Fanda and Fitness
Seorang wanita yang semangat melakukan fitness demi kesehatan dan pembentukan tubuh!
Categories
abs exercise
(4)
back exercise
(5)
breast exercise
(1)
butts exercise
(4)
cardio exercise
(4)
chest exercise
(4)
fitness diary
(15)
health
(4)
kisah yang tercecer
(7)
legs exercise
(6)
motivasi fitness
(3)
shoulder exercise
(2)
stretching
(2)
thigh exercise
(4)
tips diet
(9)
tips fitness
(18)
triceps exercise
(2)
weight loss
(6)
woman tips
(1)
Followers
Get My Fitness Latest News
Most Popular Posts
Female & Health Blogs
-
-
Halo dunia!2 years ago
-
jasa pembuatan website3 years ago
-
-
Selamat Idul Fitri 1440 H 2019 M6 years ago
-
Nomor Panggilan Darurat Balikpapan8 years ago
-
-
2017 Reading List8 years ago
-
-
Berani Bermimpi12 years ago
-
-
-
-
-
Binahong Daun Ajaib Multi Guna15 years ago
-
FDA Menyetujui Alat Diagnostik HIV15 years ago
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Blog Archive
Tuesday, October 12, 2010
Produk Susu Dan Kanker Payudara
2:10 PM | Posted by
Fanda Classiclit |
Edit Post

Baru saja mendapat e-mail yang memberikan pencerahan sekaligus kekhawatiran, yang diforward oleh seorang teman. E-mail aslinya berbahasa Inggris dan terlalu panjang, jadi akan aku ambil isinya yang penting bagi kesehatan kita saja ya…
Seorang peneliti wanita bernama Prof. Jane menerita kanker payudara, telah merelakan satu payudaranya diangkat, dan tengah berusaha menunda kematian dengan kemoterapi dan radioterapi. Tak mau menyerah, Jane berusaha meneliti banyak hal tentang kanker payudara. Salah satu fakta yang ia temukan adalah:
Wanita di China sangat sedikit yang menderita kanker payudara.
Pertanyaannya: Mengapa?
Menurut penelitian, memang jumlah wanita yang tinggal di negeri China amat sedikit yang meninggal akibat kanker payudara, dibandingkan dengan Amerika dan Eropa, yaitu 1 dari 10.000. Penelitian Prof. Jane membawanya pada sebuah kesimpulan yang mengejutkan:
Penduduk China tidak mengkonsumsi produk SUSU!
Dalam beberapa kesempatan Prof. Jane menjamu tamu-tamunya yang berasal dari China dengan produk yang mengandung susu, krim atau keju (yang merupakan produk turunan susu). Ternyata mereka dengan halus menolak. Penduduk China memang menganggap yang minum susu adalah bayi saja, dan itupun yang dikonsumsi adalah ASI, bukan produk susu sapi.
Prof. Jane, yang selama itu rajin makan yogurt organic setiap hari, demi menemukan fakta baru ini, lalu memutuskan untuk menghentikan sama sekali konsumsi susu dan semua produk turunannya. Seminggu setelah ia menghapus susu dari dietnya, ia menemukan benkolan yang ada di lehernya mengempis dan melunak. Dan kira-kira enam minggu sesuah tak-mengkonsumsi-susu, Jane memeriksakan diri ke dokter spesialis kankernya, dan membuat si dokter ternganga karena ia tak dapat menemukan benjolan itu lagi!
Menarik kan? Padahal selama ini kita diajar semenjak kecil mengenai 4 Sehat 5 Sempurna ya? Kalau menurutku sih, susu tetap memiliki manfaat kalsium bagi tubuh kita. Tapi, mungkin sebaiknya kita mulai berusaha mengurangi makanan/minuman lain yang mengandung produk turunan susu. Misalnya kalau ke cafe, mungkin kita sebaiknya memilih minuman yang tak mengandung susu. Jus buah atau mocktail lebih menyegarkan dan menghilangkan haus daripada iced chocolate loh!
Dan jangan lupakan juga untuk melakukan olahraga. Info ini berguna bukan saja bagi wanita tapi juga pria, karena pria juga bisa kena kanker payudara loh… Bagaimanapun juga, olahraga tetaplah senjata paling ampuh menghindarkan kita dari segala macam penyakit. Buat yang sudah lama tidak ngegym, ayo dong back to gym! Atau yang suka jogging, jangan biarkan musim hujan jadi halanganmu buat berolahraga….
