Fanda and Fitness

Fanda and Fitness
Seorang wanita yang semangat melakukan fitness demi kesehatan dan pembentukan tubuh!

Followers

Get My Fitness Latest News

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Most Popular Posts

Female & Health Blogs

My Blog Listing

Blog Directory
My BlogCatalog BlogRank
Blog Directory & Search engine
Health Blogs - Blog Rankings
Health blogs
Showing posts with label kisah yang tercecer. Show all posts
Showing posts with label kisah yang tercecer. Show all posts
Sunday, September 26, 2010

Fitness Dan Award


Hari ini fitnessku berjalan dengan lancar. Aku melakukan chest exercise ditambah dengan triceps exercise. Masih ingat kan? Latihan-latihan seperti
Chest Press dan Dumbbell Pullover? Aku juga berlatih Dipping, Butterfly dan Triceps Kick Back. Ditutup dengan latihan pinggang dan pantat.

Sebenarnya aku ingin mencoba sebuah latihan baru, menggunakan mesin multifungsi. Mesin multifungsi adalah satu mesin yang bisa digunakan untuk berbagai latihan. Salah satu yang ingin kucoba adalah Bench Press. Biasanya latihan ini aku lakukan benar-benar di bench dan menggunakan dua dumbbells. Kali ini aku pengen mencoba dengan pakai mesin. Tapi sayangnya, kabel-kabel untuk menarik beban di mesin itu lepas berseliweran sehingga mesinnya tak bisa dipakai.

Aku melihat kanan-kiri, mencari sosok instruktur gym yang biasanya berjaga kalau ada member yang membutuhkan bantuan, tapi tak nampak sosoknya. Padahal waktu aku pertama kali datang, aku melihat si instruktur sedang ngendon di ruang aerobik, pasti deh sedang ngobrol di handphone-nya! Aku jadi heran sendiri, lalu apa dong fungsinya instruktur, kalau saat member butuh bantuan dia malah ngeloyor pergi? Selain itu, harusnya menjadi tanggung jawab dia juga untuk memeriksa dan merapikan alat-alat yang ada kan? Kalau ada alat yang gak bisa dipake karena kabelnya copot, kan dia bisa memperbaikinya. Kecuali kalau treadmill yang elektroniknya rusak, itu jelas harus menunggu teknisi.

Begitulah fenomena yang sering aku lihat di gym. Hanya sekali aku menemui instruktur yang benar-benar berdedikasi pada tugasnya. Dia selalu ada di sekitar gym, sambil menyapa member-member lama, juga mendekati member baru, menanyakan dengan ramah si member mau latihan apa, dsb. Setiap kali ada member yang tampak kesulitan dengan alat, dia akan cepat-cepat menghampiri serta menawarkan bantuan dengan cekatan dan ringan tangan. Tak seperti instruktur lainnya, yang tetap membantu member tapi dengan wajah merengut! Atau kalaupun tetap tersenyum ramah, mereka baru datang kalau kuminta, padahal mereka melihat bahwa aku sedang kerepotan menurunkan bench yang hendak kupakai.

Itulah sekilas fitnessku hari ini. Dan sekarang aku mau memajang award. Ini award pertama bagi blog Fanda and Fitness ini. Aku mendapatnya dari Joanna, yang selama ini sering memberikan ide bagi posting-postingku, kali ini ia memberikan sebuah award: Trully Blogger From Indonesia. Makasih ya Jo....


Sebenarnya award ini adalah award ber-backlink. Tapi untuk saat ini aku hanya akan membagikan award ini ke 6 orang lainnya saja ya. Kalau ada yang mau mengerjakan tugas backlink-nya, silakan intip di blognya Joanna aja. Dan yang mendapat 6 award ini adalah...

Fanny (pengunjung paling setia blog ini..)
Mbak Reni (agar semangatnya untuk ngeblog yang sempat hilang itu kembali)
Blog Female Stuff (yang beberapa kali memberiku award, gantian sekarang aku yang kasih award ya..)
Blog Keluarga (yang juga giat fitness sehingga kita bisa sharing di sini...)
Triz (yang lagi mati ide - asal gak mati gaya aja ya..)
Mas Putu - Blog Puskel (satu-satunya cowok nih yang kebagian award...yang lain sabar yaa..)

Caranya gampang kok. Pajang aja awardnya di blog kalian kalau berkenan, dan sebarkan awardnya kepada 6 kawan blogger lainnya.


