Fanda and Fitness

Fanda and Fitness
Seorang wanita yang semangat melakukan fitness demi kesehatan dan pembentukan tubuh!
There was an error in this gadget

Followers

Get My Fitness Latest News

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Most Popular Posts

There was an error in this gadget

My Blog Listing

Blog Directory
Friday, August 27, 2010

Gangguan Saat Finess


Kemarin sore sepulang kantor, seperti biasa aku, dengan semangat 45 berangkat ke gym untuk fitness. Gym lumayan ramai sore itu, aku pun ketemu beberapa teman. Baik yang teman beneran maupun orang-orang yang sering fitness bareng tapi jarang saling menyapa (lah gimana mau menyapa, kalau mereka gak noleh kanan-kiri langsung saja menuju treadmill dan lalu asyik sendiri lari di situ sambil nonton TV?).


Koh Yongki ada di sana sedang melatih dua orang cowok (yang ini selalu menyapa dengan lambaian tangan dan suara keras memanggil namaku). Ada juga Miss Treadmill, tumben banget aku melihatnya sedang duduk di mesin Rowing (salah satu alat untuk back exercise). Tapi hanya sebentar, kemudian dia segera menuju alat kesayangannya, treadmill tentunya. Aku pun treadmill di samping dia. Dan ketika ia berjalan ke arahku dan aku mengarahkan pandangan ke arahnya mencoba untuk sekedar tersenyum menyapa, ternyata dia dengan raut juteknya berjalan tanpa lirak-lirik kanan-kiri dan langsung naik ke treadmill. Huh..ya udah.. sosialisasi aja sama treadmill-treadmill kesayanganmu itu!! Padahal kan aku hanya ingin berinteraksi sedikit aja, hanya senyumanpun cukup, coz kalo dia doyan ngobrol susah juga sedangkan aku niat berlatih serius. Tap[I sekali lagi…mereka terlalu cuek!

Setelah selesai treadmill, aku pun mulai latihan pengencangan paha dan pantat seperti yang biasa aku lakukan. Leg Press, Leg Curls, Abductors dan Adductors sukses aku lalui dengan beban stabil. Lalu aku mulai melakukan peregangan sebelum latihan untuk pinggang. Eh..peregangan itu perlu loh sebelum melakukan fitness agar otot tidak sakit kaget saat dipaksa kerja keras. Aku akan bicarakan ini lain kali deh.

Balik lagi ke fitnessku. Saat latihan pinggang, aku mulai merasa kepalaku kok jadi ringan ya… Itu salah satu tanda tekanan darahku drop. Dan saat menggerakkan kepala agak cepat, rasanya agak berputar deh. Wah, bayaha nih. Aku pun harus menunggu sejenak hingga rasa pusingnya selesai, baru melanjutkan set ke 2 dan 3 latihan pinggangku. Tapi ketika usai, dan sebenarnya ingin melanjutkan ke latihan perut, aku jadi khawatir deh. Karena latihan perut itu mengharuskan aku berbaring di bench, dan sering bangun, baring dan bangun lagi. Gimana kalo kepalaku jadi makin parah berputarnya?

Jadi…akhirnya kuputuskan untuk mengakhiri fitness tanpa latihan perut kali ini. Saat bertemu koh Yongki saat kita mau keluar ruang gym, dia bilang pasti itu karena aku kurang tidur. Kurang tidur bisa menyebabkan tekanan darah langsung drop. Apalagi bagi aku yang memang punya kecenderungan tekanan darah rendah. Dia menyarankan aku minum kopi. Tapi..eits..kan aku punya sakit maag? Dia usul lagi untuk makan daging kambing. Naah…kalo yang ini bisa deh dilaksanakan, hehehe… Maka aku pun janjian tuk makan sate kambing di sebuah rumah makan sore nanti sepulang kantor.

Eh, ada satu hal lagi yang aku ceritakan tentang perilaku cuek di gym. Ada seorang pria asing dari ras Asia (entah Taiwan atau Jepang atau apalah) yang sering ngegym bareng. Pernah ketika aku akan berlatih pinggang dengan dumbbell, aku letakkan dumbbell di lantai dekat kakiku. Lalu aku melakukan stretching. Eh, tanpa ba-bi-bu si Pria Asia langsung aja nyelonong mengambil dumbbell itu. Padahal kalo aku menemukan dumbbell dekat seseorang, aku pasti akan bertanya dengan sopan, “Masih dipake ya?” meski sudah cukup jelas kalau ia sudah gak memerlukan lagi karena ia sudah mulai latihan lainnya.

Waktu itu aku diemin aja si Pria Asia karena percuma mau protes juga males mikir cara ngomongnya dalam bahasa Inggris (itu juga kalo dia bisa berbahasa Inggris). Kemarin yang jadi korbannya muridnya koh Yongki. Mereka berdua sedang ngobrol di tengah break, dan dumbbell ukuran 6kg yang dicari si Pria Asia terletak di sebelah kaki si murid. Eh kayak dulu, si Pria Asia seenaknya saja membungkuk dan membawa dumbbell itu. Koh Yongki dan muridnya sejenak mungkin terpana karena kekurangajaran itu (atau mereka expect si Pria Asia akan minta permisi, yang nyatanya tidak). Akhirnya koh Yongki bersuara: “One more, one more!”. Maksudnya mereka mau pake dumbbell itu kurang sekali lagi kok. Si Pria Asia pun langsung ngacir…

Dan yang aku salut, si muridnya koh Yongki begitu selesai latihan langsung mendatangi si Pria Asia yang kini sedang latihan sit up (lha bisa gitu loh latihan lainnya dulu sambil nunggu antrian pake dumbbell !), lalu meletakkan dumbbell itu di sebelah si Pria Asia sambil berkata dengan ramah, “Thank you..”. Itulah ciri khas orang Indonesia sejati: selalu ramah pada siapa aja, betul kan? Jangan contoh si Miss Treadmill (boleh contoh hobby fitnessnya tapi jangan juteknya ya!).

*ini blog fitness tapi kok isinya ngegosipin orang yaa? Biarin ah..suka-suka yang nulis*


Related Posts by Categories



Widget by Hoctro | Jack Book

4 comments:

joanna said...

hahaha..betul mbak..contoh semangat fitness nya jgn juteknya..gpp lagi, sekali2 kita nge gosip..kan jd seru..apalg baca artikel mbak fanda bikin org jadi semangat mo olahraga lagi..

Sang Cerpenis bercerita said...

duh, tuh orang emang gak punya sopan ya.

bliyanbayem said...

hehehe... baca artikel ini nggak bisa komen apa2... soalnya aku belum pernah ikut fitness.

Fanda said...

@joanna: wah, senang aku kalo bisa bikin org lain makin semangat, karena aku tahu rasanya kalo lg down tanpa ada teman yg menyemangati...

@Fanny: iya, padahal kan mestinya dia yg say thank you pd si cowok yg bela2in bawain tuh dumbbell kepada dia.

@bliyanbayem: silakan komen aja gpp, blog ini buat SEMUA yg concern akan kesehatannya. Olahraga kan bukan melulu fitness.