Seorang peneliti wanita bernama Prof. Jane menerita kanker payudara, telah merelakan satu payudaranya diangkat, dan tengah berusaha menunda kematian dengan kemoterapi dan radioterapi. Tak mau menyerah, Jane berusaha meneliti banyak hal tentang kanker payudara. Salah satu fakta yang ia temukan adalah:
Wanita di China sangat sedikit yang menderita kanker payudara.
Pertanyaannya: Mengapa?
Menurut penelitian, memang jumlah wanita yang tinggal di negeri China amat sedikit yang meninggal akibat kanker payudara, dibandingkan dengan Amerika dan Eropa, yaitu 1 dari 10.000. Penelitian Prof. Jane membawanya pada sebuah kesimpulan yang mengejutkan:
Penduduk China tidak mengkonsumsi produk SUSU!
Dalam beberapa kesempatan Prof. Jane menjamu tamu-tamunya yang berasal dari China dengan produk yang mengandung susu, krim atau keju (yang merupakan produk turunan susu). Ternyata mereka dengan halus menolak. Penduduk China memang menganggap yang minum susu adalah bayi saja, dan itupun yang dikonsumsi adalah ASI, bukan produk susu sapi.
Prof. Jane, yang selama itu rajin makan yogurt organic setiap hari, demi menemukan fakta baru ini, lalu memutuskan untuk menghentikan sama sekali konsumsi susu dan semua produk turunannya. Seminggu setelah ia menghapus susu dari dietnya, ia menemukan benkolan yang ada di lehernya mengempis dan melunak. Dan kira-kira enam minggu sesuah tak-mengkonsumsi-susu, Jane memeriksakan diri ke dokter spesialis kankernya, dan membuat si dokter ternganga karena ia tak dapat menemukan benjolan itu lagi!
Menarik kan? Padahal selama ini kita diajar semenjak kecil mengenai 4 Sehat 5 Sempurna ya? Kalau menurutku sih, susu tetap memiliki manfaat kalsium bagi tubuh kita. Tapi, mungkin sebaiknya kita mulai berusaha mengurangi makanan/minuman lain yang mengandung produk turunan susu. Misalnya kalau ke cafe, mungkin kita sebaiknya memilih minuman yang tak mengandung susu. Jus buah atau mocktail lebih menyegarkan dan menghilangkan haus daripada iced chocolate loh!
Dan jangan lupakan juga untuk melakukan olahraga. Info ini berguna bukan saja bagi wanita tapi juga pria, karena pria juga bisa kena kanker payudara loh… Bagaimanapun juga, olahraga tetaplah senjata paling ampuh menghindarkan kita dari segala macam penyakit. Buat yang sudah lama tidak ngegym, ayo dong back to gym! Atau yang suka jogging, jangan biarkan musim hujan jadi halanganmu buat berolahraga….
Labels:
health
|
13
comments
Monday, October 11, 2010
Weight Loss = Diet + Fitness
8:22 AM | Posted by
Fanda Classiclit |
Edit Post

Ada banyak cara untuk menjalankan program weight-loss atau penurunan berat badan. Tapi kebanyakan orang (terutama wanita) hanya menjalankan salah satu cara saja: DIET. Seperti yang pernah kutulis tentang bisakah kita kurus dengan diet, diet memang bisa menghasilkan penurunan berat badan yang signifikan pada saat-saat awal (terutama kalau kamu memang mengalami obesitas). Tapi setelah itu biasanya orang mengendorkan dietnya karena merasa toh berat badan sudah berkurang, bolehlah ‘cuti diet’ sejenak, lalu nanti kamu akan melanjutkan lagi dietmu. Apakah strategi ini akan berhasil? Jawabnya: TIDAK!
Diet saja tanpa fitness akan menurunkan metabolisme dan membuat tubuhmu menjadi tidak energik, stamina menurun, bahkan membuat tubuhmu berada dalam posisi defensive. Dalam kondisi itu, tubuhmu akan memproduksi lebih banyak hormon dan enzim penyimpan lemak. Hal ini berarti, begitu anda lalai untuk diet, berat badan anda akan merangkak naik lagi.
Ada juga beberapa temanku yang, ketika kuajak untuk fitness bareng di gym karena dia mengeluh sudah diet tapi tetap gemuk, menjawab begini: “Aku gak mau olahraga, karena kalau suatu hari aku berhenti olahraga, berat badanku malah akan makin naik.” Dan ketika aku mengatakan bahwa dengan fitness, otot kita akan menjadi lebih kencang, seorang teman cewek menjawab: “Aku dulu pernah fitness, tapi begitu aku berhenti ototku malah kendur, jadi sekarang aku gak mau fitness lagi”.