Sunday, September 19, 2010

Optimalkan Latihan Di Treadmill


Akhirnyaaa…pagi tadi aku bisa kembali fitness, setelah hari Minggu kemarin terpaksa bolos, bukan karena malas tapi karena sakit. Dan karena hari Minggu lalu jadwalku untuk latihan back, maka latihan itu kupindah ke hari ini.

Hmm…tapi kayaknya kamu semua bakal mati kebosanan deh kalo aku lagi-lagi cerita tentang back exercises, hehehe… Jadi, kali ini aku gak akan cerita tentang latihan back yang aku jalani (coz latihannya juga itu-itu aja), tapi aku akan cerita tentang treadmill.

Treadmill. Kayaknya latihan yang biasa-biasa saja ya. Hanya jalan aja kan mengikuti kecepatan yang kita masukkan di mesin? Sepertinya sih memang begitu. Aku pernah melihat cowok yang latihan lari di treadmill dengan suara ‘gedebug-gedebug-gedebug’. Apa-apaan pikirku? Ternyata, ..wow…dia lari kueencaaaang banget (jadi teringat larinya Jason Bourne di sekuel film Bourne Identity), pokoknya aku gak pernah melihat dengan mata kepala sendiri orang yang lari sekencang itu (kalo jadi maling pasti gak bakal ketangkep tuh, hehehe…). Aku jadi berpikir-pikir sendiri, apa tujuannya ya dia latihan lari sekencang itu?

1. Memang atlet yang lagi latihan? Kok gak latihan di arena atletik aja?
2. Membakar lemak sebanyak mungkin? Dengan asumsi makin cepat lari makin banyak lemak terbakar?
3. Mau pamer aja kalo dia bisa lari cepat?
4. Mau audisi pemeran Jason Bourne di sekuel selanjutnya? (Hush..yang ini ngawur!!)

Kalau dia berpikir tentang poin 2, dia salah besar. Karena cara lari dengan menambah kecepatan dan (secara otomatis) mengecilkan jarak antar langkah beresiko dapat membebani lutut dan punggung bawah. Lari yang benar adalah
mengambil jarak antar langkah yang lebih panjang sehingga terasa ringan di kaki tapi menyebabkan kamu bergerak maju lebih cepat (contoh atlet lari jarak jauh).

Ketika berlatih
lari di treadmill, berlarilah dengan cara yang sama. Lalu kamu bisa coba set reclining (tanjakan) sebesar 1%. Lari di treadmill lebih mudah daripada lari di area terbuka. Dengan menambah tanjakan 1%, bisa disamakan dengan medan di area terbuka.

Tak kuat lari? (sama deh..) Kamu bisa memilih
jalan cepat saja di treadmill. Jalan cepat di treadmill juga salah satu cara membantu membakar lemak dan menyehatkan jantung, pernapasan dan aliran pembuluh darah loh! (treadmill termasuk cardio exercise). Banyak orang mengira jalan di treadmill adalah sama dengan jalan-jalan biasa, yaitu sekedar meletakkan tumit dan jari kaki di lintasan. Cobalah untuk meletakkan tumit dulu di lintasan, lalu menapakkan seluruh telapak kaki dari belakang ke depan hingga berujung di jari kakimu. Dengan begitu jalanmu akan lebih bertenaga (sehingga membakar kalori lebih banyak).

Selain itu,
gerakkan juga tanganmu. Jangan hanya melambai saja mengikuti badan, tapi tekuk sikumu membentuk sudut 90 derajat dan gerakkan seolah kamu meninju ke depan dan menyikut ke belakang searah dengan jalanmu. Dengan begitu akan menambah power jalanmu dan hasilnya akan lebih optimal/lebih berat.

Masih kurang optimal latihannya? Karena treadmill kan bisa dipakai umumnya 20-30 menit di gym, jadi yuk nambah kombinasi latihannya…

Lambatkan lari/jalan cepatmu, tapi set reclining atau tanjakan lebih tinggi. Sekarang kamu dalam gerakan seolah memanjat gunung kan? Dengan demikian kamu bisa
membantu mengencangkan pantatmu dengan treadmill. Caranya kontraksikan otot pantatmu tiap kamu mengambil langkah menanjak. Ingat! Dalam hal ini jangan fokus di kecepatan, tapi lebih ke kontraksi otot pantat. Tambahkan saja 15 menit latihan ini setiap kali treadmill.

