwa mereka jadi lebih gemuk setelah fitness? Itu mungkin karena selera mereka yang gak bisa dikontrol. Beda loh, selera dan tingkat kelaparan. Orang merasa lapar sesungguhnya karena tubuh membutuhkan asupan energi sehingga otak memerintahkan tubuh untuk diisi makanan. Tapi ada juga orang yang seleranya besar, atau yang sering disebut lapar mata. Begitu mendengar ajakan seseorang untuk makan tahu campur yang enak banget di kedai A, maka ia langsung ‘menipu’ tubuhnya dengan mengatakan “aku lapar, kan tadi udah olahraga sampai capek, sekarang butuh energy lagi”. Padahal sesungguhnya dia hanya ingin makan saja, bukannya butuh.
Jadi, kalau kamu benar-benar ingin menjaga berat badan, selalu disiplin lah mengenai makanan. Meski ada ajakan menikmati makanan enak, bertanyalah pada tubuhmu, dan berilah jawaban dengan jujur, apakah aku benar-benar lapar? Kalo kamu tidak jujur, yaa…jangan salahkan makanan atau olahraga yang bikin kamu makin gemuk, salahkan dirimu karena tak sanggup menahan godaan buat makan. OK?
Labels:
tips diet
|
7
comments
Subscribe to:
Posts (Atom)