Dalam hati aku hanya tertawa saja, karena aku teringat apa yang pernah kubaca di buku “Fat-Loss Not Weight-Loss” karangan dr. Phaidon L. Toruan. Dia juga mendapat pertanyaan senada dari salah satu muridnya, dan ini aku kutip jawaban beliau di buku itu: [quote]Kalau begitu, Anda tidak usah mandi. Nanti akan bau lagi. Mengapa kita harus mandi? Karena secara alamiah tubuh akan memproses energy, mengeluarkan keringat, belum lagi ditambah dengan asap kendaraan bermotor, sehingga kita akan bau kembali. Demikian juga dengan tubuh, setiap hari menimbun makanan dan mengalami proses penuaan. Apabila energy tersebut tidak dibakar maka dengan sendirinya akan tertimbun lagi, dan Anda pun akan gemuk lagi.[unquote]
Lalu bagaimana dengan iklan-iklan yang member janji “Berat badan turun dalam sekian minggu atau bulan”? Apakah setelah sekian minggu itu terlewati lalu anda bisa kembali pada kebiasaan anda sebelumnya? Jangan lupa, program penurunan berat badan tidak sama dengan mengecat mobil. Saat pengecatan sudah selesai, mobil anda jadi kinclong, lalu…ya sudah. Anda tak perlu melakukan apapun lagi. Diet yang sehat dan fitness tetap perlu dilakukan SEPANJANG HIDUP mu! Kalau tidak, sia-sia penurunan berat badan yang kamu perjuangkan itu, karena tak lama lagi beratmu pasti akan kembali kalau kamu melepaskan diet sehat dan fitnessmu. Tubuh perlu dijaga dan dikontrol. Aturannya tetaplah sama: jangan sampai kalori yang dikonsumsi lebih banyak dari yang dibuang. Jadi solusinya? Diet sehat DAN fitness atau olahraga lainnya.
Kalau mungkin tambahkan latihan beban karena latihan itu dapat menumbuhkan otot yang akan mengoptimalkan pembakaran lemak dalam tubuh, dan bonusnya: bentuk tubuh yang lebih kencang.
Monday, October 4, 2010
Teknik Pernafasan Saat Latihan Beban
3:46 PM | Posted by
Fanda Classiclit |
Edit Post

Ada beberapa teman yang berkomentar bahwa instruksi untuk latihan-latihan di blog ini sangat detail. Memang sengaja aku buat begitu, agar kalian yang tak pernah berlatih sebelumnya tidak melakukannya dengan cara yang keliru. Terutama sekali untuk latihan angkat beban. Mungkin kamu juga memperhatikan, bahwa di setiap latihan aku selalu menyisipkan instruksi untuk menarik napas atau menghembuskan napas pada gerakan-gerakan tertentu (kalau gak ada instruksi itu berarti aku lagi lupa nyelipin deh..!!).
Nah, mengapa bernapas aja sampai harus diatur pada gerakan tertentu? Memangnya gak boleh bernapas biasa saja?
Pada latihan yang menggunakan beban, cara kita bernapas akan sangat berpengaruh pada keseluruhan latihan. Yuk kita lihat apa saja pengaruh pernapasan dengan latihan beban, dan teknik pernapasan yang kayak gimana yang mengoptimalkan latihanmu.
Kebutuhan oksigen
Teknik pernapasan yang benar saat latihan adalah agar tubuh mendapat suplai oksigen yang cukup untuk memberikan energy bagi tubuh guna menyelesaikan latihan.
Membantu angkatan
Teknik pernapasan dalam latihan beban yang benar adalah:
* Menarik napas saat beban lebih ringan.
* Menghembuskan napas saat beban lebih berat.
Contohnya saat melakukan latihan Chin Up. Saat beban lebih berat adalah saat kamu mengangkat tubuhmu, sedang beban lebih ringan tentu saja kebalikannya, yaitu saat kamu turun ke posisi semula. Berarti kamu harus menghembuskan napas saat mengangkat tubuh, dan menarik napas saat turun.
Contoh lagi pada latihan Triceps Kickback. Beban akan lebih berat terasa pada gerakan kickback, yaitu saat mendorong dumbbell ke belakang. Jadi pada saat itulah kamu harus menghembuskan napas, dan menghirup napas pada gerakan sebaliknya.