<== Gambar di samping adalah contoh treadmill yang diset reclining (mode tanjakan) Gimana..? Udah capek treadmill? Turun aja yaa…kalo kelamaan di mesin treadmill, kamu bisa seperti temanku, si Miss Treadmill loh! Hihihi…


Friday, September 17, 2010

'Senjata' Fanda Saat Fitness


Fiuuuh…Lagi-lagi aku gagal fitness kemarin sore! Kali ini karena aku harus mengantarkan mamaku ke dokter. Mama dan aku sama-sama kena radang tenggorokan, tapi karena mama juga punya sakit asma, radang itu akhirnya menyebabkan ia sesak napas juga. Kasihan deh, malam gak bisa tidur sehingga aku berinisiatif mengantarkan ke dokter asmanya sore kemarin. Aku sendiri juga masih sedikit batuk, jadi..tak apalah bolos lagi sehari sekalian meningkatkan kebugaran tubuh dulu sebelum kembali digenjot dengan latihan berat.

Jadi…enaknya sekarang ngomongin apa ya? Hehehe…tiba-tiba terpikir, karena udah terlanjur menyiapkan tas fitness dan segala tetek-bengek perlengkapannya, aku mau pamerin pernak-pernik perlengkapan fitness yang biasa aku bawa. Mungkin aja teman-teman ada yang pengen back to the gym gara-gara suka baca postingku (semoga!), posting ini mungkin bisa menyegarkan ingatan kalian agar tak kelupaan membawa perlengkapan fitness.


Mulai dari tasnya dulu… tas ini sudah menemani aku entah berapa tahun.


Lalu atasan tank top warna pink dan bawahan model rok warna hitam.


Ini sepatu kets yang usianya udah 10 tahun, warna aslinya putih, dan sekarang udah gak ketahuan apa warnanya. Bentuknya gak karuan, tapi enak banget dipakenya. Udah nongkrong bersama kaos kaki pink, senada dengan atasannya.


Aku membawa 2 handuk, handuk yang lebih besar untuk mengelap keringat/melapisi bench demi alasan higienis. Sedang yang kecil aku pake khusus buat mengeringkan wajah waktu cuci muka setelah fitness. O ya, jangan kelupaan juga bra fitness-nya ya (yang warna item tuh), jangan sampai harus balik ke rumah hanya gara-gara kelupaan bawa bra!


Selanjutnya ada 1 pouch isi deodorant (dipake sebelum fitness), dan jepit rambut (agar rambut panjang gak mengganggu). Jangan lupakan juga sabun untuk mencuci wajah serta botol air minum untuk hindari dehidrasi selama latihan.


Lalu ada 1 tas kecil yang biasa kubawa ketika latihan, isinya: sarung tangan untuk latihan beban (gunanya agar tangan gak licin dan gak sakit waktu mengangkat dumbbell dsb, mirip sarung tangan untuk pengendara motor deh). Terus ada tissue supaya kalo mata gatal waktu fitness, aku gak mengucek mata pake tangan sendiri. Bahaya loh, kan di tempat umum banyak kuman… Di tas ini aku juga membawa HP, karena pertama, riskan juga kalo ditinggal dalam tas di loker, dan kedua kalo lagi butuh jawab SMS tetap bisa pake HP. Kunci loker juga aku masukin di tas kecil serbaguna ini.


Dan terakhir….yang paling penting nih adalah voucher gym. Ya iyalah…tanpa itu, aku gak dijinkan ngegym dong! Di gym ini aku bukan member karena kalo dihitung-hitung masih lebih murah beli voucher yang insidentil.

Jadi…begitulah teman-teman, senjata yang aku bawa tiap kali aku fitness. Sekian pamer-sok-narsis nya, besok kita kembali ke info tentang fitness lagi ya!

Friday, August 27, 2010

Gangguan Saat Finess


Kemarin sore sepulang kantor, seperti biasa aku, dengan semangat 45 berangkat ke gym untuk fitness. Gym lumayan ramai sore itu, aku pun ketemu beberapa teman. Baik yang teman beneran maupun orang-orang yang sering fitness bareng tapi jarang saling menyapa (lah gimana mau menyapa, kalau mereka gak noleh kanan-kiri langsung saja menuju treadmill dan lalu asyik sendiri lari di situ sambil nonton TV?).


Koh Yongki ada di sana sedang melatih dua orang cowok (yang ini selalu menyapa dengan lambaian tangan dan suara keras memanggil namaku). Ada juga Miss Treadmill, tumben banget aku melihatnya sedang duduk di mesin Rowing (salah satu alat untuk back exercise). Tapi hanya sebentar, kemudian dia segera menuju alat kesayangannya, treadmill tentunya. Aku pun treadmill di samping dia. Dan ketika ia berjalan ke arahku dan aku mengarahkan pandangan ke arahnya mencoba untuk sekedar tersenyum menyapa, ternyata dia dengan raut juteknya berjalan tanpa lirak-lirik kanan-kiri dan langsung naik ke treadmill. Huh..ya udah.. sosialisasi aja sama treadmill-treadmill kesayanganmu itu!! Padahal kan aku hanya ingin berinteraksi sedikit aja, hanya senyumanpun cukup, coz kalo dia doyan ngobrol susah juga sedangkan aku niat berlatih serius. Tap[I sekali lagi…mereka terlalu cuek!

Setelah selesai treadmill, aku pun mulai latihan pengencangan paha dan pantat seperti yang biasa aku lakukan. Leg Press, Leg Curls, Abductors dan Adductors sukses aku lalui dengan beban stabil. Lalu aku mulai melakukan peregangan sebelum latihan untuk pinggang. Eh..peregangan itu perlu loh sebelum melakukan fitness agar otot tidak sakit kaget saat dipaksa kerja keras. Aku akan bicarakan ini lain kali deh.

Balik lagi ke fitnessku. Saat latihan pinggang, aku mulai merasa kepalaku kok jadi ringan ya… Itu salah satu tanda tekanan darahku drop. Dan saat menggerakkan kepala agak cepat, rasanya agak berputar deh. Wah, bayaha nih. Aku pun harus menunggu sejenak hingga rasa pusingnya selesai, baru melanjutkan set ke 2 dan 3 latihan pinggangku. Tapi ketika usai, dan sebenarnya ingin melanjutkan ke latihan perut, aku jadi khawatir deh. Karena latihan perut itu mengharuskan aku berbaring di bench, dan sering bangun, baring dan bangun lagi. Gimana kalo kepalaku jadi makin parah berputarnya?

Jadi…akhirnya kuputuskan untuk mengakhiri fitness tanpa latihan perut kali ini. Saat bertemu koh Yongki saat kita mau keluar ruang gym, dia bilang pasti itu karena aku kurang tidur. Kurang tidur bisa menyebabkan tekanan darah langsung drop. Apalagi bagi aku yang memang punya kecenderungan tekanan darah rendah. Dia menyarankan aku minum kopi. Tapi..eits..kan aku punya sakit maag? Dia usul lagi untuk makan daging kambing. Naah…kalo yang ini bisa deh dilaksanakan, hehehe… Maka aku pun janjian tuk makan sate kambing di sebuah rumah makan sore nanti sepulang kantor.

Eh, ada satu hal lagi yang aku ceritakan tentang perilaku cuek di gym. Ada seorang pria asing dari ras Asia (entah Taiwan atau Jepang atau apalah) yang sering ngegym bareng. Pernah ketika aku akan berlatih pinggang dengan dumbbell, aku letakkan dumbbell di lantai dekat kakiku. Lalu aku melakukan stretching. Eh, tanpa ba-bi-bu si Pria Asia langsung aja nyelonong mengambil dumbbell itu. Padahal kalo aku menemukan dumbbell dekat seseorang, aku pasti akan bertanya dengan sopan, “Masih dipake ya?” meski sudah cukup jelas kalau ia sudah gak memerlukan lagi karena ia sudah mulai latihan lainnya.

Waktu itu aku diemin aja si Pria Asia karena percuma mau protes juga males mikir cara ngomongnya dalam bahasa Inggris (itu juga kalo dia bisa berbahasa Inggris). Kemarin yang jadi korbannya muridnya koh Yongki. Mereka berdua sedang ngobrol di tengah break, dan dumbbell ukuran 6kg yang dicari si Pria Asia terletak di sebelah kaki si murid. Eh kayak dulu, si Pria Asia seenaknya saja membungkuk dan membawa dumbbell itu. Koh Yongki dan muridnya sejenak mungkin terpana karena kekurangajaran itu (atau mereka expect si Pria Asia akan minta permisi, yang nyatanya tidak). Akhirnya koh Yongki bersuara: “One more, one more!”. Maksudnya mereka mau pake dumbbell itu kurang sekali lagi kok. Si Pria Asia pun langsung ngacir…