Dengan berpatokan pada 2 instruksi itu, kamu akan mengingat lebih cepat, kapan harus menarik napas dan kapan harus menghembuskan napas.
Dengan menghembuskan napas saat beban lebih berat, kamu akan dapat lebih mudah mengangkat beban itu. Coba saja kamu balik…tarik napas saat beban lebih berat, pasti kekuatanmu tak akan menyamai saat kamu menghembuskan napas.
Mencegah hernia dan tekanan darah tinggi
Kalau kamu menahan napas saat melakukan angkat beban, itu bisa berakibat fatal, seperti hernia atau tekanan darah melonjak tinggi. Menahan napas juga bisa membuat suplai darah ke otak berkurang, dan meningkatkan tekanan pada daerah dadamu.
Mengoptimalkan pembakaran lemak
Melakukan teknik pernapasan yang benar saat latihan beban akan mengoptimalkan pembakaran lemak setelah latihan. Setelah latihan, tubuhmu akan membutuhkan oksigen untuk kembali ke kondisi seperti sebelum latihan. Konsumsi oksigen ini akan meningkatkan metabolismemu dan pembakaran lemak di tubuhmu.
Jadi… mulai sekarang, jangan hanya angkat dan turunkan beban saja. Mulailah berlatih melakukan teknik pernapasan yang benar ya.
Gak sulit kok mengingatnya:
* Tarik napas saat beban ringan.
* Hembuskan napas saat beban berat.
Nah, mengapa bernapas aja sampai harus diatur pada gerakan tertentu? Memangnya gak boleh bernapas biasa saja?
Pada latihan yang menggunakan beban, cara kita bernapas akan sangat berpengaruh pada keseluruhan latihan. Yuk kita lihat apa saja pengaruh pernapasan dengan latihan beban, dan teknik pernapasan yang kayak gimana yang mengoptimalkan latihanmu.
Kebutuhan oksigen
Teknik pernapasan yang benar saat latihan adalah agar tubuh mendapat suplai oksigen yang cukup untuk memberikan energy bagi tubuh guna menyelesaikan latihan.
Membantu angkatan
Teknik pernapasan dalam latihan beban yang benar adalah:
* Menarik napas saat beban lebih ringan.
* Menghembuskan napas saat beban lebih berat.
Contohnya saat melakukan latihan Chin Up. Saat beban lebih berat adalah saat kamu mengangkat tubuhmu, sedang beban lebih ringan tentu saja kebalikannya, yaitu saat kamu turun ke posisi semula. Berarti kamu harus menghembuskan napas saat mengangkat tubuh, dan menarik napas saat turun.
Contoh lagi pada latihan Triceps Kickback. Beban akan lebih berat terasa pada gerakan kickback, yaitu saat mendorong dumbbell ke belakang. Jadi pada saat itulah kamu harus menghembuskan napas, dan menghirup napas pada gerakan sebaliknya.
Dengan berpatokan pada 2 instruksi itu, kamu akan mengingat lebih cepat, kapan harus menarik napas dan kapan harus menghembuskan napas.
Dengan menghembuskan napas saat beban lebih berat, kamu akan dapat lebih mudah mengangkat beban itu. Coba saja kamu balik…tarik napas saat beban lebih berat, pasti kekuatanmu tak akan menyamai saat kamu menghembuskan napas.
Mencegah hernia dan tekanan darah tinggi
Kalau kamu menahan napas saat melakukan angkat beban, itu bisa berakibat fatal, seperti hernia atau tekanan darah melonjak tinggi. Menahan napas juga bisa membuat suplai darah ke otak berkurang, dan meningkatkan tekanan pada daerah dadamu.
Mengoptimalkan pembakaran lemak
Melakukan teknik pernapasan yang benar saat latihan beban akan mengoptimalkan pembakaran lemak setelah latihan. Setelah latihan, tubuhmu akan membutuhkan oksigen untuk kembali ke kondisi seperti sebelum latihan. Konsumsi oksigen ini akan meningkatkan metabolismemu dan pembakaran lemak di tubuhmu.
Jadi… mulai sekarang, jangan hanya angkat dan turunkan beban saja. Mulailah berlatih melakukan teknik pernapasan yang benar ya.
Gak sulit kok mengingatnya:
* Tarik napas saat beban ringan.
* Hembuskan napas saat beban berat.
Labels:
tips fitness
|
5
comments
Subscribe to:
Posts (Atom)