Dan yang aku salut, si muridnya koh Yongki begitu selesai latihan langsung mendatangi si Pria Asia yang kini sedang latihan sit up (lha bisa gitu loh latihan lainnya dulu sambil nunggu antrian pake dumbbell !), lalu meletakkan dumbbell itu di sebelah si Pria Asia sambil berkata dengan ramah, “Thank you..”. Itulah ciri khas orang Indonesia sejati: selalu ramah pada siapa aja, betul kan? Jangan contoh si Miss Treadmill (boleh contoh hobby fitnessnya tapi jangan juteknya ya!).

*ini blog fitness tapi kok isinya ngegosipin orang yaa? Biarin ah..suka-suka yang nulis*


Sunday, August 22, 2010

'Teman-Teman' Fitness Hari Ini


Duh, tak terasa ya, hari Minggu sudah datang lagi. Berarti saatnya aku mengemasi 'persenjataan' untuk fitness (kayak mau perang aja..), dan dengan semangat 45 aku pun meluncur ke gym. Aku tiba pk 09:45 dan menemukan hanya ada satu orang di dalam ruang fitness. Tebak siapa! Yup...siapa lagi penguasa mesin treadmill di hari Minggu, kalau bukan Miss Treadmill. Hehehe... Maka aku pun latihan treadmill di 2 mesin di sebelahnya. Ia sempat menoleh saat aku naik ke mesin treadmill. Mungkin dalam hati berpikir, "Ah ini temanku fitness yang latihan treadmill-nya hanya 12 menit, lalu angkat-angkat dumbbell berat sampe sejam. Latihan macam apa itu?" Nah, semua orang kan pasti berpikir orang lain itu aneh, karena mereka tidak seperti dirinya kan? Barangkali juga ia malah punya nama julukan bagiku ya...(apa ya kira-kira?!)


Setelah latihan treadmill dan stretching ringan, aku mulai latihan beban. Menu hari ini adalah latihan chest (dada) dan triceps (lengan bagian belakang). Tentu saja disertai latihan perut dan pinggang. Inilah sekilas latihan yang kujalani...

Dimulai dengan mesin Dipping, yang fungsinya untuk melatih dada bawah dan triceps. Beban yang kupakai 63,6 lbs (weks..berat amat?? Jangan heran, coz itu hanya beban di mesin, gak seluruhnya aku angkat sendirian bagai Popeye kok!).

Lalu lanjut dengan mesin Butterfly, untuk dada juga. Bebannya 2 kg (paling ringan tuh, meski tetap tidak seringan kupu-kupu alias butterfly, hehe..).

Latihan ketiga masih menggunakan mesin, yaitu Chest Press dengan beban 2 kg jua (beban paling ringan tapi...bikin aku ngos-ngosan). Saat aku berlatih di mesin ini, datanglah seorang pria yang aku sebut Mr. Sipit. Coz matanya emang sipit banget (hihihi..), padahal tubuhnya lumayan tinggi dan kekar. Si Mr. Sipit ini juga sering berlatih bersamaku di hari Minggu. Kami suka berebutan pake bench. Sehingga saat salah seorang datang dan melihat yang lain, ia pasti cepat-cepat menggunakan bench itu untuk latihan. Dia biasa pake buat Bench Press, aku buat latihan perut. Sudah ngerti selera masing-masing nih sehingga tercipta toleransi. Gak boleh rebutan yaa!!...

Selanjutnya aku menggunakan dumbbell, masih untuk otot dada. Pertama untuk latihan Bench Press, pakai 2 dumbbell masing-masing 5 lbs. Apaan sih lbs itu? Itu satuan berat selain kg. 1 kg = sekitar 2,5 lbs (kalo tak salah ingat loh).

Terakhir aku berlatih untuk triceps dengan 1 dumbbell ukuran 4 kg. Gerakannya bernama Triceps Kick Back.

Kapan-kapan pasti posting deh masing-masing latihan itu.

O ya, saat aku hampir selesai, masuklah Koh Gembul dengan langkah beratnya. Rupanya hari Minggu juga waktu dia untuk latihan treadmill demi memangkas lemak yang menimbun di perutnya (Huss..ambil kesimpulan seenaknya!). Dan saat aku akhirnya selesai latihan, di pintu ruang gym aku bertemu dengan seorang sesama gymers yang suka latihan hari Minggu. Kusebut aja dia Mr. Serius. Soalnya tampangnya begitu seriusnya, sampe-sampe walau kita sering fitness barengan, dia selalu melengos kalo bertemu denganku (karena sebel atau minder ya? Hihihi...)

Tak lupa aku latihan pinggang, ehm..kali ini dengan beban lebih ringan, coz setelah berlatih dengan gerakan yang benar, kok beban yang semula 6kg terasa berat ya? Sekarang aku turunin jadi 4kg deh..

Begitulah kisah yang tercecer di fitnessku hari Minggu ini. Ikuti terus tips-tips fitnes, diet dan weight loss (penurunan berat badan) di blog ini ya!...


Sunday, August 15, 2010

Akhirnya Fitness Sendirian..

Seperti yang aku katakan 2 hari lalu, rencananya akan ada seseorang yang join fitness bareng di gym bersamaku. Namun ternyata di menit-menit terakhir orang itu membatalkan janjinya coz badannya sedang tidak fit. Sehingga akhirnya hari ini aku pergi ngegym sendirian (lagi) kayak biasanya. Sedang seseorang itu berjanji akan join pada kesempatan lain. OK, kita wait and see saja apakah ia akan benar-benar memenuhi janjinya ya...

Nah, meski aku pergi fitness sendirian, tentu saja selalu ada orang lain di gym. Saat aku pertama kali masuk ke ruang gym, memang tak nampak seorang pun di sana. Namun beberapa saat kemudian, ada seorang pria yang aku namakan saja Koh Gembul, soalnya engkoh ini ciri khasnya adalah berperut gendut. Baru 2 kali ini aku fitness barengan dia. Dan biasanya dia suka banget lari-lari di treadmill (persis deh kayak Miss Treadmill). Mulai dari awal dia mulai fitness sampai saat aku pulang (yang kira-kira makan waktu sejam lebih) dia masih saja setia di mesin treadmill. Tapi kok perutnya tetap gembul ya? Hihihi...

Lalu setelah itu datang orang kedua. Yang ini aku hampir selalu ketemu tiap kali fitness hari Minggu. Kuberi dia nama Sandal Jepit. Habis, siapa suruh dia ngegym pake sandal jepit? Biasanya kan pada pake sepatu olahraga, atau paling tidak sandal bepergian gitu. Masak ngegym sandal jepit-an? Padahal si Sandal Jepit ini lumayan sukses juga latihan angkat bebannya. Badannya tinggi kurus, namun tampak kekar kedua lengan atasnya. Lumayanlah...sehingga tidak keliatan tinggi menjulang kayak menara. Tapi...plis deh...ganti dong sandal jepitnya dengan sepatu olahraga gitu loh!!

Cukup ah ngomongin orang, sekarang aku mau membahas tentang latihanku hari ini.

Hari ini waktunya melatih otot punggung atau back. Maka kronologis latihanku kayak gini...

Pemanasan: Treadmill selama 12 menit, dengan kecepatan 5,0

Setelah stretching-stretching sedikit, lanjut dengan latihan beban:

Chin Up, dengan beban 63 kg (sama bobotnya dengan latihan Dipping)

Pectoral Fly, dengan beban 20 lbs

Lat Pull Down, dengan beban 4 (kg?)

Rowing, dengan beban 30 lbs

Semua latihan itu sukses aku lakukan dalam 3 set, 15 repetisi masing-masing set.

Setelah itu aku lanjutkan dengan latihan perut-maha-berat seperti biasa, dan ditutup dengan latihan pinggang dengan beban 6 kg seperti biasa.

Dan aku mengakhiri fitness hari ini dengan tubuh yang lebih segar dan ringan. Pada posting-posting yang akan datang akan aku jelaskan fungsi masing-masing latihan yang aku jalani itu ya...


Tuesday, August 10, 2010

Miss Treadmill

Di blog ini, selain ada diary kegiatan fitnessku, akan ada juga kisah-kisah yang tercecer di gym. Tahu sendiri kan, aku biasanya datang sendirian ke gym, dan gak ada orang yang aku ajakin ngobrol. Sehingga, tiap break sekitar 1-2 menit antar set dalam sebuah latihan, aku bisa mengamati member-member lainnya. Dan ternyata banyak juga keunikan mereka yang menarik untuk ditulis di sini. Karena aku gak tahu nama mereka, maka aku pake sebutan aja ya, biar gampang menggambarkannya.

Kali ini aku mau cerita tentang Miss Treadmill. Aku menyebut dia begitu, karena dia kayaknya sayang banget sama mesin treadmill yang ada di gym kami, hehehe... Kenapa aku bilang begitu?

Soalnya, dua kali ini aku nge-gym bareng dia pas hari Minggu pagi. Di kedua kesempatan itu, saat aku datang, kira-kira jam 9:30, dia sudah ada dan selalu lagi latihan di mesin elliptical. Awalnya aku pikir, dia lagi pemanasan. Sama kayak aku juga, tapi aku biasanya pake treadmill selama 12 menit saja. Ketika tubuh sudah mulai "panas", baru aku akan mulai latihan beban. Soalnya kalo otot masih dingin dan langsung dihajar, bisa sakit semua deh setelah latihan.

Nah, ketika aku sudah mulai latihan beban, si miss Treadmill masih saja asyik dengan ellipticalnya. Lagipula, ellipticalnya itu dipacu lumayan cepat loh. Hingga kecepatannya kayak orang lari. Aku jadi pikir-pikir...kok napasnya gak putus ya? Kalo aku, pasti tiap 2 menit sekali berhenti coz napasku memang dari sononya lemah.

Akhirnya miss Treadmill turun juga dari elliptical-nya. Tapi...eits...jangan dikira ia sudah selesai latihan. Ternyata sekarang ia menuju ke mesin treadmill. Dan tak lama kemudian ia telah memacu kecepatan treadmill itu sambil menggunakan mode tanjakan. Mode tanjakan di mesin treadmill itu membuat beban kita saat jalan cepat di treadmill jadi lebih berat. Setiap mesin treadmill diset oleh gym untuk berjalan hingga 30 menit, kemudian ia akan berhenti secara otomatis. Itu dilakukan supaya adil. Kalo ada member yang menggunakannya sampai 1 jam misalnya, kan kasihan member lainnya yang mau pake jadi gak kebagian.

Namun, hari Minggu kemarin gym lagi sepi. Hanya ada aku, miss Treadmill dan satu pria yang latihan beban. Jadinya, setelah 30 menit itu habis, miss Treadmill segera pindah ke treadmill sebelahnya, lalu melanjutkan jalan-cepat-menanjaknya sambil menyetel volume TV keras-keras. Kalo gak salah dia lagi nonton acara Griya Unik waktu itu….

Total waktuku ngegym, kira-kira 1,5 jam termasuk pemanasan dan latihan beban. Dan sepanjang waktu itu miss Treadmill menghabiskan waktu di elliptical dan 3 mesin treadmill! Gak salah kan kalo dia kujuluki miss Treadmill. Habisnya, sampe aku pulangpun, dia masih asyik latihan di mesin treadmill yang ketiga hari itu!

Aku jadi heran… Pertama, kok dia punya stamina untuk latihan-latihan itu hingga lebih dari 1,5 jam ya? Apa mungkin dia dulunya atlet?? Kedua, apa sebenarnya yang ia ingin raih? Tubuhnya sudah cukup ramping dan lincah. Biasanya orang getol latihan lari di treadmill untuk menguras lemak dan menguruskan badan. Miss Treadmill benar-benar beda denganku deh. Menurut aku, cara paling bagus untuk menghilangkan lemak, adalah justru dengan latihan beban.

Latihan beban akan membangun otot. Otot adalah organ dalam tubuh yang tugasnya membakar lemak. Dan pembakaran itu akan berlangsung terus, bahkan saat kita tidur. Sedangkan latihan aerobic atau treadmill dkk hanya membakar lemak saat kita melakukan latihan itu. Setelah itu…ya berhenti deh. Sayangnya banyak wanita yang salah mengerti, dan agak takut melakukan latihan beban akan membuat otot-ototnya menonjol bak Ade Rai. Padahal, hormon wanita dan pria kan beda? Pada pria, memang latihan beban akan menjadikan otot menonjol. Sedang pada wanita, hanya akan membuat otot tampak kencang (tidak bergelambir dengan lemak), dan akan membentuk tubuh sesuai struktur tulang.

Tapi…sekali lagi, pemahaman dan kebutuhan tiap orang berbeda, jadi biarlah si miss Treadmill teruslah latihan treadmill, sedang aku akan lebih fokus ke latihan beban untuk membentuk otot…